Selasa 15 Maret 2022, 15:57 WIB

Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga di Pakis Malang

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga di Pakis Malang

AFP/Arif Kartono
Ilustrasi Banjir

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melaporkan kejadian banjir terjadi di wilayahnya pada Senin sore (14/3), pukul 17.15 WIB. Banjir tersebut merendam 110 rumah warga di empat desa yang ada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

"Adapun keempat desa yang terdampak yaitu Desa Mangliawan, Desa Saptorenggo, Desa Ampeldento dan Desa Asrikaton," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya Selasa (15/3).

Baca juga: Bencana Hidrometeorologi Terjang Jateng Selatan akibat Hujan Ekstrem

Berdasarkan pantauan terkini yang dilakukan BPBD Kabupaten Malang pada Senin malam (14/3). Peristiwa banjir ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

Hasil kaji cepat sementara, banjir tersebut menyebabkan 115 KK atau 348 jiwa terdampak. Tidak ada laporan warga yang terluka dan mengungsi akibat peristiwa ini. Sedangkan dampak kerugian material, BPBD setempat mencatat 1 unit fasilitas rumah ibadah rusak dan 10 unit tempat usaha ikut terdampak.

"Merespons kejadian ini, BPBD Kabupaten Malang telah berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan setempat untuk melakukan pendataan. Pihaknya bersama personel TNI dan Polri tetap bersiaga untuk mengantispasi kemungkinan banjir susulan," sebutnya. 

Prakiraan cuaca di beberapa wilayah kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur masih terpantau berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada esok hari (16/3) hingga lusa (17/3). Oleh karena itu, pemerintah daerah dan warga diharapkan tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi potensi terjadi nya banjir dan angin kencang susulan. 

Sebagai bentuk kesiapsiagaan dari adanya prakiraan cuaca BMKG, BPBD Provinsi Jawa Timur telah meneruskan informasi peringatan dini potensi hujan lebat kepada lintas instansi terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor serta angin kencang. Selalu pantau peningkatan debit sungai dan saluran air lain jika terjadi hujan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam. 

"Pemerintah setempat juga melakukan pemadaman listrik dini saat terjadi banjir agar warga terhindar dari sengatan arus listrik," terangnya. 

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, BNPB juga mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) maupun tas siaga yang dilengkapi peralatan dan perlengkapan yang mendukung prokes, antara lain masker dan hand-sanitizer. (OL-6)

Baca Juga

Dok. McDonald’s Indonesia

Tingkatkan Literasi, McDonald’s Indonesia Berikan Beasiswa Pelatihan untuk 1.200 Guru SD

👤Indrastuti 🕔Minggu 26 Juni 2022, 09:15 WIB
Pelatihan akan diselenggarakan pada 27 Juni-1 Juli 2022 secara online, dengan dua tema yaitu kelas Pedagogik Sains dan kelas Asesmen...
ANTARA/AMPELSA

Pendidikan dalam Keluarga Faktor Utama Pencegahan Anak pada Narkotika

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:50 WIB
Fungsi pendidikan dalam keluarga tidak bisa berjalan dengan baik jika komunikasi antara anak dan orang tua macet atau...
ANTARA/NOVRIAN ARBI

KKHI Laporkan Enam Calhaj Meninggal di Daker Mekkah

👤Humaniora 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:10 WIB
Sebagian besar calon haji yang meninggal diakibatkan penyakit...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya