Selasa 12 April 2022, 13:55 WIB

Sandiaga : Hingga April, Turis Australia Paling Banyak Berkunjung ke RI

 Insi Nantika Jelita | Humaniora
Sandiaga : Hingga April, Turis Australia Paling Banyak Berkunjung ke RI

ANTARA FOTO/Maulana Surya
Sejumlah turis asing berfoto bersama saat mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

 

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, turis asal Australia memuncaki jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia.

“Semenjak dibuka sampai 3 April 2022, tercatat 63% WNA yang masuk ke Indonesia, Australia menempati posisi pertama dengan menyumbang wisatawan 21%," kata dia dalam keterangan pers, Selasa (12/4).

Minat turis Australia pada destinasi wisata di Indonesia dikatakan besar, terutama Bali. Kemenparekraf menargetkan 1,4 juta wisatawan dari Negeri Kangguru itu menikmati liburan di Tanah Air.

"Namun, jika 1,4 juta ingin dicapai, butuh kolaborasi yang masif dari seluruh stakeholder pariwisata. Seperti menghadirkan jumlah penerbangan lebih banyak," ucapnya.

Sandiaga bersama rombongan mencoba penerbangan maskapai Jetstar dari Sydney menuju Denpasar menggunakan pesawat Boeing 787 pada (10/4) lalu.

Baca juga: Sandiaga Targetkan 1,4 Juta Turis Australia Kunjungi Indonesia

Ia diketahui melakukan kunjungan kerja dari 5-10 April 2022 dengan bertemu beberapa Menteri Negara Australia dan Gubernur Victoria, juga menghadiri berbagai kegiatan penyelenggaraan pariwisata di sana.

“Penerbangan kemarin fully booked dengan total 335 penumpang," kata dia.

Penerbangan ini disampaikan Menparekraf menjadi permintaan yang tinggi dengan load factor atau faktor muat yang mencapai 100% sejak dioperasikan pada 14 Maret 2022.

"Kondisi ini diprediksi akan berlangsung sampai beberapa minggu ke depan lantaran masa libur paskah,” prediksinya.

Jetstar sendiri, kata Menparekraf, mengoperasikan 3 rute penerbangan ke Denpasar yaitu 3 kali perminggu dari Melbourne dan Sydney dan setiap hari dari Perth mulai 8 April 2022. Menurut Sandiaga, jumlah tersebut dirasa masih kurang untuk mengakomodasi minat wisman Australia datang ke Bali.

“Apabila jumlah penerbangan ditambah, tentunya wisman akan bertambah dan ini akan membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja," pungkasnya. (Ins/OL-09)

Baca Juga

Antara

Penerapan Kelas Rawat Inap Standar Ditunda karena Regulasi belum Rampung

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 01 Juli 2022, 21:25 WIB
UJI coba kelas rawat inap standar (KRIS) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional yang semula direncanakan akan dimulai 1 Juli 2022...
Ist/Youtube

Sinergia Animal Ajak Kurangi Konsumsi Daging untuk Tekan Emisi GRK

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 21:23 WIB
Produk makanan berbasis hewani bertanggung jawab atas 57% darisemua emisi gas rumah kaca (GRK) secara...
Dok. Dgital Hospital

Dukung Kesehatan Jemaah, Digital Hospital Luncurkan Produk Hajj Umra Healthcare

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 20:41 WIB
Andy mengungkapkan, seringkali agen perjalanan menemui kendala teknis dalam pemberian layanan suntik meningitis sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya