Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan peringatan Hari Santri yang dicetuskan sejak 2015 oleh Presiden Joko Widodo merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas jasa yang telah diberikan para santri terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan.
"Hari Santri adalah pemberian, anugerah, penghargaan dari Pemerintah Presiden Joko Widodo kepada para santri yang diakui telah memperjuangkan kemerdekaan negeri ini," ujar Menag saat meluncurkan peringatan Hari Santri di UIN KH Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Selasa (27/9) malam.
Yaqut mengatakan Hari Santri merupakan pengakuan atas jasa masa lalu, bukan pengakuan atas apa yang lakukan sekarang.
Untuk itu, ia mengajak santri, mahasiswa, dan masyarakat yang memadati lapangan UIN KH Abdurrahman Wahid untuk meneruskan perjuangan pendahulunya dengan belajar secara bersungguh-sungguh dan menorehkan perubahan positif.
"Gunakan kesempatan yang ada untuk menempa diri dan mengukir prestasi," kata dia.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan para santri tentang adanya pihak yang tidak suka dan benci dengan kemajuan para santri. Mereka melakukan generalisasi secara berlebihan atas peristiwa yang terjadi di pesantren.
Menag mencontohkan ketika ada satu atau dua santri yang diduga melakukan tindak kekerasan, hal itu kemudian digeneralisasi seakan menjadi potret perilaku umum para santri.
Ia berpesan kebencian orang lain jangan dilawan dengan kebencian yang sama. Jika ada orang tidak suka dengan para santri, hal itu harus dijawab dengan prestasi.
"Kebencian itu harus dilawan dengan prestasi, belajar yang benar dan sungguh-sungguh, sehingga apa yang dituduhkan oleh orang yang tidak suka dengan gemilangnya para santri itu terjawab karena para santri benar-benar bisa diandalkan," kata dia.
Pada peluncuran Hari Santri 2022, Menag juga mengenalkan tema dan logo peringatan Hari Santri 2022. Tahun ini, peringatan Hari Santri mengangkat tema "Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan".
Menurut Yaqut, tema tersebut mengandung pesan bahwa santri adalah pribadi yang selalu siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Santri dengan segala kemampuannya, bisa menjadi apa saja. Santri tidak hanya ahli ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Meski bisa menjadi apa saja, santri tidaklah melupakan tugas utamanya menjaga agama. Menjaga martabat kemanusiaan adalah salah satu tujuan diturunkannya agama," kata Menag. (Ant/OL-12)
Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penuh harapan dan semangat kepada Keluarga Besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM)
MENTERI Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa Indonesia akan memainkan peran strategis terutama, dalam bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Arab.
Masalah dalam kasus korupsi ini adalah karena adanya pembagian kuota yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. I
Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 mencatat capaian tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dipanggil sebagai saksi kasus dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama tahun 2023-2024.
Pleno Syuriyah ini menghasilkan keputusan penting, yaitu penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved