Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengatakan salah satu kunci dalam mengelola maupun menyelesaikan kesehatan masyarakat berada di tangan masyarakat itu sendiri.
"Kita dapat pelajaran luar biasa saat pandemi covid-19, terkait bahwa salah kunci untuk menyelesaikan masalah kesehatan ada di tangan seluruh masyarakat dan selalu kami sampaikan bahwa garda terdepan dalam pengelolaan kesehatan masyarakat adalah masyarakat itu sendiri," kata Adib melalui video sambutannya, dikutip Kamis (28/7).
Menurut Adib, saat semua masyarakat memahami arti kesehatan dan menjaga kesehatan, baik kesehatan pribadi maupun orang di sekitarnya, hal tersebut sangat membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia serta berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Baca juga: IDI Minta Dokter di Indonesia Mewaspadai Gejala Cacar Monyet pada Pasien
Untuk itu, Adib mengatakan IDI sangat mendorong upaya preventif dan promotif untuk mencapai hal tersebut yang akan berujung pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. IDI juga akan mendorong upaya pelayanan kesehatan yang mengedepankan sentuhan penuh perhatian.
"Karena kunci di dalam kesehatan adalah bagaimana kita bisa selalu happy," katanya.
Selain itu, kata Adib, penting juga untuk terus menggencarkan penerapan gaya hidup sehat kepada masyarakat, termasuk menciptakan lingkungan yang sehat dan membudayakan gerakan 3M yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan.
Menurut Adib, 3M harus dibudayakan tidak hanya untuk mencegah covid-19 tapi juga untuk mencegah penyakit-penyakit menular lainnya.
"Ini yang harus terus kita dorong menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Adib mengapresiasi pihak-pihak yang telah konsisten melakukan berbagai upaya preventif promotif dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
"Kami mengapresiasi, tidak hanya bicara soal kuratif tapi juga bicara terkait upaya preventif promotif untuk menyehatkan masyarakat Indonesia," tutup Adib. (Ant/OL-1)
Hingga saat ini, dokter belum tersebar merata di seluruh wilayah, sebagian besar masih terkonsentrasi di kota-kota besar.
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Iqbal Mochtar menjelaskan bahwa paparan dalam dosis tinggi dan jangka waktu lama cesium-137 atau cs-137 dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius
BARU-BARU ini, publik disuguhi kabar tidak sedap.
Padahal, peran dan posisi molegium dalam sistem pendidikan kedokteran sangat krusial dan menyangkut langsung mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto menilai komunikasi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin harus segera diperbaiki.
Kolegium kedokteran merupakan lembaga ilmiah yang menjaga independensi dalam penetapan standar kompetensi dokter, standar pendidikan profesi dokter yang bersifat otonom.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved