Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
DALAM peninggalan sejarah yang ada di museum maupun tempat-tempat bersejarah lain, pasti ada yang menggunakan aksara Jawa dalam penulisannya. Dalam penulisannya, ada tata cara dan aturan penulisan yang harus ditaati.
Dalam aksara jawa terdapat istilah simbol pasangan. Pasangan ialah simbol yang digunakan untuk mematikan atau menghilangkan huruf vokal dari aksara carakan atau dasar.
Setiap carakan atau kata dasar memiliki pasangan yang tidak sama. Dalam aksara jawa terdapat 20 suku kata (Ha, Na, Ca, Ra, Ka, Da, Ta, Sa, Wa, La, Pa, Dha, Ja, Ya, Nya, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga). Karenanya, terdapat juga 20 jenis pasangan.
Simbol pasangan dalam susunan kalimat aksara jawa digunakan untuk menulis huruf mati yang berasal dari suku kata carakan atau dasar seperti H, N, C, R, K, D, T, S, L, P, Dh, J, Y, dan seterusnya. Selain itu, aksara tersebut dapat menghubungkan dua suku kata tertutup.
a. Ha: Aturan penulisan aksara tersebut diletakkan di belakang dan sejajar dengan aksara dasar yang dimatikan.
Contoh: Wis A
b. Na: Posisinya berada di bawah serta harus disambungkan dengan aksara carakan sebelumnya yang hendak dihilangkan huruf vokalnya.
Contoh: Ngocek N
c. Ca: Posisi simbol Ca berada tepat di bawah aksara carakan sebelumnya yang hendak dimatikan.
Contoh: Anak C
d. Ra: Posisinya berada di bawah aksara carakan yang akan dibuat menjadi konsonan.
Contoh: Mangan R
e. Ka: Posisinya diletakkan di bagian bawah aksara sebelumnya yang akan dimatikan dan disambungkan dengan kata selanjutnya.
Contoh: Anak K
f. Da: Aksara Da diletakkan di bagian bawah kata sebelumnya.
Contoh: Nonton D
g. Ta: Simbol Ta diletakkan di bagian bawah aksara carakan yang hendak dibuat konsonan.
Contoh: Sint
h. Sa: Posisi aksara ini berada di belakang atau sejajar dengan aksara carakan sebelumnya.
Contoh: Anak S
i. Wa: Posisi Wa berada tepat di bagian bawah aksara carakan yang hendak dibuat mati atau dihilangkan huruf vokalnya.
j. La: Simbol La diletakkan tepat di bawah aksara carakan sebelumnya yang hendak dihilangkan huruf vokal.
Contoh: Solo
k. Pa: Posisi Pa letaknya berada sejajar dan tepat di belakang aksara carakan.
Contoh: Cedhak P
l. Da: Posisi Da berada tepat di bagian bawah aksara carakan yang hendak dibuat mati dan akan disambungkan dengan kata berikutnya.
Contoh: Mundhu
m. Ja: Posisinya diletakkan tepat di bawah aksara dasar yang akan dimatikan.
Contoh: Mlinjo
n. Ya: Berada tepat di bawah aksara sebelumnya yang hendak dimatikan menjadi konsonan.
Contoh: anak Yatim
o. Nya: Posisinya berada di belakang sejajar serta harus disambungkan dengan aksara carakan sebelumnya.
Contoh: Wignya
p. Ma: Posisinya diletakkan tepat di bawah aksara dasar yang akan dimatikan.
Contoh: Manuk Ka
q. Ga: Posisi Ga berada tepat di bawah aksara carakan yang akan dibuat menjadi konsonan.
Contoh: Sikil Ga
r. Ba: Posisinya berada di bawah aksara carakan sebelumnya.
Contoh: Sikil Ba
s. Tha: Secara bentuk memang hampir mirip dengan Dha. Perbedaannya terdapat bulatan di bagian tengah. Dari segi aturan penulisan sama, yakni diletakkan di bawah aksara sebelumnya.
Contoh: Dodol Thi
t. Nga: Posisinya berada di bawah aksara carakan sebelumnya.
Contoh: Sinten Nga (OL-14)
Gelaran Pesta Rakyat menjelang konferensi budaya tingkat global Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 diselenggarakan di Discovery Mall, Kuta, Bali.
Lestari Moerdijat mengatakan inisiatif masyarakat berkesenian harus mendapat dukungan demi melestarikan kebudayaan nasional yang mampu memperkuat identitas dan persatuan bangsa.
Melalui Polantas Menyapa, kampanye keselamatan diwujudkan dalam format dialog yang santai dan kreatif di tengah pusat keramaian.
MENGINJAK usia 80 tahun Indonesia merdeka dan berdemokrasi, Laboratorium Indonesia 2045 menilai hubungan partai politik dan konstituen semakin memburuk.
Indonesia tercatat memiliki 2.213 warisan budaya tak benda, meski baru 16 yang diakui UNESCO mulai dari wayang, batik, keris, hingga jamu dan reog.
Direktur SIPA Irawati Kusumorasri menyebut Patricia Arstuti sebagai representasi generasi Z yang mampu menjembatani nilai-nilai tradisional dengan ekspresi kekinian.
Peringatan Kemerdekaan Ke-80 RI mengambil tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema tersebut sejalan dengan tujuan negara dalam Pembukaan UUD 1945.
FTBIN merupakan selebrasi berbahasa daerah oleh para pelajar yang telah mengikuti program revitalisasi bahasa daerah sejak tahun 2021.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan tekanan dominasi bahasa-bahasa besar dunia, bahasa daerah menghadapi ancaman yang semakin konkret
Koordinator FTBM Purbalingga, Parimim, menyambut baik program bantuan bagi komunitas literasi.
Total Bahasa Daerah di Indonesia Fakta Unik. Jelajahi kekayaan budaya Indonesia! Temukan fakta unik & jumlah total bahasa daerah yang menakjubkan di seluruh Nusantara.
Lestari Moerdijat mendorong berbagai upaya pelestarian dan pengembangan bahasa daerah sebagai bagian dari strategi mempertahankan identitas dan pelestarian budaya bangsa.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved