Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KERAGAMAN suku dan agama di Papua menyempurnakan keindahan alamnya. Untuk merawatnya, segenap penduduk Bumi Cendrawasih harus terus membudayakan toleransi dan gotong royong.
"Papua sejatinya tanah yang damai. Meski mayoritas warga Papua beragama Kristiani, kehidupan kerukunan antarumat beragama di provinsi paling timur Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap terjaga harmonis dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Perayaan Ibadah ucapan syukur Hari Pekabaran Injil (HPI) ke-167 dalam keterangan resmi, Senin (7/2).
Menurut dia, HPI dirayakan untuk memperingati maksudnya 2 misionaris asal Jerman yaitu Otto dan Geisler, yang pertama kali tiba di Pulau mansinam Papua Barat pada 5 Februari 1855, untuk menyebarkan ajaran Kristen.
Baca juga: Kemenag: KDRT Dalam Bentuk Apapuin Tidak Bisa Dibenarkan
Peristiwa itu menandai dimulainya transformasi di tanah Papua yang dulu dikenal sebagai daerah yang tertutup kegelapan dalam seluruh aspek. Kemudian kerukunan antar umat beragama di tanah Papua sudah terjalin dengan baik.
"Toleransi dalam berbagai kehidupan, perlu untuk terus kita terjaga karena ini adalah modal besar dalam membangun Papua yang damai mandiri sejahtera dan berkeadilan," imbuhnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, kondisi Papua tersebut sejalan dengan moderasi beragama yang digaungkan oleh pemerintah. Pemerintah terus mendorong moderasi beragama sebagai langkah untuk menumbuhkan toleransi di dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai utama yang menjadi pondasi toleransi diharapkan dapat tumbuh dari agama-agama melalui ajaran dan praktiknya.
"Akhirnya momentum hari pekabaran Injil 167 tahun di tanah Papua ini, dimaknai sebagai kebangkitan Papua, menuju Papua yang damai mandiri sejahtera dan berkeadilan serta tetap bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutupnya.
Ketua Persatuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Pendeta Hezkia Rollo mengatakan, pandangan dari Menteri Agama tersebut sangat luar biasa, terkait dengan kebersamaan dan kerukunan. Kalau nilai-nilai itu tetap terjalin dengan baik membuat proses pembangunan di tanah Papua semakin lancar.
"Kalau tanpa dua hal tersebut maka proses pembangunan di tanah ini tidak akan berjalan dengan baik,” jelas Hezkia. (OL-1)
KPK diminta segera menjerat pihak swasta yang diduga terlibat kuat dalam pusaran kasus tersebut.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menanggapi kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan tambahan kuota haji 2024.
KPK didesak mengusut tuntas aliran dana dugaan korupsi kuota haji Kemenag 2023–2024 yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp1 triliun.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan terus menggali kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.
Yaqut Cholil Qoumas selaku Menteri Agama saat itu berperan dalam kebijakan pembagian kuota tambahan haji tahun 2024.
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
POLRES Mamberamo Raya menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas sungai yang terjadi di Sungai Mamberamo dan mengakibatkan tiga orang warga dilaporkan hilang terbawa arus, Jumat (16/1).
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Papua mencatat 104 aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan korban 94 orang meninggal dunia.
Papua merupakan tanah yang sarat dengan nilai-nilai kedamaian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved