Sabtu 19 Februari 2022, 10:37 WIB

Penguatan Layanan Telemedisin Diharapkan Kurangi Beban Rumah Sakit

Fachri Audhia Hafiez | Humaniora
Penguatan Layanan Telemedisin Diharapkan Kurangi Beban Rumah Sakit

MI/AGUS MULYAWAN
Seorang ibu rumah tangga membuka aplikasi Klikdokter melalui laptopnya untuk berkonsultasi dengan dokter, di Depok.

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memperkuat layanan telemedisin untuk memberi kemudahan bagi pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Hal itu guna mengurangi beban peningkatan jumlah pasien covid-19 di rumah sakit.

"Layanan telemedisin terus ditingkatkan dan diperluas untuk membantu agar masyarakat yang isoman dapat memperoleh fasilitas pengobatan yang memadai. Sehingga, mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit,” kata juru bicara vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/2).

Nadia mengatakan Kemenkes menyediakan hotline bagi masyarakat terkonfirmasi covid-19 tetapi belum mendapatkan layanan telemedisin gratis. Masyarakat dapat menghubungi WhatsApp Kemenkes dengan nomor 081110500567.

"Atau bisa melalui email sertifikat@pedulilindungi.id dan call center di nomor 119 ext. 9," terang Nadia.

Baca juga: Dosen Unair dr. Niko Azhari Hidayat Ciptakan Telemedisin Vascular Bagi Pasien Isoman

Nadia menjelaskan mengenai kriteria penerima layanan telemedisin gratis Kemenkes. 

Layanan itu dapat diakses bagi masyarakat yang melakukan tes PCR/antigen di laboratorium yang terafiliasi Kemenkes, berusia di atas 18 tahun, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, Karawang, Bandung, Semarang Raya, Surakarta Raya, Kota Yogyakarta, Surabaya Raya, Malang Raya, Kota Denpasar, serta Nusa Dua.

"Setelah minggu kedua Februari, layanan ini diperluas hingga kota-kota besar Jawa-Bali, Kemenkes mulai 19 Februari 2022 juga akan memperluas layanan telemedisin ke kota-kota besar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi," ucap Nadia.

Nadia menuturkan bagi pengguna telemedisin yang tidak mendapat WhatsApp dari Kemenkes, bisa mengonfirmasi ke laman isoman.kemkes.go.id/panduan. Masyarakat bisa memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ke dalam laman tersebut untuk melanjutkan ke tahap pengajuan berikutnya.

"Bagi masyarakat yang sudah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara online dan melakukan proses penebusan obat gratis dari Kemenkes, tinggal menunggu paket obat datang ke rumah," ujar Nadia. (OL-1)

Baca Juga

Ist

STIKes Muhammadiyah Tegal Terapkan AIKA Melalui Pengajian Ber-Muhammadiyah

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 11:39 WIB
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penggalangan dana untuk membantu pengembangan STIKes Muhammadiyah Tegal berupa pembangunan...
Ist/DPR

Muhaimin Minta Pemerintah Optimalkan Fasilitas Kesehatan untuk Atasi DBD

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 11:18 WIB
Data Kemenkes menunjukkan kasus DBD sampai pekan ke-30 tahun 2022 tercatat 68.903 kasus di 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, dengan 640...
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Menkes Budi Ingatkan Vaksinasi Covid-19 Kurangi Risiko Kematian

👤Dinda Shabrina 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 10:57 WIB
Kasus covid-19 di Indonesia saat ini, kata Budi, lebih sedikit yakni sekitar 7.000-an  per hari daripada kasus di luar negeri seperti...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya