Kamis 19 Mei 2022, 17:35 WIB

Romo Benny Sebut Harkitnas Momentum Bangun Gerakan Melawan Radikalisme

mediaindonesia.com | Humaniora
Romo Benny Sebut Harkitnas Momentum Bangun Gerakan Melawan Radikalisme

DOK.MI
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo.

 

STAF Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo berharap Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap 20 Mei dapat menjadi momentum lahirnya pergerakan melawan paham intoleransi, ekstremisme, dan radikalisme.

"Pentingnya kesadaran bersama untuk membentuk gerakan nasional yang dapat mematahkan segala bentuk ideologi anti-Pancasila, termasuk sikap serta ujaran kebencian, agar jangan mendapatkan tempat di ruang publik," kata Antonius Benny Susetyo atau yang lebih dikenal Romo Benny di Jakarta, Kamis (19/5).

Bukan tanpa sebab, hal itu dikatakannya sebagai respons atas maraknya ancaman paham intoleransi, ekstremisme, dan radikalisme yang kerap kali berusaha menggoyahkan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang luhur.

Menurut dia, dibutuhkan gerakan nasional guna mempersempit gerak kelompok intoleran, ekstrem, dan radikal agar tidak berkembang lebih jauh.

"Kita harus punya sikap politik yang sama bahwa radikalisme, intoleransi, fanatisme, dan terorisme merupakan musuh kita bersama, karena menghancurkan martabat kemanusiaan, dan mengingkari Pancasila. Jadi dengan mempersempit ruang gerak mereka," ujar Romo Benny.

Pasalnya, dengan sikap politik yang sama maka masyarakat akan cenderung tidak merespon serta tidak mengikuti segala bentuk kampanye maupun tawaran dari kelompok radikal. Namun, justru masyarakat akan cenderung secara aktif mengkampanyekan kehidupan yang aman, damai dan toleran sebagaimana agama menjadi rahmat bangsa bangsa.

"Sehingga paham-paham itu akan hilang dengan sendirinya jika masyarakat tidak merespon dan mengucilkan mereka," tutur dia.

Ia melanjutkan upaya guna menutup ruang gerak kelompok radikal bukanlah pekerjaan mudah. Benny menilai saat ini generasi muda Indonesia sangat mudah diambil simpati melalui narasi dan kampanye pemutar balik fakta. Dan itu sangat mudah ditemui di setiap sudut dunia maya.


Baca juga: Unnes dan Turnitin Kerja Sama Tingkatkan Integritas Akademik


"Mereka (kelompok radikal) membuat kampanye publik untuk kemudian menarik simpati kaum muda yang memang tidak memiliki budaya kritis dan masih labil. Dan narasi mereka lebih banyak di dunia maya sehingga diyakini sebagai kebenaran," jelasnya.

Namun, ia juga menyampaikan optimismenya dalam menjadikan peringatan Harkitnas sebagai momen bangkit untuk melawan radikalisme, intoleransi, dan terorisme.

"Saya optimistis, tetapi tetap harus diimbangi dengan secara aktif mengkampanyekan budaya damai, toleransi dan keberagaman. Maka konten di media juga harus banyak menampilkan hal itu. Harus banyak ditampilkan di ruang publik," tegas Romo Benny.

Kedua, lanjutnya, perlu dengan mendorong kebijakan negara yang selalu mengedepankan budaya toleran, persaudaraan melalui pendidikan Pancasila sebagai penanaman karakter kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, dari sisi masyarakat bisa banyak menginisiatif gerakan seperti gotong royong, yang membangun ikatan persaudaraan sehingga terbangun relasi silaturahmi yang tidak membedakan etnis, suku, ras, agama. "Jadi merajut keindonesiaan itu lewat perjumpaan yang semakin diaktifkan," ujarnya.

Tidak hanya itu, Romo Benny juga menilai pentingnya peran dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai ujung tombak kehidupan bermasyarakat dan bernegara, melalui penyampaian narasi yang bukan hanya benar, namun juga menyejukkan, narasi kemajemukan, beragama, serta membawa muatan nilai cinta Tanah Air yang merupakan sebagian dari iman. Dengan begitu, akan terbangun energi positif di mana kekuatan masyarakat bersatu untuk mewujudkan kesejahteraan.

Ia berpesan kepada segenap masyarakat untuk dapat terus membangun kesadaran sebagai bangsa yang besar dan penuh keberagaman serta memahami pentingnya menjaga persatuan, kesatuan dan jiwa solidaritas.

"Kita maknai kembali Harkitnas guna memahami pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta membangun kesadaran sebagai bangsa yang besar, bangsa yang juga memiliki jiwa patriotisme dan jiwa solidaritas untuk mencapai kesejahteraan," tandasnya. (Ant/S-2)

Baca Juga

MI/YOSEPH PENCAWAN

Kemenkominfo Optimistis Tuntaskan Penghentian Siaran Analog dalam 4 Bulan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 17:35 WIB
Pemerintah bersama swasta terkait telah melakukan banyak hal dan mengeluarkan banyak biaya agar persiapan ASO dapat berjalan dengan...
MI/Susanto

Jelang Haji Akbar, Ini Imbauan untuk Jemaah Indonesia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 06 Juli 2022, 17:09 WIB
Seperti, jemaah haji perlu memperhatikan jadwal pergerakan ke Arafah. Hal ini penting agar seluruh jemaah dapat sampai di Arafah sesuai...
Antara

Update 6 Juli: Kasus Covid-19 Bertambah 2.743

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Rabu 06 Juli 2022, 17:03 WIB
Penambahan itu berdasarkan pemeriksaan terhadap 79.375...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya