Jumat 25 Februari 2022, 22:46 WIB

Musim Hujan Tiba, Orangtua Harus Waspadai Penyakit Ini pada Anak

mediaindonesia.com | Humaniora
Musim Hujan Tiba, Orangtua Harus Waspadai Penyakit Ini pada Anak

medcom.id
Ilustrasi anak sakit

 

BERMAIN di bawah guyuran hujan memang kerap dinantikan oleh anak-anak. Akan tetapi, dalam beberapa situasi, bermain hujan sangat tidak dianjurkan karena efek buruknya, apalagi jika terjadi banjir yang bisa menjadi media penularan berbagau penyakit. Banjir memiliki dampak jangka menengah hingga panjang pada kesehatan, salah satunya yaitu meningkatkan penularan penyakit melalui air dan vektor (water and vector borne disease).

Dokter Spesialis Anak Sub Spesialisasi Penyakit Infeksi Tropik dan Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia Dr. Nina Dwi Putri, SpA(K), MSc (TropPaed) mengatakan ada beberapa mode penularan yang disebabkan oleh hujan dan banjir. Beberapa penyakit dapat ditularkan melalui air yang terkontaminasi dan higienitas lingkungan tempat tinggal yang bisa memburuk akibat hujan atau banjir.

Yuk, Orangtua waspadai penyakit-penyakit berikut yang bisa menjangkiti anak-anak selama musim hujan;

1. Dengue

Genangan air menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk dan berpotensi meningkatkan paparan infeksi dengue. Infeksi virus dengue adalah salah satu penyakit umum yang menyerang anak-anak dan orang dewasa di musim hujan. Itu terjadi di daerah tropis. Gejala demam berdarah termasuk ruam, demam tinggi, dan lainnya. Terapkan 3M plus untuk memberantas sarang nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk.

2. Infeksi jamur

Kulit yang lembab dan basah sepanjang waktu memungkinkan terjadinya infeksi jamur cukup tinggi. Karena itu, kita harus menjaga kulit tetap kering sepanjang waktu. Minta anak-anak Anda untuk mengeringkan diri setelah pulang. Jamur sering berkembang biak ketika kulit lembab dan tidak terkena udara.

3. Leptospirosis

Penyakit ini ditularkan melalui kontak kulit atau selaput lendir dengan tanah, lumpur, ataupun air yang terkontaminasi dengan urin hewan pengerat yang terinfeksi bakteri Leptospira. Bahkan jika anak Anda mengalami luka kecil di kakinya, ia harus berhati-hati agar tidak masuk ke air yang terkontaminasi.

4. Infeksi saluran cerna

Sistem pembuangan limbah yang buruk, kebersihan yang tidak terjaga, kepadatan penduduk dan konsumsi air yang tidak sehat saat banjir turut menyebabkan infeksi pada saluran cerna. Untuk menghindari infeksi dari makanan dan air yang terkontaminasi, minta anak-anak untuk minum air bersih dan matang, serta makan makanan yang sehat.

5. Influenza

Infeksi yang ditandai dengan demam, nyeri otot dan kepala, sakit menelan, lesu, dan dapat disertai gejala infeksi saluran napas. Sulit membedakannya dengan gejala covid-19. Untuk itu, perlu pemeriksaan swab SARS-CoV-2.

6. Konjungtivitis

Infeksi pada mata yang ditandai dengan nyeri, mata merah, tidak kuat cahaya, berair, bisa disertai adanya kotoran dan lengket. Infeksi ini mudah menular, sehingga jauhkan yang sakit, jangan berbagi handuk dan barang lainnya, dan sering mencuci tangan, agar menekan penularan

7. Demam tifoid atau demam enterik

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh Salmonella Typhi dan Salmonella Paratyphi. Gejala berupa demam lebih dari 5 hari, nyeri kepala dan gangguan pencernaan. Hindari infeksi ini dengan menjauhi makanan dan minuman yang bersih air menekan penularan penyakit tipus atau demam tifoid.

8. Kolera

Kolera adalah diare akut yang disebabkan akibat mengonsumsi makanan atau air terkontaminasi bakteri Vibrio cholerae. Masyarakat Indonesia umumnya mengenal Kolera dengan nama Muntaber (muntah berak). Di awal abad 18 hingga abad 19, Kolera sempat menjadi epidemi yang mengguncang banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

9. Hepatitis A 

Hepatitis A juga merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui air yang terkontaminasi virus hepatitis A dengan gejala berupa demam, diare, mual, lemas, serta warna kuning pada kulit dan mata.

10. Selesma

Selesma sering terjadi dengan tanda dan gejala batuk pilek. Penyakit yang disebabkan oleh berbagai virus ini paling sering dijumpai pada musim penghujan. Pada masa pandemi covid-19, sulit membedakannya dengan infeksi oleh SARS-CoV-2.(RO/OL-5)

Baca Juga

Antara

Update 17 Agustus: 5.253 Kasus Covid-19 Terdeteksi di Hari Kemerdekaan

👤MGN 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 20:50 WIB
Di sisi lain, pasien covid-19 yang sembuh juga bertambah. Jumlahnya 4.324...
Dok. Frisian Flag

Lima Sosok Pahlawan Keluarga Terima Penghargaan Arkatama Awards

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 20:30 WIB
Adapun, lima orang terpilih itu berhasil menjadi pemenang dari ratusan kisah inspiratif yang masuk ke Kick Andy Metro TV sejak Februari...
Dok. Universitas Terbuka

UT Gelar Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Secara Hibrida dari Ende

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 19:44 WIB
Upacara peringatan 17 Agustus kali ini dilaksanakan oleh segenap civitas akademika di lingkungan Universitas Terbuka secara hibrida dari UT...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya