Selasa 12 Juli 2022, 08:00 WIB

Jangan Tunggu Sakit untuk Ajak Anak ke Dokter Gigi untuk Pertama Kali

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Jangan Tunggu Sakit untuk Ajak Anak ke Dokter Gigi untuk Pertama Kali

MI/ANDRI WIDIYANTO
Dokter gigi memeriksa seorang pasien anak di salah satu klinik di Kemang, Jakarta Selatan.

 

DOKTER gigi dari Klinik Rata Gita Caesaria mengingatkan para orangtua agar tidak mengajak anak ke dokter gigi pertama kali saat sedang sakit, agar mereka tidak takut pergi ke dokter gigi di kemudian hari.

"Jangan ajak anak ke dokter gigi ketika dia lagi sakit, karena memori yang akan diingat ya sakit. Kita sebagai dokter dan suster nantinya agak susah, karena baru dengar alatnya aja dia udah gelisah," kata Gita, dikutip Selasa (12/7)

Oleh karena itu, Gita menyarankan agar orangtua mengajak anak ke dokter gigi untuk melakukan perawatan gigi. Selain itu, anak juga perlu dikenalkan dengan alat-alat yang ada di sana.

Baca juga: Dokter Ingatkan Agar Segera Sikat Gigi Setelah Makan

"Harus dicontohin dulu. Setiap orangtuanya atau keluarganya ke dokter gigi, dia harus ikut. Pertama, dikenalkan dulu dengan dokternya, dengan alat-alatnya, dicontohin kalau perawatan gigi tuh duduknya di mana," ujar Gita.

Setelah anak mengenali dokter dan alat-alatnya, lanjut Gita, orangtua dapat mencoba mengajak anak melakukan perawatan pencegahan yang minim rasa sakit seperti pembersihan atau penambalan gigi. Setelah itu, jika dia memang sedang sakit, barulah ajak melakukan perawatan penyembuhan.

"Banyak banget yang skip hal ini dan langsung ke penyembuhan. Karena memang perlu pendekatan dan mesti dikenali juga ke alat-alatnya," imbuh Gita.

Gita mengatakan, anak sudah dapat melakukan perawatan ke dokter gigi sejak usia satu atau dua tahun, bahkan ketika gigi pertamanya baru tumbuh. 

Selain untuk melakukan pembersihan, penting juga untuk membentuk imun seperti dengan memberikan topical fluoride agar gigi susunya tetap terlindungi.

Menurut dia, anak yang gigi susunya terlindungi tentu akan lebih kuat dibanding dengan anak yang jarang bahkan tidak pernah ke dokter gigi, meskipun memiliki kebiasaan yang sama seperti hobi makan makanan manis dan mengedot sambil tidur.

"Jadi, kalau misalnya giginya berlubang itu tidak akan parah karena gigi susunya kuat. Dengan kebiasaan yang sama, tapi kalau dia sudah diberikan seperti topical fluoride, rusak (gigi) nya ya enggak akan serusak dibandingkan gigi anak yang belum pernah ke dokter gigi," pungkas Gita. (Ant/OL-1)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

Antara

BMKG Prediksi Hujan Deras di Sejumlah Wilayah Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 08:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia termasuk beberapa...
dok.humas UGM

Mahasiswa UGM Raih Juara 1 IEM Chem-E-Car Presentation Competition 2022

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:57 WIB
TIM Reactics Chem-E Car, Reactic Janaka UGM juara pertama pada perlombaan IEM Chem-E-Car Presentation Competition 2022, di...
ANTARA/Agha Yuninda

PPKM di Jawa-Bali Diperpanjang, Semua Daerah Level 1

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:43 WIB
Safrizal mengatakan penetapan level 1 di semua daerah berdasarkan pertimbangan para pakar. Kemudian mempertimbangkan kondisi faktual di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya