Senin 26 September 2022, 16:02 WIB

Rekam Medis Elektronik SATUSEHAT Wujudkan Transformasi Digital Bidang Kesehatan

Mediaindonesia.com | Humaniora
Rekam Medis Elektronik SATUSEHAT Wujudkan Transformasi Digital Bidang Kesehatan

Dok pribadi
Webinar mengenai transformasi digital bidang kesehatan lewat program SATUSEHAT

 

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika bersama Asosiasi Healthtech Indonesia (AHI) menyelenggarakan webinar Transformasi Digital Faskes Permenkes 24 Tahun 2022 dan Integrasi SATUSEHAT berkonsep Hybrid di Pontianak, Kalimantan Barat. 

“SDM kesehatan memiliki peranan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat. Oleh karena itu, Kemkominfo juga terus memperkuat kolaborasi dan kerja sama dengan stakeholder terkait, terutama dalam meningkatkan adopsi teknologi digital” kata I Nyoman Adhiarna, Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo. 

Program Manager Secondary Healthcare Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Aang Jatnika menjelaskan, tantangan implementasi rekam medis saat ini tidak hanya pengelolaan data medis tetapi juga termasuk perlindungan data pribadi pasien. 

"Oleh karena itu, untuk memberikan pelayanan kesehatan lebih baik, SATUSEHAT akan menciptakan data kesehatan nasional yang lebih presisi, efektif dan efisien karena terintegrasi dengan seluruh fasilitas kesehatan," ujarnya. 

Proses integrasi data ke platform SATUSEHAT salah satunya standarisasi atau penyeragaman penginputan data. Sehingga seluruh ekosistem fasilitas kesehatan memiliki pemahaman yang seragam. Hal ini sebagai upaya mengakselerasi transformasi digital mengingat pentingnya rekam medis dan interoperabilitas data. 

Selain transformasi sistem kesehatan, fasilitas serta sumber daya manusia (SDM) juga komponen strategis untuk menggerakkan pengembangan dan pembangunan kesehatan menghadapi era disrupsi. 

Chief Executive Officer Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre dr Roswin Rosnim Djaafar mengatakan, sangat penting mendorong fasilitas kesehatan dan sumber daya manusia untuk bersiap adaptasi terhadap perubahan sebagai upaya optimalisasi pelayanan pasien dengan memanfaatkan sistem informasi yang lebih modern. 

"Pendekatan ini dapat dilakukan dengan percepatan teknologi digitalisasi, perluasan jangkauan pemasaran, promosi, edukasi kepada masyarakat, semangat kolaborasi tim, peningkatan produktifitas dan struktur finansial yang lebih efisien," katanya. 

Baca juga : Bill Gates Dukung Transformasi Kesehatan Berbasis Digital di Indonesia

Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Pukovisa Prawiroharjo mengatakan, revolusi teknologi sedang terjadi saat ini juga, dimana praktek kedokteran pun turut beradaptasi terhadap perubahan wawasan dan pendekatan terhadap pasien. 

"Adaptasi pelayanan di era digital sebagian besar memanfaatkan telemedicine untuk menjangkau pasien lebih luas, Artificial Intelligence dan Big Data serta mengedepankan fungsi dan data yang lebih presisi sehingga diharapkan dapat lebih memberikan perawatan dan pengobatan secara lebih personal dalam menangani pasien," ujarnya. 

Bicara mengenai adaptasi sistem dan layanan, rekam medis merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan karena berfungsi sebagai dokumentasi penting pasien berisi diagnosa penyakit yang telah ditegakkan oleh seorang dokter. Namun, kondisi saat ini kendala utamanya adalah minimnya rekam medis di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. 

Hal iitunmenyebabkan administrasi dan antrian masih panjang, terjadinya kekeliruan klinis dan medis serta kurangnya integrasi dan akurasi rekam medis karena proses dokumentasi manual yang dapat berpotensi terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan. 

Atas dasar itu, telah terbit Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis CEO Zi.Care Indonesia Jessy Abdurrahman menegaskan, poin penting dari PMK no.24 / 22 mengenai rekam medik elektronik terdapat di Pasal 9 yang menyoroti bahwa setiap penyelenggara sistem elektronik pada rekam medis elektronik harus terdaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE) pada sektor kesehatan di kementerian yang bertanggung jawab pada bidang komunikasi dan informatika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. 

"Kemudian Pasal 10 yang menjabarkan tentang pengisian informasi, pencatatan dan dokumentasi menyesuaikan dengan standar nasional serta mengedepankan kemampuan kompabilitas dan/interoperabilitas yang mengacu kepada pedoman sistem elektronik yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan," jelasnya. 

Sehingga diharapkan dengan terbitnya Permenkes No. 24 Tahun 2022 dapat mendukung sistem informasi kesehatan di fasilitas kesehatan yang dapat dikelola secara terpadu dan bermanfaat untuk mendukung pembangunan kesehatan. (RO/OL-7) 

Baca Juga

Ilustrasi

Pantangan Darah Tinggi, Penderita Hipertensi Hindari Makanan Ini

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Rabu 07 Desember 2022, 00:00 WIB
Penderita darah tinggi harus memperhatikan pola makannya seperti dengan menghindari makanan yang dapat memicu tekanan darah...
Ilustrasi

Manfaat Daun Binahong, Ini Cara Mengkonsumsinya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:57 WIB
Daun binahong mengandung nutrisi seperti vitamin E, zat besi, asam folat, protein, kalsium, flavonoid, riboflavin dan beta...
ANTARA

Peraturan Tentang Disabilitas di Indonesia Masih Minim

👤Naufal Zuhdi 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Deka Kurniawan, mengatakan bahwa baru sekitar 20 persen daerah di Indonesia yang sudah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya