Rabu 14 September 2022, 15:57 WIB

Dukung Ekosistem Digital, Transformasi Perpusnas Lahirkan 3 Juta Kreator Konten

Faustinus Nua | Humaniora
Dukung Ekosistem Digital, Transformasi Perpusnas Lahirkan 3 Juta Kreator Konten

ANTARA/DODO KARUNDENG
Pameran lukisan bersama bertajuk Orkestra dari Timur di gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (22/6/2021).

 

MENYAMBUT era metaverse, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dalam beberapa tahun terakhir sudah bertransformasi, dan terjibaku melahirkan sejumlah aplikasi digital popular, seperti Indonesia One Search (IOS) hingga Ipusnas. Meski begitu Perpusnas merasa hal itu belum cukup untuk mewujudkan ekosistem digital nasional.

“Tahun ini tagline Perpustakaan Nasional adalah transformasi perpustakaan menuju ekosistem digital nasional. Target kami tiga juta konten kreator di link-an yang kami himpun dari semua konten-konten kreator yang ada dari semua subjek pengetahuan,” ungkap Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando, dalam diskusi Inspirato Sharing Session bertajuk 'Transformasi Perpustakaan Membentuk Ekosistem Digital Nasional', Rabu (14/9).

"Bertepatan hari ini, 14 September 2022, Indonesia memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Hari Literasi Internasional pada 8 September lalu, kami sudah berhasil melahirkan 3 juta konten kreator. Kami akan launching Januari 2023,” sambung Syarif.

Baca juga: Sambut Hari Perhubungan Nasional, KCN Tanam 1.000 Mangrove

Disampaikan Syarif, pihaknya juga telah membahas konektivitas antara Perpusnas dengan teknologi penyimpanan data digital (block chain) sehingga bisa terhubung dengan perpustakaan-perpustakaan besar di dunia. Untuk mendukung hal itu, maka Perpusnas perlu melakukan perubahan paradigma perpustakaan. Dari yang hanya penyedia koleksi buku menjadi transfer knowledge. “Tugas yang paling mendesak saat ini adalah melakukan transfer knowledge,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengat bahwa ukuran keberhasilan pemerintah pada semua level perpustakaan yang dibangun adalah ketika terjadi kemajuan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang paling rendah. Maka yang harus dilakukan adalah mengubah cara bepikir, yaitu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Manusia Indonesia kini dipaksa hidup dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat.

“Dengan luas wilayah yang dimiliki, termasuk potensi alam dan sumber daya masyarakat, yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah teknologi untuk percepatan. Kita bisa menjadi pengendali teknologi. Teknologi tentu akan membawa kebaikan, terlepas dari segi bisnisnya. Dari segi bisnis ini menjadi peluang untuk menguasai kita,” katanya.

Baca juga: Belum Ada Bukti Penelitian Ilmiah, Bumbu Umami Picu Obesitas

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan memberikan apreasiasi terhadap Perpusnas dalam melakukan percepatan proses transformasi perpustakaan. “Sangat luar biasa yang dilakukan Perpustakaan Nasional. Sangat antisipatif meski anggaran minim,” katanya.

Meski anggaran terbatas, lanjut Putra, Perpusnas punya visi yang jauh ke depan yang perlu dikolaborasikan dengan banyak pihak, mulai dari pegiat literasi dan komunitas literasi, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya. Terkait penciptaan 3 juta konten kreator, pihaknya sangat mengapresiasi sebagai gerakan sosial membentuk komunitas digital.

“Ada keuntungan buat masyarakat digital, viewer pasti bertambah, lebih research full. Pembuat konten juga akan mencantumkan sumber dari Perpusnas, sehingga konten-konten yang dibuat sangat membantu dalam perkembangan pendidikan digital literasi di Indonesia,” terangnya.

Komisi X pun sangat mendukung transformasi perpustakaan dalam membentuk komunitas digital di Indonesia, dengan memberikan fungsi pengawasan. Menurutnya, yang harus dilakukan Perpusnas saat ini adalah mengajak seluruh warga untuk memproduksi konten, mengingat infrastruktur digitalnya sudah dipersiapkan.

Dia juga mengingatkan pentingnya transformasi perpustakaan di era digital, yaitu pusat pengetahuan, wahana belajar, melahirkan inovasi, dan kreativitas masyarakat. “Perpustakaan juga harus menjadi pusat kegiatan masyarakat dan membawa kemajuan kebudayaan,” pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

BPMI Setpres

Hari Ini, 23.508 Terima Vaksinasi Kedua

👤MGN 🕔Rabu 28 September 2022, 21:56 WIB
Total 171.140.621 orang telah menerima vaksin lengkap per Rabu...
Antara

82,72% Remaja Sudah Terima Vaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Rabu 28 September 2022, 21:46 WIB
Sementara itu, sebanyak 25.629.748 remaja telah menerima vaksin dosis...
DOK Bio Farma.

Bio Farma Ekspor Vaksin Polio Kontribusi terhadap Kesehatan Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 September 2022, 21:19 WIB
PT Bio Farma (Persero), induk usaha (holding) BUMN Farmasi, mengekspor vaksin polio atau novel Oral Polio Vaccine tipe 2 (nOPV2) setelah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya