Kamis 21 April 2022, 05:45 WIB

Animo Satuan Pendidikan Terapkan Kurikulum Merdeka Terus Meningkat

Faustinus Nua | Humaniora
Animo Satuan Pendidikan Terapkan Kurikulum Merdeka Terus Meningkat

ANTARA/Muhammad Adimaja
Sejumlah murid belajar menggunakan perangkat laptop di SDN 01 Malasari, Nanggung, Bogor, Jawa Barat.

 

DIREKTORAT Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) mengapresiasi tingginya animo satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Hingga Rabu (20/4), tercatat sebanyak 62.955 satuan pendidikan sudah mendaftar sebagai peserta dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Ditjen GTK menggelar Seri Webinar Implementasi Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar yang membahas berbagai topik dan praktik Kurikulum Merdeka. 

Hal itu bertujuan meningkatkan pemahaman para kepala satuan pendidikan dan guru dalam mempersiapkan implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri di masing-masing wilayah. Webinar yang dihadiri lebih dari 7.000 kepala sekolah dan guru dari satuan pendidikan di seluruh Indonesia itu kali ini mengangkat tema Filosofi Kurikulum Merdeka.

Baca juga: DPRD DKI akan Bentuk Pansus Pendidikan

Direktur Jenderal (Dirjen) GTK Iwan Syahril mengapresiasi langkah-langkah pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam bentuk seri webinar. 

Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkaya pengetahuan dan menyamakan visi bersama dalam mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia.

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan Kemendikbud-Ristek dalam mengatasi krisis pembelajaran yang diperparah adanya pandemi covid-19. Krisis pembelajaran meningkatkan kesenjangan pembelajaran antarwilayah dan antarkelompok sosial ekonomi serta mengakibatkan hilangnya pembelajaran (learning loss).

“Untuk menjawab krisis pembelajaran tersebut, Kemendikbud-Ristek meluncurkan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar pada 11 Februari 2022 lalu. Arah kebijakan Kurikulum Merdeka lebih fokus pada materi yang esensial, struktur kurikulum yang lebih fleksibel, dan memberikan keleluasan bagi guru untuk menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta didik,” jelas Iwan dalam keterangan resmi, Kamis (21/4).

Iwan juga menuturkan penyelenggaraan Seri Webinar Implementasi Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar diharapkan dapat memberikan dukungan bagi para guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Sehingga bisa memperoleh pemahaman terkait Kurikulum Merdeka secara menyeluruh.

“Ini merupakan salah satu upaya untuk saling belajar dan berbagi antarsesama guru dan pendidik yang sejatinya harus tumbuh menjalar di dalam diri guru masing-masing, tumbuh untuk menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat sehingga mampu memberikan layanan pembelajaran yang optimal bagi peserta didik,” terangnya.

Direktur Guru Pendidikan Dasar Rachmadi Widdiharto mengatakan seri webinar ini dapat menjadi wahana berbagi praktik baik bagi kepala sekolah dan guru-guru yang telah melaksanakan atau mengimplementasikan kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Sehingga bagi sekolah yang belum mengimplementasikan Kurikulum Merdeka bisa mendapatkan gambaran yang nyata bagaimana penerapan kurikulum merdeka di sekolah.

Webinar tersebut, menurut Rachmadi, dipandang sebagai langkah untuk mengajak dan mendorong kepala sekolah dan guru di satuan pendidikan dalam memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar. Platform tersebut menjadi media pembelajaran yang akan mendampingi pendidik dan tenaga kependidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

Webinar Implementasi Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar akan dilaksanakan pada 18 April sampai dengan akhir Juni 2022. Hal itu mempertimbangkan waktu Implementasi Kurikulum Merdeka yang akan dilaksanakan pada awal semester baru yakni Juli 2022 bagi satuan pendidikan yang memilih pilihan (kurikulum) Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi.

“Setiap seri webinar akan membahas topik-topik yang berkaitan dengan persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri, antara lain Filosofi Kurikulum Merdeka, Struktur Kurikulum Merdeka, kurikulum operasional tingkat satuan pendidikan, capaian pembelajaran, asesmen, proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila, layanan helpdesk, komunikasi belajar yang mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka, serta beberapa topik menarik lain yang akan disajikan kemudian,” tambah Rachmadi tentang perencanaan program webinar ke depannya. (OL-1)

Baca Juga

verywell

Asupan Air Penting untuk Perkembangan Organ Anak

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 14:00 WIB
Anak punya kebutuhan metabolisme lebih tinggi dibandingkan orang dewasa sebagai dampak dari tumbuh kembang...
DOK/UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG

Universitas Muhammadiyah Bandung Kukuhkan Mahasiswa Baru. Ini 4 Amanat Rektor

👤Media Indonesia 🕔Jumat 30 September 2022, 13:45 WIB
Rektor mengingatkan peningkatan kesadaran teknologi informasi merupakan suatu keniscayaan dalam menghadapi era disrupsi...
ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Badan POM Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Indovac dan AWCorna

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 30 September 2022, 13:35 WIB
Indovac merupakan vaksin covid-19 produksi dalam negeri yang dikembangkan dari hulu hingga hilir oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya