Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menyatakan Komisi V DPR siap memberikan dukungan terhadap BMKG Lembang Bandung Barat untuk semakin meningkatkan teknologi agar pemberian informasi meteorologi, klimatologi dan geofisika kepada masyarakat semakin akurat.
Secara khusus, Andi Iwan menekankan pentingnya BMKG Lembang Bandung Barat untuk meningkatkan teknologi early warning system atau Sistem Peringatan Dini.
"Peralatan yang dimiliki BMKG Lembang Bandung Barat ini kami lihat sudah cukup maksimal. Namun, tentu Komisi V akan memberikan dukungan terus-menerus untuk BMKG meningkatkan lagi teknologi dan SDM agar pemberian informasi bisa lebih akurat. Tentunya, yang paling kita tekankan disini yaitu peningkatan early warning system BMKG agar bisa segera sampai kepada masyarakat," ujarnya usai memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke BMKG Lembang, Bandung Barat, Jumat (23/9).
Baca juga : BMKG Bantah Video Viral di TikTok yang Sebut Megathrust Bakal Lumpuhkan Jakarta
Lebih lanjut, politikus Fraksi Partai Gerindra ini menerangkan pemberian dukungan yang semaksimal mungkin dari Komisi V kepada BMKG khususnya BMKG di Lembang Bandung Barat penting sangat penting untuk dilakukan.
Mengingat, tandas Andi Iwan Aras, terdapat sejumlah informasi penting yang dimiliki BMKG kepada seluruh masyarakat dalam rangka menghadapi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan seperti bencana alam.
Selain itu, Andi Iwan Aras mengapresiasi penerapan Sekolah Lapang Iklim (SLI) dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang diberikan BMKG selama ini kepada memberikan kontribusi yang sangat positif dalam meningkatkan pemahaman cuaca dan iklim bagi petani dan nelayan.
Baca juga : Indonesia Serukan Negara Pesisir Samudera Hindia Perkuat Sistem Mitigasi dan Peringatan Dini
"Karena, melalui SLI dan SLCN bisa memberikan informasi akurasi tentang kondisi cuaca bagi para nelayan dan petani yang ada di wilayah sekitar petani dan nelayan tersebut," pungkas Andi Iwan Aras.
Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Suko Prayitno Adi atas nama segenap pimpinan BMKG menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan Komisi V DPR RI selama ini yang telah sangat membantu BMKG untuk lebih meningkatkan kinerja dan menghasilkan inovasi-inovasi yang lebih baik.
"Sehingga kami dapat melayani masyarakat yang berkaitan meteorologi, klimatologi dan geofisika yang lebih baik. Mohon dukungan dari segenap Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI sehingga kami BMKG terus menerus dapat berkembang maju sesuai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi," tutup Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Suko Prayitno Adi. (RO/OL-09)
BMKG merilis prakiraan cuaca 21 Februari 2026. Waspada potensi hujan lebat di Jawa Barat, Jateng, hingga Papua, serta hujan petir di Jakarta dan Surabaya.
BMKG memberikan peringatan dini agar tetap diwaspadai bencana hidrometeorologi menyampaikan prakiraan cuaca Jawa Tengah 21- 23 Februari 2026 mengenai potensi cuaca ekstrem
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta Sabtu 21 Februari 2026. Seluruh wilayah Jakarta diprediksi hujan ringan hingga petir pada malam hari.
Pada dasarian III Februari 2026, BMKG memprakirakan memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian dengan probabilitas 80 hingga lebih dari 90 persen
Peringatan dini dikeluarkan karena pasang laut bisa menyebabkan tambak ikan maupun tambak garam terendam air laut, terlebih jika disertai dengan ombak
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih membayangi arus mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,”
Sebanyak 62 jadwal perjalanan kereta cepat Whoosh kembali normal usai gempa bermagnitudo 4,9 di Kabupaten Bekasi.
Sistem peringatan dini gempa bumi memanfaatkan jaringan sensor seismik untuk mendeteksi gelombang primer (P)—gelombang cepat yang muncul pertama kali saat gempa terjadi.
BMKG membuat sistem peringatan dini tsunami Indonesia (InaTEWS) yang resmi beroperasi sejak 11 November 2008.
Potasium bisa dijadikan indikator baru dalam pemantauan aktivitas vulkanik, terutama untuk menilai potensi terjadinya letusan besar yang memicu pembentukan kaldera.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyebaran informasi kebencanaan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk operator seluler dan televisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved