Jumat 23 September 2022, 15:00 WIB

Artifical Intelligence Perlu Ditunjang dengan Sistem Arsitektur TI

Budi Ernanto | Humaniora
Artifical Intelligence Perlu Ditunjang dengan Sistem Arsitektur TI

DOK IST
Ilustrasi pemanfaatan teknologi dengan kecerdasan buatan.

 

SCHNEIDER Electric, mengungkapkan pemanfaatan Artifical Intelligence (AI) perlu ditunjang dengan sistem arsitektur TI yang aman dan dapat memproses data secara cepat, tanpa latensi, dalam rangka meningkatkan ketahanan dan keandalan operasional.

Edge Computing, dalam hal ini, memungkinkan manajer TI dan manajer operasional mengelola dan mengolah data lebih dekat dengan sumbernya, dan mempersingkat proses transmisi data sehingga analisa data secara real time dapat dilakukan dengan lebih akurat, tanpa kendala jaringan.

Sejak sebelum pandemi, AI telah terbukti dapat menghadirkan berbagai terobosan dan membawa manfaat luar biasa yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan bagi berbagai industri dan fungsi bisnis.

Penerapan kemajuan AI telah membawa beragam manfaat dalam berbagai aspek kehidupan. Tatanan normal baru (new normal) mendorong adopsi AI dan teknologi Machine Learning (ML) untuk memberikan wawasan yang memungkinkan perusahaan untuk mengenali pola penggunaan, mempelajari kemampuan operasional mereka, meningkatkan kualitas perkiraan penjualan, menyederhanakan komunikasi, memberikan pengalaman yang dipersonalisasi, dan masih banyak lagi.

Yana Achmad Haikal, Business Vice President Secure Power Schneider Electric Indonesia & Timor Leste mengatakan, “Kehadiran AI telah mengubah fungsi komputer menjadi jauh lebih pintar dan mampu memenuhi kebutuhan hidup kita yang selalu berubah. Karena kemajuan ini, banyak industri akan dapat memanfaatkan Machine Learning untuk mempercepat proses dan mengurangi efek bias manusia."

"Akan tetapi untuk dapat mengoptimalkan fungsi AI, maka kualitas transmisi dan komputasi data sangat lah penting. Chief Information Officer (CIO) perlu memastikan bahwa kompleksitas data dan silo data dapat dikurangi dan memastikan platform yang tepat telah tersedia sebelum menerapkan AI. Dan hal terakhir yang sama pentingnya ialah pemrosesan data dan tempat di mana proses itu terjadi," sambung dia.

Penemuan dari IBM Global AI Adoption Index 2021 mengungkapkan bahwa hampir 90% dari profesional di bidang TI mengatakan bahwa kemampuan untuk melakukan pemrosesan data di tempat di mana data tersebut berada merupakan kunci dari adopsi teknologi AI. Di sinilah peran Edge Computing. Untuk dapat berfungsi secara maksimal, AI membutuhkan Edge Data Center yang tangguh yang berfokus pada penyimpanan data di lokasi untuk pemrosesan yang lebih cepat, keamanan yang lebih baik, dan kinerja yang lebih efisien.

Baca juga: Kesehatan Mental Adalah Fondasi untuk Masa Depan Anak

Edge Computing menawarkan beragam keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang hendak menerapkan AI atau meningkatkan kinerja AI yang digunakan, termasuk diantaranya kecepatan, kemungkinan pengambilan keputusan secara real-time, serta keamanan yang lebih baik secara fisik dan digital.

Kecepatan sangat dibutuhkan dalam penerapan AI, namun umumnya perusahaan dibebani dengan besarnya jumlah data mentah yang dipakai oleh AI. Dengan melakukan pemrosesan data di tempat (on-site), perusahaan dapat mengambil keputusan secara real-time karena proses berlangsung dengan lebih cepat. Pada akhirnya berdampak pada peningkatan produktivitas, dan penghematan biaya dengan menghindar biaya-biaya tak terduga seperti kerusakan mesin maupun downtime.

Di sisi lain, risiko keamanan data, baik secara fisik maupun digital menjadi kekhawatiran utama pelaku usaha di era digital ini. Aksesibilitas dan kompatibilitas perangkat adalah salah satu risiko keamanan terbesar di data center di mana third party plug ins dan perangkat Internet-of-things (IoT) lebih dari sekadar kenyamanan. Edge computing mengamankan data sensitif di titik terjauh dalam jaringan perusahaan. Singkatnya, Edge computing juga dapat mengisolasi dan melindungi data.

Selain itu, lebih luas lagi, AI juga banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan dan mengevaluasi interaksi perusahaan dengan pelanggan. Perusahaan dapat memperoleh keunggulan kompetitif dengan melibatkan pelanggan mereka secara lebih tepat dan memprediksi kebutuhan mereka. Jika digabungkan dengan Edge, Edge AI dapat membuka kemungkinan baru bagi bisnis dalam berinteraksi dengan pelanggan mereka.

“Penggabungan antara AI dan Edge Computing akan menghasilkan manfaat yang luar biasa bagi pelaku industri. Dengan komputasi yang lebih cepat dalam menghasilkan wawasan, keamanan data yang lebih baik, serta kontrol operasional yang lebih efisien, tentu akan mendatangkan keuntungan kompetitif di era serba digital seperti saat ini. Selain itu, kehadiran jaringan 5G akan semakin menunjang pengalaman operasional yang bebas hambatan,” tutup Yana. (R-3)

Baca Juga

ANTARA/Asep Fathulrahman.

Tanggal Maulid Nabi 2022 dan Sejarahnya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:30 WIB
Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Maulid Nabi menjadi momen untuk mengingat, menghayati, dan memuliakan...
Antara

66,37% Anak Terproteksi Vaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:18 WIB
Sebanyak 21.159.070 anak telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 80,15 persen dari...
Freepik

Doa Koronka Kerahiman Ilahi

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 03 Oktober 2022, 23:04 WIB
Umat Katolik disuruh untuk berdoa Koronka Kerahiman dan menguduskan Gambar Kerahiman...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya