Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GOETHE Institut bersama beberapa universitas Jakarta mengadakan festival film sains Indonesia dengan tema "Kesempatan yang Setara di Dunia Sains." Pembukaan festival film sains diadakan di Goethe Institut, Selasa (18/10).
Festival ini nantinya akan diadakan mulai 18 Oktober hingga 30 November 2022. Selain itu, acara ini juga akan melibatkan siswa-siswi SD hingga SMA di 55 kabupaten/kota di Indonesia secara hybrid.
Direktur Goethe Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru Stefan Dreyer mengungkap alasan diambilnya tema "Kesempatan yang Setara di Dunia Sains."
"Tema hari ini adalah kesempatan yang setara di dunia sains. Kami menginginkan semua individu diperlakukan dengan kesetaraan tanpa adanya prasangka. Saat kita lihat kurangnya keterwakilan kelompok tertentu, kita harus mengambil tindakan. Kami senang, festival ini bisa membuat banyak orang bisa berpartisipasi," ujar Dreyer.
Dreyer juga mengungkap festival ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk menunjukkan sains yang lebih mengasikkan.
"Kami ingin sains dianggap menyenangkan dan menarik bagi anak muda. Karena, terkadang sains dianggap menjadi bidang yang membosankan dan sulit," ujar Dreyer.
Baca juga: Festival Sains dan Bahasa 2023 Kembali Hadir
Lebih lanjut, hadir pula Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Riset, Kebudayaan, dan Teknologi Hilmar Farid yang ikut mengapresiasi acara ini.
"Saya apresiasi acara ini, dapat dilaksanakan di 55 kota, bahkan di kota yang saya belum pernah datangi. Ini adalah media yang sangat baik untuk mengenalkan sains, dan kami berharap dapat menjalin kerja sama ini lagi," ujar Farid.
"Isu kesetaraan itu sangat penting. Sains sering kali dianggap milik sebagian orang saja, dan beberapa orang dianggap tidak mampu melakukannya. Itu yang coba kita ubah," tegas Farid.(OL-5)
Film pertama yang lolos seleksi awal yaitu The Boy with White Skin yang disutradarai Simon Panay (Perancis) untuk film pendek live-action terbaik.
Jakarta Film Week 2025 resmi dibuka dengan film The Fox King. Festival ini menampilkan 134 film dari 25 negara.
Jakarta Film Week 2025 menggelar konferensi pers di CGV FX Sudirman, Jakarta, yang menandai pencapaian lima tahun perjalanan festival ini.
"Melalui LSSFF 2025, kami ingin melihat bagaimana generasi muda maupun para kreator film ini menceritakan Kota Semarang, baik dari Lawang Sewu maupun gang-gang kecil di Kota Lama,"
FILM horor MVP Pictures yang disutradarai Randolph Zaini, Dia Bukan Ibu (A Woman Called Mother) resmi terpilih sebagai official selection Fantastic Fest 2025.
Festival Film Wartawan tahun ini menjadi tribut mendalam bagi almarhum Wina Armada Sukardi, Presiden FFW, yang baru saja berpulang.
Para siswa berkenalan dengan tema “Kesempatan yang Setara di Dunia Sains” melalui pemutaran belasan film internasional dan eksperimen sains yang interaktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved