Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELENGGARAAN Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 mengusung tema besar From Risk to Resilience: Towards Sustainable Development for All in a Covid-19 Transformed World.
GPDRR ke-7 secara resmi dibuka Presiden Joko Widodo dengan membunyikan kulkul atau kentongan Bali bersama Deputy Secretary General dan perwakilan delegasi.
Upacara pembukaan dihadiri secara fisik maupun virtual dari berbagai negara. Pertemuan akan dilakukan secara hibrida, tetapi lebih dari 80% hadir secara fisik di lokasi acara. UNDRR mencatat, ada 7.470 pendaftar yang berasal dari 185 negara anggota dan observer Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Direktur Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan, Kementerian Luar Negeri Achsanul Habib mengatakan, upaya pengurangan risiko bencana menjadi tanggung jawab setiap orang.
"GPDRR adalah kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan kebencanaan untuk memperluas jejaring dan menjalin kerja sama baik pada tingkat lokal, nasional, kawasan, maupun internasional guna semakin meningkatkan kapasitas Indonesia dalam isu kebencanaan," beber Habib dalam keterangan resmi, Rabu (25/5).
Sebagai tuan rumah GPDRR ke-7, Indonesia mengusung tema Memperkuat Kemitraan Menuju Resiliensi Berkelanjutan dengan jargon Gotong royong Tangguh Bencana.
Baca juga : Jokowi: Perlu Komitmen Global untuk Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim
Habib mengungkapkan, GPDRR juga diharapkan bisa meningkatkan kapasitas aktor lokal-nasional tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dalam kesiapsiagaan bencana untuk resiliensi berkelanjutan.
Sementara itu, Public Relation Officer UNDRR Omar Amach menekankan pentingnya pelaksanaan Kerangka Kerja Sendai untuk pengurangan risiko bencana.
“Hari ini adalah hari pertama dari rangkaian acara utama GPDRR 2022. Dan menjelang upacara pembukaan, akan diadakan High-Level Dialogue dengan tema Where do we stand? Global and regional perspectives on implementing The Sendai Framework,” kata Omar.
Pertemuan GPDRR dibagi menjadi beberapa sesi utama, yakni High Level Dialogue, Ministerial Roundtable, dan Side Events. Sejumlah tema yang dibahas pada High Level Dialog adalah Where do we stand? Global and regional perspectives on implementing the Sendai Framework dan Strengthening Disaster and Climate Risk Governance at National and Local Levels.
Sementara tema yang dibahas pada Ministerial Roundtable diantaranya Scaling-up Disaster Risk Reduction to Tackle the Climate Emergency. (OL-7)
Prakiraan cuaca BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali.
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
PKS meraih penghargaan terbaik Indeks Integritas Partai Politik (IIPP) 2025 dari Kemenko Polkam dan BRIN dalam Rakor Evaluasi di Bali.
Pullman Bali Legian Beach menggelar perayaan Imlek 17 Februari 2026 dengan buffet khas oriental, live cooking, Chinese dance, dan suasana hangat kebersamaan.
Pullman Bali Legian Beach menghadirkan Timeless Valentine 14 Februari 2026 dengan dinner romantis tujuh hidangan, live acoustic, dan Infinity Pool tepi pantai.
GUBERNUR Bali Wayan Koster akan mengalokasikan dana bantuan bagi Pecalang di seluruh desa adat di Bali. Bantuan tersebut per desa sebanyak Rp 50 juta untuk bantuan bagi Pecalang.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BMKG menyepakati bahwa kemampuan lingkungan dalam merespons air hujan yang jatuh menjadi faktor penting terjadi atau tidak terjadinya banjir.
Jepang telah menjadikan geosains sebagai basis pengambilan keputusan tertinggi.
Korban merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara, yang sedang mengemudikan kendaraan bernomor polisi B 2148 BOK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved