Senin 19 September 2022, 14:29 WIB

Asmaul Husna: Perbedaan Al-Ghofur dan Al-Ghaffar Zat Maha Pengampun

Meilani Teniwut | Humaniora
Asmaul Husna: Perbedaan Al-Ghofur dan Al-Ghaffar Zat Maha Pengampun

DOK Instagram.
Tulisan arab Al-Ghofur.

 

PADA pembahasan asmaul husna kali ini kita akan mempelajari tentang Al-Ghafur. Yang menarik, nama terindah Allah ini juga punya asma yang mirip yaitu Al-Ghaffar.

Al-Ghofur dan Al-Ghoffar

Dua nama terindah dari asmaul husna milik Allah itu berasal dari akar kata yang sama. Al-Ghafur dan Al-Ghaffar merupakan pengembangan dari akar kata ghafara-yaghfiru yang berarti mengampuni. 

Dilansir dari @limofficial_lirboyo di Instagram, Al-Ghafur dan Al-Ghaffar tidak punya makna yang sama persis. Al-Ghafur mengandung faedah yang tidak terdapat pada Al-Ghaffar.

Baca juga: Asmaul Husna: Allah Al-'Alim Maha Mengetahui tanpa Batas

Begitu pula sebaliknya. Al-Ghaffar mencakup faedah yang tidak memiliki Al-Ghafur. 

Faedah berbeda

Menurut al-Hafiz al-Khattābi dalam kitab Sya'nu ad-Du'a', bila terdapat dua asma Allah yang disebutkan dalam bentuk yang berbeda, tetapi berasal dari akar kata yang sama, tiap-tiap dari keduanya punya faedah yang baru, tidak sekadar pengulangan. Lantas, apa perbedaan Al-Ghafūr dan Al-Ghaffār ? 

Dalam kitab al-Maqshad al-Asnā, Imam Al-Ghazali memaparkan perbedaan kedua nama dari 99 asmaul husna itu. Al-Ghafur menunjukkan makna Zat yang Banyak Mengampuni. Maksudnya, Allah SWT tidak hanya mengampuni satu dosa, melainkan banyak sekali dosa yang diampuni oleh-Nya. 

Al-Ghaffār menunjukan makna Zat yang Mengampuni Berkali-Kali. Contohnya, ada seseorang yang melakukan dosa berupa meninggalkan puasa tanpa uzur, kemudian ia bertaubat dan mendapat ampunan dari Allah SWT. Pada kesempatan yang lain, ia melakoni dosa yang sama, lalu kembali bertaubat dan lagi-lagi Allah SWT memberikannya ampunan. 

Tetap jauhi dosa

Itu Allah SWT ialah Zat yang Maha Mengampuni. Tidak ada dosa yang tidak berpeluang diampuni kecuali dosa syirik. 

Baca juga: Asmaul Husna: Allah Al-Ghaffar Tampakkan Keindahan Tutupi Keburukan

Meski demikian, bukan berarti kita boleh melakukan dosa semau kita karena merasa percaya diri bahwa dosa tersebut pasti diampuni. Kita tetap sebisa mungkin menjauh dari dosa. 

Barulah apabila telanjur mengerjakannya, segeralah kita meminta ampunan dari Allah SWT. Dan ingat dosa yang diremehkan akan menjadi besar dan berat. Namun jika kita menyesali dosa kemungkinan besar dosa menjadi kecil dan ringan. (OL-14)

Baca Juga

Dok BMKG

KTT G20 Menghitung Hari, BMKG Siap dengan Skenario Terburuk Potensi Bencana Alam

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 12:40 WIB
Kepala BMKG menegaskan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mebgantisipasi skenario terburuk apabila terjadi bencana alam saat...
Dok. Pirbadi

Mengenal Daus Rojali, PMI di Vietnam yang Punya Banyak Prestasi di Bidang Seni

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 12:07 WIB
Baru-baru ini, Daus Rojali juga masuk dalam 3 besar Kompetisi Vlog “Bekerja di Negeri Orang” Batch 2 yang diselenggarakan...
ANTARA/Budi Candra Setya

Orangtua Harus Paham Batas Kemampuan Anak Naik Gunung

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 12:05 WIB
Orangtua harus mengutamakan keselamatan anak jika ingin mengajaknya naik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya