Kamis 07 April 2022, 21:44 WIB

Navigasi Pasien Kanker Berperan Jembatani Kesenjangan Perawatan

Siswantini Suryandari | Humaniora
 Navigasi Pasien Kanker Berperan Jembatani Kesenjangan Perawatan

Dok
Peserta kemitraan program Peningkatan Kapasitas Navigasi Pasien Kanker untuk membangun layanan NAPAK profesional di rumah sakit

 

PASIEN kanker seringkali menemui kesulitan dan tantangan selama menjalankan perawatan penyakitnya. Bantuan untuk mendukung navigasi pasien sepanjang perawatan dapat memberikan hasil terapi dan kepuasan pasien yang lebih baik. Sekaligus memiliki manfaat secara finansial yang penting bagi penyedia layanan.

Meskipun Navigasi Pasien Kanker (NAPAK) telah diakui berperan untuk menjembatani berbagai kesenjangan dan mengatasi beragam kebutuhan dalam sistem perawatan kanker, NAPAK dan unitnya belum diterapkan dalam sistem perawatan pasien kanker di Indonesia.

Berangkat dari latar belakang inilah serta dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Dunia, Roche Indonesia, Pusat Kanker Nasional Dharmais, dan Tata Memorial Centre (TMC), India, hari ini, Kamis (7/4) menandatangani perjanjian kemitraan program Peningkatan Kapasitas Navigasi Pasien Kanker untuk membangun layanan NAPAK profesional di rumah sakit, demi meningkatkan pengalaman terapi pasien dan hasil perawatan kanker yang lebih baik.

"Kami bangga dapat bermitra dengan Roche dan Tata Memorial Centre dalam program peningkatan kapasitas NAPAK ini. Dan kami yakin hal ini akan mendukung misi kami untuk meningkatkan kelangsungan hidup pasien di Indonesia dengan diagnosis, pengobatan, dan perawatan paliatif yang tepat waktu," ujar dr. Soeko Werdi Nindito, Presiden Direktur Pusat Kanker Nasional Dharmais dalam webinar, Kamis (7/4).

Ia menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan program NAPAK dan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan lain demi melaksanakan dan meningkatkan program tersebut ke banyak rumah sakit dalam jaringan pusat kanker nasional. Dan dukungan dari Kementerian Kesehatan.

"Dengan melakukan hal tersebut, kami berharap dapat mempercepat peningkatan perawatan kanker di Indonesia," ujarnya.

Berdasarkan konsep yang dikembangkan oleh Dr. Harold Freeman (1990) di Harlem, Amerika Serikat, navigasi pasien dirancang untuk menghilangkan hambatan dalam mendapatkan skrining, diagnosis, pengobatan, dan perawatan paliatif yang tepat waktu.

Navigasi pasien dalam bentuk bantuan individual ini ditawarkan kepada pasien, keluarga, dan pengasuh ketika mengatasi hambatan pada sistem perawatan kesehatan. Peran navigasi pasien ini juga dapat memfasilitasi akses yang tepat waktu terhadap perawatan kesehatan dan psikososial yang berkualitas dari pra-diagnosis sampai di setiap fase pengobatan kanker.

"Roche dan Rumah Sakit Kanker Nasional Dharmais terus bermitra dengan visi yang sama untuk mendukung upaya-upaya pengendalian kanker di Indonesia. Setelah meluncurkan inisiatif peningkatan kapasitas perawat onkologi sebelumnya, kami bangga dapat menggerakkan program pelatihan komprehensif pertama di Indonesia untuk NAPAK," kata dr. Ait-Allah Mejri, Presiden Direktur Roche Indonesia.

"Navigasi pasien kanker adalah sebuah bagian yang semakin diakui dalam memberikan pelayanan kanker yang berkualitas tinggi dan berpusat pada pasien. Inisiatif baru ini menegaskan kembali komitmen Roche untuk terus mengembangkan solusi dan sumber daya baru untuk mendukung pengalaman pasien di sepanjang perjalanan perawatan kanker," lanjutnya.

Tata Memorial Centre (TMC) India adalah institusi pertama di dunia yang menawarkan KEVAT, sebuah program diploma pascasarjana satu-tahun di bidang navigasi onkologi.

TMC sudah berkolaborasi dengan TISS (Tata Institute of Social Sciences), sebuah universitas ternama yang menawarkan program sarjana dan pascasarjana di bidang edukasi sosial, untuk mengembangkan kurikulum dan pelatihan tentang navigasi pasien.

TISS memberikan edukasi dari aspek psikososial perawatan pasien, sementara TMC menangani pelatihan dari aspek klinis. Diploma ini ditawarkan bersama oleh TMC dan TISS. Program yang sama ini sudah disesuaikan untuk keperluan di Indonesia.

Dalam kemitraan ini, TMC membawa serta keahlian yang mereka miliki di NAPAK. TMC telah lama mendirikan NAPAK sebagai Kevat dan mengintegrasikannya di dalam sistem layanan rumah sakit mereka.

baca juga: Ini Tanda-Tanda dan Gejala Kanker Ovarium

Program pelatihan intensif di Indonesia akan dilakukan dengan model pembelajaran bauran yang menggabungkan tutorial daring, pelatihan praktek di TMC, diikuti dengan pelatihan praktek di rumah sakit yang berpartisipasi di bawah supervisi para ahli. Setelah menyelesaikan program dengan sukses, peserta akan mendapatkan gelar diploma gabungan dari TMC & TISS.  

Untuk memastikan keberlanjutan program, akan ada proses alih pengetahuan. TMC akan memberikan dukungan teknis kepada Pusat Kanker Nasional Dharmais untuk mendirikan dan mengintegrasikan NAPAK di dalam sistem rumah sakit, melokalisasi kurikulum dan mendirikan pusat pelatihan di Indonesia.

"Berpikir secara global dan bertindak secara lokal adalah prinsip yang telah bekerja sangat baik dalam Navigasi Pasien. Setelah mengidentifikasi kebutuhan pasien melalui survei, kami telah membentuk SOP untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan kepatuhan 100% terhadap pengobatan. Kami akan menyesuaikan ini untuk Indonesia, sehingga bisa efektif secara lokal," kata Dr. Rajendra Badwe, Direktur Tata Memorial Centre.

Kemitraan dalam implementasi NAPAK ini adalah yang pertama di Indonesia. Semua pihak yang terlibat menegaskan kembali komitmen mereka terhadap keberhasilan program percontohan ini serta keberlanjutannya. Harapannya akan ada lebih banyak pasien yang mendapatkan manfaat dari kualitas layanan perawatan kanker serta kesempatan terbaik selama perawatan. (N-1)

 

Baca Juga

Antara

Aliran Listrik Putus Saat Cuaca Ekstrem, Ini Kata PLN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 03 Oktober 2022, 22:26 WIB
Pemutusan aliran listrik, khususnya saat musim penghujan, disebabkan oleh sejumlah faktor. Seperti, gardu listrik terendam air dan adanya...
Antara

Update 3 Oktober 2022: Kasus Covid-19 Bertambah 1.134 Hari Ini

👤MGN 🕔Senin 03 Oktober 2022, 22:09 WIB
Sementara itu, kasus aktif berkurang 1.140 sehingga menjadi 16.294...
HO

28 Penerima Arigatou Fellowship Ikuti Lokakarya Regional Pendidikan Etika

👤Widhoroso 🕔Senin 03 Oktober 2022, 21:50 WIB
ARIGATOU International menggelar Lokakarya Regional Pendidikan Etika di Yogyakarta, 2-9 Oktober...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya