Minggu 03 April 2022, 10:10 WIB

BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter

 Ferdian Ananda Majni | Humaniora
BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Ilustrasi. Gelombang tinggi disertai angin kencang menerjang kawasan tersebut di Teluk Labuan, Pandeglang, Banten.

 

BADAN Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 3-4 April 2022.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Laut - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Selatan - Barat dengan kecepatan angin berkisar 5 - 15 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna, Laut Sulawesi, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, dan perairan utara Papua Barat,"kata Plt Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Urip Haryoko dalam keterangannya Minggu (3/4).

Kondisi ini menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di Selat Malaka bagian tengah, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh - Kepulauan Mentawai, perairan P. Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sunda bagian barat - selatan, perairan selatan P. Jawa - P. Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan.

Samudra Hindia Selatan Jawa - NTB, Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan Bitung - Likupang, Laut Maluku bagian utara, perairan utara dan timur Kep. Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Sorong, perairan utara Jayapura - Sarmi, Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua Barat, Teluk Cendrawasih.

"Gelombang di kisaran lebih tinggi 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di perairan utara Kep. Anambas - Kep. Natuna, perairan utara Manokwari - Biak, Samudra Pasifik Utara Biak - Jayapura," sebutnya.

Sedangkan untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0 - 6.0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara.

Untuk itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti perahu nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter), kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter), kapal ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya. (Fer/OL-09)

Baca Juga

Antara

Kominfo: Perhumas Mitra Strategis Pemerintah dalam Memperluas Kepemimpinan Indonesia

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 03 Juli 2022, 18:17 WIB
Selama 50 tahun, program internasional Perhumas menjadi barometer dalam membangun reputasi Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya...
Antara

Pandemi Covid-19 Picu Peningkatan Pekerja Migran Ilegal

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 03 Juli 2022, 17:19 WIB
Dalam dua tahun terakhir, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) Ilegal semakin banyak. Mereka terjebak dalam perekrutan ilegal atau...
MI/HO

IDI dan WMA Gelar Simposium Soal Standarisasi Etik Kedokteran Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 17:14 WIB
Simposium ini berfokus pada masalah etik kedokteran dalam dunia masa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya