Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) menilai penguatan pengelolaan zakat melalui regulasi yang efektif dapat mengoptimalkan potensi zakat.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Baznas Muhammad Nadratuzzaman Hosen dalam Konferensi Internasional World Zakat and Waqf Forum (WZWF) 2022 di Leeds, Inggris, Kamis (29/9).
Pada pemaparan yang berjudul "Zakat Policies for Effective Regulation in Optimizing the Potential of Zakat", Nadratuzzaman menyampaikan perlunya penyempurnaan kebijakan dan regulasi untukmengoptimalkan potensi zakat di Indonesia.
"Sistem pengelolaan zakat di suatu negara sangat dipengaruhi oleh budaya, kondisi, karakteristik, dan kebijakan serta peraturan zakat di negara tersebut. Beberapa pengalaman pengelolaan zakat di berbagai negara dapat menambah referensi pengelolaan zakat. Khususnya dalam mengoptimalkan potensi zakat di Indonesia," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Nadratuzzaman juga menyarankan kepada lembaga zakat dalam mengambil kebijakan agar menggunakan beberapa indeks yg telah dibuat oleh Baznas. Seperti Indeks Zakat Nasional, Indeks Literasi Zakat, hingga Indeks Kesehatan Lembaga Zakat. Sehingga kebijkan yang dibuat dapat efektif dan efisien serta tepat sasaran.
Nadratuzzaman menjelaskan, terdapat beberapa rekomendasi guna menyempurnakan kebijakan dan regulasi dalam mengoptimalkan potensi zakat di Indonesia. Rekomendasi tersebut ditujukan untuk tiga pihak yaitu, pembuat kebijakan, praktisi, dan akademisi.
"Pembuat kebijakan harus mengembangkan peraturan yang menyatakan untuk pengembangan badan pengawas zakat yang independen dengan kewenangan yang memadai. Lalu pembuat kebijakan harus memasukkan peraturan yang menyatakan tugas badan pengatur yang meliputi aspek kelembagaan zakat, pengumpulan zakat, aspek penyaluran zakat, dan aspek tata kelola zakat," ujarnya.
Konferensi yang berlangsung pada 28-30 September ini dihadiri oleh beberapa pejabat, para pemangku kepentingan serta pimpinan lembaga zakat dari dari 40 negara Anggota WZWF.
Acara ini dilaksanakan oleh National Zakat Fund UK yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif Dr. Azim Kidwai, dan disponsori oleh beberapa organisasi termasuk dalam lingkar PBB, dan Bank Muamalat Indonesia.
Konferensi Internasional WZWF 2022 merupakan ajang pertemuan para pegiat zakat dan wakaf dunia. Tujuannya untuj bersama-sama meningkatkan kualitas pengelolaan zakat dan wakaf secara global guna mencapai tujuan menyejahterakan masyarakat dunia. (OL-8)
Program ini dirancang sebagai inisiatif dakwah dan sosial yang menyasar masyarakat rentan serta kelompok marjinal.
Rizaludin juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan kepada para mustahik agar program pemberdayaan zakat dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.
Baznas berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang terdampak konflik dan bencana, termasuk di Palestina.
Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 5.000 warga Palestina yang kekurangan akses air.
Distribusi paket pangan di sejumlah wilayah di Palestina ini memerlukan koordinasi yang sangat detail mengingat sensitivitas wilayah tersebut.
Presiden bersama Wakil Presiden dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih melakukan pembayaran zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved