Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJADIAN suhu harian yang tinggi di Indonesia sering dikaitkan sebagai akibat perubahan iklim.
"Pernyataan tersebut tidaklah salah meskipun juga tidak dapat dibenarkan sepenuhnya,” kata Plt. Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko dalam keterangannya Rabu (18/5).
Baca juga: Jokowi Izinkan Lepas Masker, Menhub: Pacu Kebangkitan Sektor Transportasi
Menurutnya, dalam setiap satuan kejadian cuaca, tidak dapat diatribusikan secara langsung ke pemanasan global atau perubahan iklim.
"Perubahan iklim harus dibaca dari rentetan data iklim yang panjang, tidak hanya dari satu kejadian,” sebutnya.
Namun begitu tren kejadian suhu panas dapat dikaji dalam series data yang panjang apakah terjadi perubahan polanya baik magnitudo panasnya maupun keseringan kejadiannya.
Analisis pengukuran suhu permukaan dari 92 Stasiun BMKG dalam 40 tahun terakhir menunjukkan peningkatan suhu permukaan dengan laju yang bervariasi. Secara umum trend kenaikan suhu permukaan lebih nyata terjadi di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
Pulau Sumatera bagian timur, Pulau Jawa bagian utara, Kalimantan dan Sulawesi bagian utara mengalami trend kenaikan >0.3celius per dekade. Laju peningkatan suhu permukaan tertinggi diketahui terjadi di Stasiun Meteorologi Temindung, Kalimantan Timur (0.95celsius per dekade), sedangkan laju terendah terdapat di Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin, Bima (0.01celsius per dekade). Suhu udara permukaan di wilayah Jakarta dan sekitarnya meningkat dengan laju 0.40 - 0.47celius per dekade.
Dari analisis ini nyatalah bahwa kejadian suhu udara panas kali ini memang dipengaruhi oleh faktor klimatologis yang diamplifikasi oleh dinamika atmosfer skala regional dan skala meso inilah yang menyebabkan udara terkesan menjadi "lebih sumuk" dan kemudian menimbulkan pertanyaan bahkan keresahan (selain kegerahan) publik.
Namun, BMKG sekali lagi juga meyakinkan bahwa kondisi ini bukanlah termasuk kondisi ekstrim yang membahayakan seperti gelombang panas “heatwave”.
“Meskipun masyarakat tetap dihimbau untuk menghindari kondisi dehidrasi dan tetap menjaga kesehatan,” pungkasnya. (OL-6)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta, periode Sabtu. 14 maret 2026.
BMKG rilis peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia akibat pengaruh eks-siklon tropis Nuri. Cek daftar wilayahnya.
Secara umum, langit Ibu Kota akan didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga berawan, namun potensi hujan ringan tetap mengintai sebagian wilayah pada sore hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta, Kamis 12 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Barat merilis prakiraan cuaca untuk periode Rabu, 11 Maret 2026.
BMKG Sumsel rilis peringatan dini cuaca 11 Maret 2026. Hujan lebat, petir, dan angin kencang landa Lahat, OKU, hingga Pagar Alam pagi ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved