Sabtu 12 Maret 2022, 07:20 WIB

Perlu Program Baru Pendamping Untuk Keuangan Keluarga Miskin Selama Sakit

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Perlu Program Baru Pendamping Untuk Keuangan Keluarga Miskin Selama Sakit

ANTARA/SYIFA YULINNAS
Petugas melayani peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr.Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Aceh, Rabu (15/12/2021)

 

GURU Besar Universitas Airlangga Prof Bagong Suyanto mengharapkan ke depannya terdapat program lain untuk mendukung BPJS Kesehatan. Karena saat ini BPJS Kesehatan menjadi penyangga asuransi sosial yang membantu masyarakat miskin mendapatkan pengobatan namun permasalahan kemiskinan selama sakit tidak dipikirkan.

"BPJS Kesehatan menyelesaikan permasalahan pengobatan tapi tidak menyelesaikan penghasilan masyarakat miskin yang hilang selama sakit. Sehingga yang harus dilakukan adalah di luar BPJS Kesehatan harus ada program lain untuk melengkapi tugas negara memberikan penyangga ekonomi orang miskin selama sakit," kata Bagong dalam webinar MUI Jawa Timur, Jumat (11/3).

Karena permasalahan orang miskin tidak selesai jika hanya dibantu sebatas biaya pengobatan karena jika sehari saja tidak bekerja maka penghasilannya tidak dapat atau berkurang banyak.

Baca juga86,8% Penduduk Sudah Terdaftar BPJS Kesehatan

"Kalau orang miskin sakit tidak sekedar dipahami sebagai mencari kesembuhan siapa yang harus menanggung penghasilan orang miskin selama sakit. Karena banyak yang bekerja buruh, tani, kuli dan sebagainya yang bekerja diupah harian," ujarnya.

Di kesempatan yang sama Dokter Bedah Rumah Sakit Onkologi Surabaya dr Ario Djatmiko menjelaskan bahwa sistem kesehatan akan membawa ke masa depan dan BPJS Kesehatan adalah bahan bakarnya untuk mendorong sistem kesehatan bergerak.

"Agar lebih baik lagi sistem kesehatan Indonesia bisa mencontoh negara lain, mengambil tenaga ahli, new business model, dan sharing economic," ujarnya.

Kemudian untuk memberikan kemajuan sistem kesehatan diperlukan memberi harapan baru, meningkatkan patient safety, meningkatkan akurasi, transparan, efisiensi, kecepatan, remote monitoring, dan best practices. (H-3)

Baca Juga

Ilustrasi

Psikolog: Teknologi Bisa Dimanfaatkan untuk Kemampuan Sosialisasi Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:55 WIB
Anna mencontohkan dengan bantuan orang tua sesama anak bisa memanfaatkan gawai untuk saling...
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

47.427 Peserta Siap Ikuti Ujian Mandiri SIMAK UI 2022

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:45 WIB
Seperti penyelenggaraan ujian pada tahun sebelumnya, ujian SIMAK UI S1 Kelas Internasional dilaksanakan lebih cepat dari ujian S1 Reguler,...
Antara

Sepekan Jelang Closing Date, 76.421 Jemaah Haji Sudah Diberangkatkan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:02 WIB
Pada Selasa (28/6) ini, sebanyak 2.923 jemaah haji Indonesia kembali diberangkatkan. Mereka terbagi dalam tujuh kelompok terbang dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya