Minggu 02 Oktober 2022, 08:29 WIB

Akhir Pekan, Healing di Nebula Glamping jadi Pilihan

mediaindonesia.com | Humaniora
Akhir Pekan, Healing di Nebula Glamping jadi Pilihan

dok.ist
Kabin Nebula dibangun dari hasil daur ulang sampah plastik dan sekam (kulit padi), enginapan yang berada di lahan Perhutani, di Bojong Konen

 

MENIKMATI alam di ketinggian 1100 mdpl dengan cuaca sejuk dan jauh dari hiruk pikuk bisa menjadi tujuan melepas penat. Salah satu tujuan wisata dan penginapan yang menawarkan itu adalah Nebula Glamping. Dengan mengusung konsep wellness staycation, mereka ingin mengajak para pengunjung untuk terhubung kembali dengan alam tanpa tersedia televisi dan koneksi internet.

Nebula Glamping merupakan penginapan yang berada di lahan seluas 1,2 hektar milik Perhutani di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat.

"Kabin kami dibangun dari hasil daur ulang sampah plastik dan sekam (kulit padi), yang menjadikan Nebula sebagai satu-satunya glamping yang mengusung isu lingkungan dan mengajak kita semua untuk turut menjaga ibu pertiwi,” kata co-owner dan pengelola Nebula Glamping Farrah Muthrafah kepada Media Indonesia melalui sambungan telepon, Sabtu (27/9).

Nebula Glamping menawarkan tempat tetirah dengan udara segar hutan dan pegunungan dengan pemandangan lanskap pepohonan. Selain itu, agrowisata ini juga menawarkan beberapa aktifitas yang bisa dilakukan pengunjung selain staycation, seperti trekking curug Penyantelan, bukit high point, Desa Cisadon, Curug Cibulao & Leuwihaja, dan Bukit Paniisan. Di area ini pengunjung juga bisa menikmati fasilitas seperti motor trail dan jeep offroad.

Harga menginap per malamnya untuk akhir pekan berkisar antara Rp1,3 juta-Rp2,6 juta. Sementara pada hari biasa berkisar antara Rp1,2 juta-Rp2,3 juta, tergantung ukuran kabin.

“Harga kabin dan extra bed sudah termasuk tiga kali makan. Menu makan di Nebula kami rolling setiap harinya. Pengunjung juga diperbolehkan membawa makanan tambahan dari rumah. Di dalam kabin sudah kami sediakan dispenser air panas untuk menyeduh mi instan atau sereal. Di luar kabin, ada fire pit untuk api unggun dan barbeku, dan kami juga memperbolehkan pengunjung membawa alat masak dari rumah. Namun, kami juga menyewakan kompor gas portable, panci dan grill pan. Tapi bahan-bahannya tetap harus dibawa dari rumah,” lanjut Farrah.

Karena lahan yang digunakan adalah milik Perhutani, Farrah pun menjelaskan mereka tetap harus bertanggung jawab dalam pengelolaannya.

"Perhutani memberikan 1,2 hektar lahan kepada Nebula untuk dimanfaatkan sebagai agrowisata dengan perjanjian kerjasama (PKS) yang diperpanjang per satu tahun. Kewajiban pemegang PKS adalah menjaga kelestarian alam, hanya membangun bangunan 10% dari luas lahan yang diberikan, menanam pohon, kami menanam Pinus, Damar, Tabebuya dan beberapa tanaman hias, selain itu pengelola juga diwajibkan untuk membayar fixed sharing per tahun, dan membayar profit sharing per bulan (apabila profit),” lanjut Farrah. (OL-13)

Baca Juga: Obyek Wisata Loh Buaya Pulau Rinca Kembali Dibuka Untuk Umum

Baca Juga

Dok. BPIP

Tekan Angka Stunting, BPIP dan BKKBN Akan Libatkan Paskibraka Duta Pancasila 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 21:09 WIB
Menurutnya, BKKBN merupakan mitra strategis BPIP mengingat tugas dan fungsinya yang sangat penting di dalam mendukung Pancasila dalam...
Antara/Oky Lukmansyah.

Mitos usai Operasi Jangan Makan Ikan, Telur, Ayam

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 20:41 WIB
Banyak masyarakat Indonesia yang meyakini bahwa mengonsumsi ikan, telur, hingga ayam pascaoperasi justru menyebabkan rasa gatal pada luka...
Dok. OneSmile Aligner

OneSmile Aligners Hadirkan Alternatif Perawatan Gigi Selain Penggunaan Kawat Gigi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 20:39 WIB
OneSmile Aligners menghadirkan teknologi digital tercanggih dari Jerman, Prancis, dan Amerika, 3D printing manufacturing solutions dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya