Selasa 05 Juli 2022, 11:30 WIB

Ini 8 Tips dan Langkah Mencegah Stunting

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Ini 8 Tips dan Langkah Mencegah Stunting

ANTARA/Mohamad Hamzah
Petugas mengukur lingkar kepala bayi untuk memantau pertumbuhan anak di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Palu, Sulawesi Tengah.

 

STUNTING merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang dan stimulasi lingkungan yang kurang mendukung, ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standard.

Stunting berdampak jangka panjang hingga lanjut usia. Oleh karena itu stunting berdampak sangat buruk bagi masa depan anak-anak.

Anak stunting, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya, namun juga terganggu perkembangan otaknya. Tentu, ini akan sangat memengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.

Baca juga: Angka Prevalensi Stunting Di Buleleng Turun Signifikan

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, tingkat prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4%. Artinya, satu dari empat balita di Indonesia mengalami stunting.

Namun kelahiran atau bayi stunting sebenarnya bisa dicegah.

Penyuluh KB Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Siti Fathonah mengatakan saat ini ada sekitar 6 juta anak di Indonesia yang mengalami stunting.

"Kemiskinan bukan satu-satunya faktor penyebab stunting, namun hal yang lebih banyak menjadikan anak stunting akibat minimnya pengetahuan saat sebelum menikah, hamil dan pola asuh yang salah terhadap anak," kata Fatonah dalam keterangannya Selasa (5/7).

Fatonah menyebut melalui edukasi dan sosialisasi kepada keluarga-keluarga yang terus dijalankan BKKBN dalam upaya percepatan penurunan stunting maka masyarakat dapat terbuka pola pikirnya dan dapat melakukan upaya-upaya pencegahan stunting.

Agar bayi yang dilahirkan tumbuh dengan sehat dan cerdas, berikut 8 tips dan langkah mencegah balita Anda mengalami stunting,

1. Lakukan pemeriksaan calon pengantin

Bagi calon pengantin perempuan, terlebih dahulu harus melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah, yang meliputi beberapa indikator pemeriksaan, yakni pemeriksaan lingkar lengan, berat badan, dan tinggi badan, pemeriksaan hemoglobin (HB) untuk mengetahui adanya anemia atau tidak.

"Jika hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan hasil di bawah indikator maka calon pengantin perempuan harus melaporkan ke Puskesmas atau layanan kesehatan ibu dan anak guna mendapat treatment," jelasnya.

Bagi calon pengantin pria tidak boleh merokok minimal tiga bulan sebelum pernikahan. Hal ini untuk menguatkan sperma karena sperma pria diproduksi 75 hari sebelum dikeluarkan.

"Calon pasangan pengantin juga sebaiknya mengunduh dan mendaftarkan diri di aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil) di playstore tiga bulan sebelum melangsungkan pernikahan," terangnya.

2. Konsumsi makanan yang mengandung nutrisi seimbang

Selama kehamilan, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi seimbang. Jika mengalami muntah-muntah, sang Ibu harus mencari cara agar makanan yang mengandung nutrisi seimbang itu dapat masuk dan diserap oleh tubuh.

"Gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, memperbanyak sumber protein (baik nabati maupun hewani) sangat dianjurkan dengan porsi lebih banyak daripada karbohidrat, di samping itu juga harus dibiasakan mengkonsumsi sayur dan buah," paparnya.

3. Menyusui dan ASI eksklusif

Memberikan ASI sedini mungkin, sesaat setelah melahirkan juga merupakan hal penting yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting. Colostrum yang diberikan sedini mungkin dapat melindungi bayi baru lahir dari infeksi dan mengurangi resiko kematian bayi.

"Pemberian ASI kepada bayi sejak dilahirkan sampai bayi berusia 6 bulan, atau disebut dengan pemberian ASI Ekslusif tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain, termasuk air putih (kecuali obat-obatan atau vitamin yang diberikan Dokter/Bidan)," lanjutnya.

4. Imunisasi

Pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), anak memiliki risiko yang cukup signifikan untuk terinfeksi penyakit apabila asupan gizi yang didapat tidak memadai. Infeksi yang berulang pada anak dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak yang dapat mengakibatkan stunting. Vaksinasi berperan dalam menurunkan angka kematian anak dan anak yang mendapatkan vaksinasi memiliki resiko yang lebih rendah untuk stunting.

5. Sanitasi dan akses air bersih

Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih, mendekatkan anak pada risiko ancaman penyakit infeksi pada balita seperti diare dan cacingan yang dapat menganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi, jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan masalah stunting. Untuk itu, perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan.

6. Memberikan vitamin A

Asupan rutin suplemen vitamin A setelah usia enam bulan dapat mengurangi kematian pada balita hingga hampir seperempat di daerah yang kekurangan vitamin A.

7. Memberi suplemen

Asupan rutin suplemen zat besi dan obat cacing dapat melindungi anak-anak dari kekurangan zat besi, anemia, dan perkembangan yang buruk. Selain itu, anak-anak juga dapat terlindungi dari gizi buruk dan anemia melalui suplementasi zat besi dan asam folat mingguan yang diawasi, pemberian obat cacing dua kali setahun.

8. Pentingnya edukasi bagi orangtua

Stunting juga dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang baik, misalnya dalam pemberian makanan penambah ASI (MPASI) atau makanan bagi balita. Masih banyak orangtua baru yang memberikan MPASI terlalu dini tanpa rekomendasi dari dokter anak, hal ini tentunya sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak. 

Calon orangtua atau calon ibu perlu diberikan edukasi sejak dini mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang baik saat hamil, serta memeriksakan kandungan minimal empat kali selama kehamilan juga pentingnya pemenuhan gizi bagi keluarga.

Itulah 8 tips dan langkah untuk mencegah stunting, semoga bayi yang dikandung dan dilahirkan dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas dan memiliki masa depan yang gemilang. (OL-1)

Baca Juga

DOK APP Sinar Mas

APP Sinar Mas Perkenalkan Industri Pulp dan Kertas Berkelanjutan

👤Widhoroso 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:34 WIB
DALAM upaya mendukung program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas memperkenalkan industri pulp dan...
Antara/Asep Fathulrahman.

Produksi Vaksin Lokal PMK Digenjot hingga 30 Juta Dosis

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:22 WIB
Pemerintah tengah menggiatkan produksi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dalam negeri berdasarkan stereotipe virus yang beredar di...
Ist

Hadirkan Sandiaga Uno Hingga Prilly Latuconsina, InspiraFest2022 Sukses Digelar

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 16:32 WIB
Berkolaborasi dengan MD Co, InspiraFest2022 mengusung tema ‘Build Your First Million Dollar Company’ untuk membantu UKM...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya