Senin 16 Mei 2022, 14:02 WIB

Virus Hendra Bisa Mengancam Kuda dan Manusia

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Virus Hendra Bisa Mengancam Kuda dan Manusia

Ist/Sematic-scholar
Proses penularan virus Hendra dari kelelawar ke kuda dan berlanjut ke manusia.

 

MESKI banyak dunia masih fokus pada penanganan covid-19 dan hepatitis akut pada anak, masyarakat dunia juga khawatir dengan adanya Hendra Virus (HeV) yang berasal dari feses kelelawar dan kelelawar bisa berimigrasi.

Virus Hendra (HeV) merupakan berasal dari kelelawar dan sudah terjadi pada 1994 dan 2016 yang menularkan ke kuda dan manusia. Saat ini virus tersebut sudah menjadi endemi di tempat pertama kali ditemukan di Australia.

Namun dari penelitian terbaru disebutkan bahwa HeV terdeteksi dalam urin kelelawar berkepala hitam dan abu-abu yang sebelumnya tidak berisiko tinggi untuk menularkan virus Hendra namun ternyata juga bisa menularkan HeV.

"Seringkali manusia tertular dari virus ini karena kelelawar pemakan buah sering menginfeksi kuda melalui kotoran kelelawar mencari makanan kuda," kata Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman saat dihubungi, Senin (16/5).

Baca juga: IPB: Batasi Lalu Lintas Ternak Berpenyakit Mulut dan Kuku

Sebesar 80% kuda yang terinfeksi HeV ini mengalami kematian dan manusia yang bisa terinfeksi karena terpapar jaringan kotoran kuda yang terinfeksi.

"Dan pada manusia pun 70 persen yang terpapar mematikan. Sebanyak 7 dari 10 orang yang terpapar HeV meninggal dunia sehingga ini merupakan sumber penyakit dari binatang atau zoonosis mematikan dan berbahaya," ujar Budi.

Dicky menjelaskan gejala yang sering muncul dari penyakit ini adalah demam, batuk, nyeri tenggorokan, sama seperti flu namun disertai dengan meningitis.

Jika berkembang gejalanya bisa menyebabkan panas tinggi, kejang, hingga kematian. Namun, Dicky menjelaskan bahwa HeV pada manusia kasusnya relatif jarang.

"Sejak tahun 1994 sejak deteksi, sampai 2013 pun sangat jarang. Sekali lagi ini berkaitan bagaimana manusia mengelola kotoran kuda dan sanitasi sangat penting," ungkapnya.

HeV ini hampir sama dengan rabies dan masuk ke Lisa virus yang mematikan. Penyakit ini ditularkan hewan ke manusia, namun dari manusia ke manusia ini belum ditemukan. J

ika virus HeV bertahan di kotoran kuda maka akan bertahan sekitar 4 hari dan menyebabkan penting sekali kebersihan.

Virus ini juga bisa dicegah dengan vaksinasi namun khusus untuk kuda.

"Artinya vaksinasi menjadi suatu yang sangat penting untuk kuda, jika berbicara terapi maka belum ada," pungkasnya. (Iam/OL-09)

Baca Juga

Ist

Kemenkominfo Ajak Masyarakat Bermedia Digital dengan Baik

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 07 Juli 2022, 00:01 WIB
Dr. Meithiana Indrasari, S.T., MM, mengtaakan di dalam dunia digital, digitalisasi budaya dalam jati diri kita dalam ruang digital tidak...
MI/SUSANTO

Jemaah Bersiap Melaksanakan Puncak Ibadah Haji Kamis Pagi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 23:30 WIB
Perjalanan haji dimulai dari maktab atau hotel jemaah tinggal, sudah mandi, berpakaian ihram dan niat haji kemudian diberangkatkan mulai...
Freepik.com

Literasi Digital Dapat Mengurangi Perundungan Digital

👤Mediandonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 23:06 WIB
Sekretaris Digimom Indonesia May Safitri memaparkan, remaja menjadi salah satu target atau korban utama dari perundungan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya