Jumat 18 Februari 2022, 19:13 WIB

Menkes: Kasus Omikron di Sejumlah Provinsi Mulai Turun

Faustinus Nua | Humaniora
Menkes: Kasus Omikron di Sejumlah Provinsi Mulai Turun

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

 

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa saat ini kasus harian Omikron di sejumlah provinsi tercatat mulai turun. Termasuk di DKI Jakarta dan Bali yang disebutnya mengalami trend penurunan kasus harian.

"Beberapa provinsi sebenarnya udah turun. DKI misalnya, sekitar 1 ½ minggu yang lalu 15 ribu kasus per hari, sebelumnya turun di angka 14 ribu sekarang sudah turun 8 ribu. Kemudian misalnya Bali, delta puncaknya 1.900. Sekitar seminggu yang lalu Bali sudah sampai puncak 2.500 sekarang sudah 1.400. Banten juga udah mulai turun," ujarnya dalam diskusi Meredam Lonjakan Kasus Omikron: Akankah Booster Menjadi Solusi? di kanal YouTube Indonesia Media, Jumat (18/2).

Meski demikian, Budi menegaskan bahwa di beberapa provinsi seperti di Pulau Jawa justru sedang menuju puncak kasus. Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY trend kasus harian masih naik.

"Jawa Barat sedang menuju ke puncak. Jawa Barat belum selesai, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY itu masih naik," imbuhnya.

Baca juga: Ivermectin Masih Beredar, Kemenkes: Organisasi Profesi Awasi Nakes dalam Pengobatan

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kasus Omikron memang menyebar lebih cepat dibandingkan dengan varian delta. Jika dibandingkan dengan delta, kasus harian Omikron lebih tinggi sekitar 2-3 kali.

Namun, angka gejala berat yang dirawat di RS dan kasus kematian justru lebih rendah. Saat ini kasus harian mencapai puncak 64 ribu tetapi pasien yang dirawat masih jauh di bawah yakni sekitar 33%.

Kapasitas RS secara nasional untuk covid-19 juga masih jauh lebih tinggi di angka 120 ribu. Artinya meski kasus Omikron tinggi, tetapi tekanan tidak seperti kasus delta.

"Kematian hariannya, kita kemarin puncaknya 200, delta itu 2.000 jadi 10 kali. Jadi angka-angka ini, kasus lebih tinggi bisa 2 - 3 kali, tapi hospitalisasi lebih rendah dan kemati juga lebih rendah," tambahnya.

Budi terus mengimbau agar masyarakat tidak lengah. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan wajib untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat pada umumnya.(OL-4)

Baca Juga

MI/ Andri Widiyanto

82,59% Remaja Sudah Divaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:42 WIB
Sebanyak 25.520.583 remaja telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 95,56 persen dari...
Ist

Rumah Sakit Premier Jatinegara Raih The Best Indonesia Hospital of The Year

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:12 WIB
Pada acara bertaraf internasional ini RS Premier Jatinegara berhasil meraih penghargaan dari Global Health Asia-Pacific Award 2022 kategori...
DOK MI.

Kapan Mulai Puasa Ayyamul Bidh 2022? Ini Penjelasan dan Tata Caranya

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 22:26 WIB
Puasa ayyamul bidh merupakan puasa sunah yang dijalankan setiap pertengahan bulan. Untuk Agustus jadwal puasa ayyamul bidh sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya