Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Desainer fesyen Didiet Maulana mengatakan kebaya diharapkan bisa menjadi identitas bangsa Indonesia seperti kimono yang menjadi ciri khas dari negara Jepang.
"Penginnya kebaya ini jadi suatu tampilan fesyen yang bisa mengidentifikasi orang Indonesia, seperti Kimono yang orang langsung tahu itu Jepang," ujar Didiet dalam gelar wicara "Kebaya, Identitas Bangsa Menuju Warisan Dunia" di Jakarta, Jumat (9/9).
Gelar wicara "Kebaya, Identitas Bangsa Menuju Warisan Dunia" merupakan bagian dari pameran foto "Kebaja Saja" yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Antara melalui Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Redaksi Foto Kantor Berita Antara.
Acara dibuka oleh Direktur Keuangan dan MSDM Kantor Berita Antara Nina Kurnia Dewi. Diskusi ini menyoroti soal rencana akan diajukannya sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Rencana ini pun diikuti oleh gerakan "Kebaya Goes to UNESCO" yang digaungkan oleh para publik figur seperti dr. Reisa Brotoasmoro hingga Dian Sastro.
Didiet mengatakan bahwa gerakan menggunakan kebaya untuk kegiatan sehari-hari sedang diganderungi oleh anak muda.
Menurutnya, ini adalah fenomena yang positif dan harus dirayakan bersama. Sebab, anak muda mulai memiliki kesadaran untuk melestarikan fesyen asli Indonesia seperti halnya batik.
"Ini jadi fenomena yang sedang berjalan untuk bangga jadi orang Indonesia dan bangga dengan negerinya. Bagaimana mengenal kembali dan saling mendukung dan kebaya jadi hot dan tren, perajin-perajinnya jadi hidup dan ekosistemnya ada lagi," kata Didiet.
Hal senada juga disampaikan oleh Peneliti dan Pengamat Budaya dari Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Arleti Mochtar Apin. Menurutnya kebaya bisa menjadi ciri khas dari suatu bangsa.
Memadupadankan kebaya dengan hal kekinian seperti celana jeans, sepatu olahraga pun bukanlah hal yang tabu. Yang terpenting adalah kesadaran untuk mencintai apa yang sudah menjadi budaya bangsa.
"Saya sangat setuju kalau kebaya jadi identitas karena dengan kebaya kita bisa tampil sebagai bangsa yang punya ciri khas," kata Arleti.
Dia melanjutkan, "Budaya itu bersifat dinamis, nanti kalau sudah tahu latar belakangnya kebaya itu seperti apa baru diperbaiki penggunaannya, itu lebih baik daripada hilang." (Ant/OL-12)
Desainer mode Indonesia, Nila Baharuddin mempersembahkan koleksi busana pada acara eksklusif bertajuk “帰郷 ~Kikyō~ A Designer’s Homecoming” di Malinda Furniture Gallery Showroom
Busana yang dikenakan Nancy Ajram merupakan bagian dari koleksi Ivan Gunawan Deluxe, lini couture Ivan Gunawan.
Jakarta Fashion Week menghadirkan mulai dari nama-nama besar hingga talenta baru dari ajang Lomba Perancang Mode, Fashion Force, dan tentu saja para penggemar mode.
Rianti Wong, desainer karakter gim asal Indonesia yang kini berkarier di Jepang, merancang tampilan visual karakter echo berdasarkan konsep dan sketsa yang disiapkan oleh anggota JKT48.
Teknologi digital sangat mendukung karena kita dulu memulai malah tidak punya toko luring dan fokus ke website, e-commerce belakangan.
PANGGUNG pagelaran mode Senayan City Fashion Nation 2025 kembali digelar. Deretan karya desainer tanah air dengan berbagai karakter mewarnai panggung fashion show tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved