Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI hari ke-9 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1443H/2022M Kementerian Agama (Kemenag) mencatat jemaah haji sakit per Senin (13/6/2022) sebanyak 43 orang dan 38 orang di antaranya dengan rawat jalan dan 5 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.
"Kemudian jemaah wafat 2 orang yang berasal dari jemaah embarkasi Jakarta Pondeok Gede (JKG) dan Padang (PDG)," kata Kepala Biro humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama (Kemenag) Akhmad Fauzin dalam konferensi pers daring, Senin (13/6).
"Kita doakan semoga jemaah haji yang sedang sakit segera diberikan kesembuhan dan segera dapat melaksanakan rangkaian ibadahnya dan jemaah yang wafat semoga diampuni seluruh dosa dan kesalahannya serta diterima ibadah hajinya sebagai haji mabrur," jelas Akhmad Fauzin.
Sebelumnya Kemang juga menyebutkan ada 5 penyakit yang perlu diwaspadai para jemaah yakni selulit, dehidrasi, diabetes mellitus, hipertensi dan luka bakar atau kaki melepuh.
Sesuai laporan dari petugas bidang kesehatan bahwa dari jumlah jemaah yang telah tiba di Tanah Suci saat ini 40,10% jemaah memiliki potensi risiko tinggi terhadap kesehatannya.
Baca juga: Hari Ini, 9 Kloter Haji Diberangkatkan ke Madinah
Sehingga Kemenag mengimbau agar seluruh jemaah beristirahat yang cukup dan jangan melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan berlebih.
Kondisi cuaca di Arab Saudi saat ini dilaporkan bahwa suhu tertinggi 46 derajat celcius dan suhu terendah 38 derajat celcius pada dini hari dan ini menjadi cuaca dengan status siaga.
"Sehingga harus menjadi perhatian seluruh jemaah untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Apabila jemaah haji keluar ruangan agar melengkapi alat pelindung diri (APD) dan memakai alas kaki," ujarnya.
Kemenag juga menginformasikan dalam beberapa hari ini terdapat jemaah haji yang telapak kakinya mengelupas akibat berjalan di sekitar Masjid Nabawi tidak menggunakan alas kaki dengan cuaca yang begitu panas.
"Jemaah juga jangan menunggu haus untuk minum dan kami sarankan untuk tidak minum air dingin, namun tetap mengonsumsi vitamin dan menjaga kesehatan dengan makan tepat waktu serta istirahat yang cukup," pungkasnya. (Iam/OL-09)
SETELAH dirawat kurang lebih dua bulan di Tanah Suci, satu jemaah haji Debarkasi Padang akhirnya pulang ke Tanah Air. Ia adalah Mariatun Buyung Sutan (51) jemaah ex Kloter 05 Padang.
SEBANYAK 88 jemaah haji asal Debarkasi Solo (SOC) dirawat di rumah sakit di Arab Saudi, dan 45 jemaah haji lainnya meninggal hingga proses pemulangan haji ke tanah air hingga Rabu (25/6/2025).
MASIH ada 45 jemaah haji Indonesia yang di sejumlah rumah sakit Arab Saudi, baik di Makkah, Madinah, maupun Jeddah.
Sebanyak 1.308 jemaah di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) untuk penanganan lebih lanjut.
Ada 295 jemaah haji dibadalkan lantaran tidak mampu melanjutkan ibadah hajinya karena sakit atau wafat pada musim haji tahun ini.
Jjemaah haji wafat yang dicatat KKHI hingga Rabu (19/6) pukul 16.00 WAS mencapai 40 orang.
Marcel Radhival mengenang sosok Tika sebagai pendamping hidup yang sangat suportif.
Seorang warga yang terdampak banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Pendaki asal Magelang Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang sejak 17 hari lalu saat mendaki Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dia kehilangan nyawa di Arab Saudi setelah terjatuh dari lantai dua sebuah gedung tempatnya bekerja pada 18 Desember 2025.
Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan di Tol Batang–Semarang. Polisi mendalami dugaan gangguan kemudi pada truk trailer bermuatan besi.
"Ada satu meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Kalisari Batang yakni kernet bus bernama Sucipto (47), warga Ngromo RT 02 RW 08, Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved