Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERPUSTAKAAN Nasional (Perpusnas) RI mencatat bahwa Indonesia masih kekurangan buku atau bahan bacaan di setipa perpustakaan daerah, provinsi, perguruan tinggi, hingga desa hanya sebanyak 28.512,996 eksemplar.
"Kalau dibagi dengan 273,8 juta penduduk maka angka rasionya adalah 1 buku berbanding 93 orang. Standar UNESCO rata-rata 1 orang tersedia 3 buku baru setiap tahun di perpustakaan," kata Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando melantik Taufiq A Gani dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI di Senayan, Kamis (7/4).
Di Asia Timur dan Eropa rata-rata penyediaan buku di perpustakaan daerah sudah di atas 20 buku baru per orang tiap tahunnya.
Baca juga: Penyintas Covid-19 Alami Kenaikan Risiko Penggumpalan Darah Selama 6 Bulan
"Jika mengacu pada standar minimal dan memenuhi dibutuhkan jika kalkulasinya Rp50 ribu per eksemplar maka dikalikan dengan 792.887.004 buku sema dengan kurang lebih Rp39 triliun," ujarnya.
Untuk koleksi karya cetak dan karya rekam nasional di Perpusnas mencapai 2.939.008 eksemplar. Jumlah karya cetak sebanyak 1.606.281 eksemplar, sedangkan karya rekam sebanyak 917.078 eksemplar.
Selain itu, permasalahan lainnya yakni sampai saat ini dari 164.610 perpustakaan yang ada di Tanah Air yang terakreditasi baik hanya 11.486 perpustakaan atau hanya 6,9%. Kecilnya jumlah perpustakaan yang berakreditasi baik dikarenakan kecilnya anggaran sehingga tidak sulit untuk menambah koleksi buku atau menambah fasilitas.
"Kenapa terlalu kecil perpustakaan terakreditasi bak dari 164 ribu, itu disebabkan anggarannya juga sangat kecil, untuk tahun uni itu sekitar Rp3 miliar," ujar Syarif.
Padahal diperkirakan dibutuhkan sekitar Rp186.163.472 untuk meningkatkan akreditasi perpustakaan menjadi B. Sehingga jika 153.124 perpustakaan untuk naik level maka dibutuhkan kurang lebih sekitar Rp28 triliun. (H-3)
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpusnas sudah banyak menggulirkan bantuan program penguatan budaya baca seperti lewat bantuan bahan bacaan bermutu yang disampaikan ke desa, taman baca masyarakat, rumah ibadah.
"Anak tidak hanya membaca teks singkat, tetapi juga belajar memahami konteks dari gambar, karakter dan tokoh di dalam komik secara berkelanjutan,"
Anggota DPR RI Bonnie Triyana, menyoroti pemangkasan anggaran untuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpustakaan kini menjadi pusat pengetahuan dan budaya, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Pemanfaatan teknologi imersif dalam layanan kepustakaan merupakan terobosan penting yang jarang dilakukan oleh institusi publik.
Tata kelola data terbuka, literasi digital, dan tanggung jawab etis dalam pemanfaatan AI di institusi pendidikan tinggi menjadi sorotan dalam konferensi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved