Senin 26 September 2022, 22:29 WIB

IDI: Penentuan Status Endemi Jangan Terburu-buru

Ant | Humaniora
IDI: Penentuan Status Endemi Jangan Terburu-buru

MI/ Ramdani
Ilustrasi

 

KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Mohammad Adib Khumaidi, SpOT mengatakan Indonesia tidak perlu terburu-buru memutuskan status endemi covid-19 

“Kita tidak perlu ikut terburu-buru seperti di Amerika. Tapi harus melihat dan menilai dari kondisi kita,” kata Adib, Senin (26/9)

Ia menegaskan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memiliki wewenang untuk menyatakan pandemi covid-19 telah berakhir. Adib mengingatkan bahwa setiap negara memiliki kemampuan dan kondisi yang berbeda-beda.

Menurut Adib, terdapat sejumlah indikator yang harus menjadi dasar untuk dipenuhi menjadi endemi. Misalnya, indikator kasus yang aktif, hasil pemeriksaan positif hingga surveilans. Termasuk yang paling penting yaitu capaian vaksin penguat (booster).

“Vaksin booster khusus untuk semua masyarakat, ya, bukan untuk kelompok-kelompok tertentu saja . Termasuk nanti target vaksin booster kedua. Ini menjadi ndikator yang harus dijadikan dasar untuk kita menyatakan sebuah kebijakan. Baik itu kebijakan berkaitan dengan masker, pemeriksaan PCR, tes antigen," jelasnya.

Menanggapi laporan yang menyebut ketersediaan vaksin booster mulai langka di sejumlah daerah, Adib mengatakan pihaknya telah menyampaikan permasalahan ini kepada Kementerian Kesehatan. 

Selain itu, IDI juga selalu berkoordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19.

“Pada saat respon masyarakat masih tinggi terhadap vaksinasi booster, tolong ketersediaan ini benar-benar bisa dijamin karena ada suatu ketersediaan (vaksin) yang perlu distribusi,” ujarnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah tidak tergesa-gesa untuk menyatakan bahwa pandemi sudah berakhir di Indonesia. Ia mengingatkan agar masyarakat Indonesia harus berhati-hati dan tetap waspada.

Pada Rabu (14/9), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan jika akhir pandemi covid-19 sudah ada di depan mata. Meski begitu, ia tetap mendesak masyarakat dunia untuk meningkatkan kewaspadaan menahan penyebaran virus.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden juga sebelumnya mengatakan dia yakin pandemi sudah berakhir meski mengakui bahwa AS masih memiliki masalah dengan virus yang terus bermutasi tersebut. (OL-8)

Baca Juga

Antara

Kemendikbudristek: Pengusulan Kebaya ke UNESCO Dilakukan Komunitas

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 27 November 2022, 21:46 WIB
Menurut Kemendikbud-Ristek, warisan budaya tak benda bukan soal klaim antara negara atau hak eksklusif. Justru, Indonesia bisa menggalang...
Dok FKDB

Ayep Zaki Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur ke Posko NasDem Peduli

👤Media Indonesia 🕔Minggu 27 November 2022, 21:30 WIB
POSKO NasDem Peduli di Kantor DPD NasDem Kabupaten Cianjur terus menerima dan menyalurkan  bantuan kepada masyarakat terdampak...
Antara

Upate 27 November 2022: Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Tercatat 4.151 Orang

👤MGN 🕔Minggu 27 November 2022, 21:04 WIB
Sedangkan untuk kasus aktif berkurang 1.539 orang sehingga menjadi 60.581...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya