Kamis 07 April 2022, 12:31 WIB

Indonesia Masih Kekurangan Bahan Bacaan di Perpustakaan

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Indonesia Masih Kekurangan Bahan Bacaan di Perpustakaan

ANTARA/IRFAN ANSHORI
Pengunjung melihat pameran lukisan dan literasi di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Bung Karno Blitar, Jawa Timur, Selasa (15/2/2022)

 

PERPUSTAKAAN Nasional (Perpusnas) RI mencatat bahwa Indonesia masih kekurangan buku atau bahan bacaan di setipa perpustakaan daerah, provinsi, perguruan tinggi, hingga desa hanya sebanyak 28.512,996 eksemplar.

"Kalau dibagi dengan 273,8 juta penduduk maka angka rasionya adalah 1 buku berbanding 93 orang. Standar UNESCO rata-rata 1 orang tersedia 3 buku baru setiap tahun di perpustakaan," kata Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando melantik Taufiq A Gani dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI di Senayan, Kamis (7/4).

Di Asia Timur dan Eropa rata-rata penyediaan buku di perpustakaan daerah sudah di atas 20 buku baru per orang tiap tahunnya.

Baca juga: Penyintas Covid-19 Alami Kenaikan Risiko Penggumpalan Darah Selama 6 Bulan

"Jika mengacu pada standar minimal dan memenuhi dibutuhkan jika kalkulasinya Rp50 ribu per eksemplar maka dikalikan dengan 792.887.004 buku sema dengan kurang lebih Rp39 triliun," ujarnya.

Untuk koleksi karya cetak dan karya rekam nasional di Perpusnas mencapai 2.939.008 eksemplar. Jumlah karya cetak sebanyak 1.606.281 eksemplar, sedangkan karya rekam sebanyak 917.078 eksemplar.

Selain itu, permasalahan lainnya yakni sampai saat ini dari 164.610 perpustakaan yang ada di Tanah Air yang terakreditasi baik hanya 11.486 perpustakaan atau hanya 6,9%. Kecilnya jumlah perpustakaan yang berakreditasi baik dikarenakan kecilnya anggaran sehingga tidak sulit untuk menambah koleksi buku atau menambah fasilitas.

"Kenapa terlalu kecil perpustakaan terakreditasi bak dari 164 ribu, itu disebabkan anggarannya juga sangat kecil, untuk tahun uni itu sekitar Rp3 miliar," ujar Syarif.

Padahal diperkirakan dibutuhkan sekitar Rp186.163.472 untuk meningkatkan akreditasi perpustakaan menjadi B. Sehingga jika 153.124 perpustakaan untuk naik level maka dibutuhkan kurang lebih sekitar Rp28 triliun. (H-3)

Baca Juga

DOK.MI/Youtube

Satgas PMK Dibentuk agar Virus tidak Meluas dan Berdampak pada Ekonomi Nasional

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 21:25 WIB
Pembentukan Satgas PMK sebagai tindak lanjut amanat Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan permasalahan PMK yang kembali merebak di...
MI/SUSANTO

Jemaah Haji Indonesia Diimbau tidak Buang Sampah Sembarangan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 20:40 WIB
Menurut Khanif, kebersihan lingkungan seputar hotel juga harus dijaga bersama demi kesehatan...
indianexpress.com

Kebebasan Berekspresi saat Bermedia Digital Jangan Kebablasan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 20:25 WIB
Dalam dunia digital setiap orang berinteraksi dengan berbagai macam latar belakang budaya. Dengan perbedaan itu, interaksi antar pengguna...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya