Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS PP Muhammadiyah, Agung Danarto menilai penerapan Kurikulum Merdeka perlu dukungan anggaran hingga kapasitas pengajar untuk mengajarkan hal baru kepada siswa. Namun sayangnya tidak semua sekolah memiliki sarana dan perangkat yang mendukung.
"Kurikulum Merdeka didesain mengandung fleksibilitas, namun ternyata tidak sederhana. Guru-guru perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk dapat menginterpretasikan dan menerapkan berbagai hal dalam kurikulum merdeka ini," kata Agung dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/4).
Baca juga: Menteri LHK Bentuk Tim Khusus untuk Capai Target FoLU Net Sink 2030
Kurikulum Merdeka pada awalnya dikatakan untuk menghadapi pandemi dan menangani learning loss padahal kurikulum ini didesain sebelum pandemi.
Agung merekomendasikan agar kurikulum pembelajaran harus berdasarkan landasan filosofis yang jelas, kemudian adanya dukungan dari negara terhadap sekolah-sekolah yang tidak memiliki sarana serta perangkat yang belum mendukung.
"Tidak ada kejelasan landasan filosofis diberlakukannya kurikulum merdeka yang lebih sebagai lompatan kebijakan. Jika pun kurikulum merdeka dianggap berhasil, besar kemungkinan karena pendampingan dalam pelatihan dan pembiayaan pada sekolah penggerak, belum tentu karena kurikulumnya," ungkap Agung.
Sehingga, lanjut Agung, dalam upaya learning recovery setelah adanya learning loss, sekolah-sekolah agar tidak diberikan beban untuk adopsi kurikulum yang baru.
"Agar dipertegas bahwa tetap ada pilihan untuk memilih kurikulum. Dan dapat menggunakan kurikulum 2013 yang disederhanakan," pungkasnya. (OL-6)
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyatakan, capaian tersebut mencerminkan arah kebijakan pendidikan Islam yang semakin kompetitif dan adaptif.
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merancang skenario penerapan kurikulum penanggulangan dampak bencana banjir dan lonsor yang terjadi di Sumatra dan Aceh.
Inisiasi Smart Integrated Dashboard Vokasi merupakan tindaklanjut arahan Presiden pada rapat kabinet tanggal 4–5 November lalu.
Sistem pendidikan yang kolaboratif merupakan kunci dalam mencetak generasi masa depan yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global.
Berpikir komputasional bukanlah kurikulum atau kegiatan baru, melainkan proses berpikir terstruktur yang dibangun lewat kegiatan sehari-hari.
Program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya mahir mengolah data, tetapi juga mampu menciptakan solusi cerdas berbasis teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved