Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
COCA-COLA, di bawah tekanan dari para pemerhati lingkungan atas kebijakan pengemasannya, berjanji menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali untuk setidaknya 25% minuman produksinya pada 2030. Raksasa soda mengumumkan janji tersebut pada Kamis (10/2).
Penerapan itu akan dilakukan secara global melalui kaca dan botol plastik yang dijualnya kepada konsumen dan melalui wadah yang digunakan di air mancur soda dan dispenser. Kemasan isi ulang menyumbang sekitar 16% dari total volume pada 2020.
"Kemasan yang dapat digunakan kembali merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi limbah, menggunakan lebih sedikit sumber daya, dan menurunkan jejak karbon kami untuk mendukung ekonomi sirkular," kata Ben Jordan, Direktur Senior Pengemasan dan Iklim Coca-Cola.
Namun koalisi #Breakfreefromplastics, yang telah menilai perusahaan sebagai pencemar plastik teratas dunia karena sejarah penggunaan wadah plastik sekali pakai, hanya memberikan pujian terukur.
"Pengumuman Coke bahwa mereka memperluas target kemasan yang dapat digunakan kembali secara global jelas merupakan langkah ke arah yang benar," kata Emma Priestland, koordinator kampanye korporat global untuk grup tersebut. "Namun, serangkaian janji yang dilanggar perusahaan di masa lalu, memaksa kami untuk menyambut pengumuman ini dengan sedikit skeptis."
Baca juga: Kasus Covid-19 Global Turun, Paten Vaksin Minta Ditiadakan
Kelompok advokasi As You Sow, yang telah menyusun proposal pemegang saham yang mendesak penggunaan botol isi ulang yang lebih besar, memuji pengumuman tersebut.
Conrad MacKerron, wakil presiden senior kelompok itu, mengatakan dia senang dengan komitmen Coca-Cola, menambahkan, "Tindakan ini berpotensi mengurangi secara substansial jumlah botol plastik sekali pakai yang digunakan, banyak di antaranya berakhir di lautan sebagai polusi plastik." Pihaknya akan melakukan analisis tambahan terhadap janji tersebut untuk menentukan akan menarik kembali proposal pemegang sahamnya atau tidak. (AFP/OL-14)
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan pembangunan hingga 20.000 unit rumah rendah emisi pada tahun 2026.
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dipandang penting untuk mengatasi sampah laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved