Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BELAKANGAN beredar kabar terjadinya perundungan atau bullying yang dilakukan oleh sekelompok pelajar terhadap seorang remaja penyandang disabilitas. Hal seperti ini masih sering terjadi di Indonesia karena masyarakat masih memandang disabilitas sebagai sesuatu yang negatif. Padahal, disabilitas itu adalah keberagaman individu yang harus dihormati, dihargai, diakui dan beri layanan sesuai dengan kebutuhannya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia, Dante Rigmalia membahas mengenai kurikulum yang diterapkan saat ini di sekolah.
"Kurikulum Meredeka yang didesain dengan pembelajaran interakulikuler yang beragam dengan konten dapat dipelajari optimal oleh peserta didik, guru juga dapat memilih perangkat ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Kurikulum merdeka memungkinkan guru mengarahkan peserta didik belajar sesuai dengan potensi, minat dan kemampuan yang dimiliki dan konten/muatan pembelajaran dan bahan ajar dapat guru pilih sendiri sesuai kebutuhannya," ucap Dante saat dihubungi pada Minggu (25/9).
Baca juga: Dukung Kegiatan Kampus Merdeka, PNM dan Unsoed Kerja Sama
Hal ini sesungguhnya sudah sangat inklusif namun tentu tataran konsep yang baik itu harus dibarengi dengan penguasaan dan pemahaman bagaimana menerjemahkan kurikulum dalam kegiatan/ proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas oleh guru.
Selain itu, Dante mengatakan sikap sensitif juga harus dibangun oleh semua kalangan pendidikan, terutama terhadap penyandang disabilitas.
"Edukasi/penyadaran dan sikap sensitivitas terhadap penyandang disabilitas harus dibangun baik di kalangan pendidik-tenaga kependidikan, kalangan peserta didik, orang tua, masyarakat dan semua yang ada dalam ekosistem pendidikan," ujarnya.
Iklim inklusif harus dibangun bersama dengan mulai dari lembaga pendidikan memiliki visi dan misi yang menciptakan lingkungan inklusif. Yang kemudian diterjemahkan dalam program/ kegiatan baik dalam kegiatan interakulikuler maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Selain sikap sensitif, program yang bisa mendekatkan anatara siswa non disabilitas dan siswa disabilitas juga harus dibuat.
"Bagaimana aktivitas/ kegiatan/program sekolah memberi sentuhan kepada semua peserta didik agar peserta didik paham bahwa di antara mereka memiliki perbedaan termasuk perbedaan karena kedisabilitasan. Program yang mendekatkan peserta didik nondisabilitas dengan peserta didik disabilitas perlu juga diadakan sehingga semua pihak paham/sadar bahwa di antara mereka ada warga masyarakat dengan disabilitas," tutur Dante.
"Harapannya stigma terhadap penyandang disabilitas mulai dihilangkan dengan cara-cara seperti ini. Membangun lingkungan inklusif dan kondusif di mulai dari pembelajaran di kelas (intrakulikuler) hingga pembelajaran di luar kelas (ekstrakurikuler) dan membangun orang tua dan masyarakat yang mau menghargai perbedaan termasuk karena disabilitas," tambahnya.
Selain itu dari sisi budaya masyarakat, saat ini masih memandang disabilitas secara negatif. Stigma negatif terhadap penyandang disabilitas masih kuat. Sehingga penyadang disabilitas diperlakukan tidak seperti apa yang semestinya.
"Semua pihak harus bersama-sama menghilangkan stigma ini, program pengembangan masyarakat yang mengarusutamakan isu disabilitas sangat diperlukan sehingga kacamata kebijakan dibuat dengan lensa inklusif, bahwa di antara masyarakat pada umumnya itu ada sebagian masyarakat dengan disabilitas. Program/kebijakan di masyarakat harus menyentuh juga kepada pengandang disabilitas, ini untuk menyadarkan semua bahwa ada penyandang disabilitas di masyarakat yang juga sama memiliki hak seperti pada umumnya," pungkas Dante.
Dengan cara seperti ini harapannya budaya di masyarakat dalam memandang penyandang disabilitas berubah menjadi lebih baik. (H-3)
DALAM rangka memperingati Hari Edukasi Lingkungan Sedunia 2026, Ascott Jakarta berkolaborasi dengan Komunitas Penyandang DisabilitasĀ
Data BPSĀ dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Padang, tercatat sebanyak 33 penyandang disabilitas menjadi korban terdampak langsung musibah banjir tersebut.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyelenggarakan FGD investasi inklusif.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Mewujudkan Lingkungan Kerja dan Ekosistem Inklusif bagi Penyandang Disabilitas.
Pendekatan inclusive impact dan sustainability leadership menitikberatkan pada penerapan prinsip ESG.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kota Batam dapat semakin memahami pentingnya inklusi keuangan dan mampu memanfaatkan layanan digital secara optimal.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Kemendikdasmen melalui Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif.
Keuangan inklusif bagi perempuan menjadi kunci mendukung Asta Cita dan target pertumbuhan ekonomi 8%.
Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (Inklusi) dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) berbagi inisiatif mendukung pemerintah mewujudkan kebijakan inklusif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved