Kamis 03 Februari 2022, 17:10 WIB

Penting, Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Tengah Gelombang 3 Pandemi Covid-19

Mediaindonesia.com | Humaniora
Penting, Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Tengah Gelombang 3 Pandemi Covid-19

Dok.Soho
Para pembicara dalam seminar covid-19.

 

SETELAH sempat melandai, saat ini kasus covid-19 kembali meningkat seiring masuknya virus varian baru covid-19, yakni omikron. Alhasil Okupansi tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) pun kembali meningkat.

Padahal saat ini masyarakat sudah mulai kembali banyak aktivitas di luar, entah itu untuk bekerja, pendidikan dengan tatap muka, bertemu keluarga, rekreasi, dan lain-lain. Karena itu meskipun sudah divaksinasi, sebaiknya tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan sesuai anjuran.

Baca juga: Waspada, Kasus Covid-19 pada Anak akibat Varian Omikron ...

Dokter Spesialis Penyakit paru dari RSUP Persahabatan Dr.dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengatakan, sejak awal januari 2022, terjadi perkembangan yang signifikan. Di awal tahun masih di bawah 200 kasus. Kemudian, meningkat hingga ribuan.  Kematian akibat Omikron juga sudah dilaporkan.

Ia menjelaskan, kalau sebelumnya, di pertengahan Desember, kasus Omikron merupakan imported cases, yang dibawa dari orang luar negeri atau Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Tetapi sekarang sudah terjadi penularan di komunitas. Diduga penularan di komunitas sudah lebih dari 20%. "Asumsi saya, kalau dilakukan pemeriksaan, sebagian besar kasus yang terjadi di Indonesia sudah Omikron," kata dr. Erlina.

Pasalnya, kalau omikron naiknya tinggi, terjadi lonjakan seperti pada Juli-Agustus 2021, kemungkinan sistem kesehatan juga akan kewalahan. Karena, makin banyak kasus, makin banyak juga orang yang perlu dirawat baik secara isoman mandiri di rumah, maupun di berbagai Rumah Sakit.

“Virus ini tertular karena ada interaksi antarmanusia. Jadi, kalau tidak penting-penting banget, janganlah bepergian. Saya juga sarankan jangan makan bersama di kantor. Karena pada saat makan, kita buka masker dan kemungkinan penularan tinggi,” paparnya.

"Sementara itu, kita terlena bahwa kasus Omicron tanpa gejala dan ringan. Jadi masyarakat ngga perlu panik. Saya setuju ini, tapi waspada itu tetap harus," imbuh dr. Erlina.

Data menunjukkan penyakit yang ditimbulkan Omikron memang lebih ringan daripada  delta. Namun perlu diwaspadai, gejala ringan terjadi pada kelompok mereka yang sehat dan muda. Tetapi, untuk kelompok tertentu, contohnya orang lanjut usia, anak-anak balita yang belum divaksin, orang kormobid (penyakit bawaan yang kronis dan tidak terkendali) menjadi tidak gejala ringan lagi, sehingga perlu dirawat di Rumah Sakit.

Dengan sistem imun yang turun, orang-orang dengan kelompok itu mudah sekali tertular. Apalagi, mereka yang lansia sekaligus kormobid, ditambah lagi tidak divaksinasi. “Jangan terlalu meremehkan, karena  ada kelompok-kelompok yang rentan yang harus kita lindungi,” papar dr. Erlina.

Baca juga: Minuman Susu Jahe ini Perkuat Daya Tahan Tubuh

Perlu ditingkatkan lagi protokol kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup. Selain itu, konsumsi suplemen imunomodulator dan vitamin dapat dipertimbangkan untuk membantu meningkatkan imunitas. Jika memungkinkan, sediaan 1 kali sehari kombinasi vitamin dan imunomodulator akan lebih praktis bagi masyarakat.

Prof.Dr. dr. Iris Rengganis Sp.PD-KAI, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi dari RSCM Jakarta, mengatakan, meningkatkan daya tahan tubuh jadi penting di tengah omikron yang meningkat dan orang sudah mulai beraktivitas offline.

Ia mengingatkan, saat ini  dua kali vaksinasi tidak cukup. Harus memberikan dosis booster atau dosis penguat. Dosis penguat ini menjadi sangat penting, karena itu akan melengkapi semua kebutuhan seseorang dalam menjaga sistem daya tahan tubuh, terutama di masa pandemi.

Selain itu, sistem daya tahan tubuh seseorang berbeda-beda dan bersifat individual. Mulai dari genetis, microbio, infeksi sebelumnya, indeks masa tubuh, nutrisi,  ada-tidaknya kormobid, termasuk status psikis emosional. Semuanya, baik secara langsung maupun tidak langsung, akan mempengaruhi sistem imun tubuh seseorang.

“Penanganan setiap orang itu harus case-by-case atau tailor made bergantung pada kondisi masing-masing orang. Namun, penanganan yang berlaku untuk semua orang adalah upaya Prokes (protokol Kesehatan), ini yang nomor satu,” tegas Prof. Iris.

Mereka yang sudah divaksinasi dua kali, sebaiknya mengonsumsi suplemen imunomodulator. Apalagi belum mendapat dosis penguat atau booster.

Baca juga: Sudah Divaksin Covid-19? Lakukan 5 Hal Berikut

“Di masa pandemi, kita tidak pernah tahu kondisi di luar itu seperti apa. Artinya, selain sudah divaksinasi  dan jaga Prokes, tidak ada salahnya juga kita menguatkan daya tahan tubuh kita dengan mengonsumsi imunomodulator,” papar Prof Iris.

Perlu diingat, untuk menjaga daya tahan tubuh, terdapat berbagai faktor yang saling melengkapi. Vaksinasi itu sifatnya wajib, selain itu tentunya, makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, mengelola stres, dan juga dalam meningkatkan daya tahan tubuh, kita bisa menambahnya dengan mengonsumsi vitamin, mineral, maupun imunomodulasi.

Apabila status nutrisi kita merasa tidak seimbang, rasanya masih ada sesuatu yang dirasakan tidak enak (seperti pilek dan sebagainya), maka suplemen maupun imunomodulasi tetap membantu untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan sistem imun tubuh kita. “Jadi, hal itu dapat dipertimbangkan, kalau kita merasa kurang fit,” paparnya.

Prof. Iris menjelaskan, suplemen yang mengandung Echinacea bekerja untuk memodulasi sistem imunitas, terutama terhadap deteksi virus; Zinc bekerja untuk meningkatkan kerja sistem imun terhadap infeksi virus; black eldeberry dapat membantu meningkatkan respon inflamasi; vitamin C bekerja sebagai antioksidan dan co-faktor penting dalam fungsi imunitas; Vitamin D bekerja sebagai hormon yang reseptornya banyak ditemukan dalam sistem imun dan berfungsi sebagai imunomodulator yang efektif.

“Kalau semua itu diberikan secara sinergis, maka itu potensial untuk mengoptimalkan kerja sistem imun dalam melawan deteksi virus,” paparnya.

“Saya dan keluarga  selalu waspada dan tentunya berhati-hati dalam setiap kegiatan kita. Meskipun di sela-sela kegiatan shooting maupun event yang padat, kami selalu mengedepankan protokol Kesehatan. Tentu saja, anak-anak juga menjadi prioritas kami, karena gaya hidup mereka aktif, namun punya system imun yang masih rentan,” ujar aktor Christian Sugiono, Brand Ambassador Imboost.

DR. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si., CIP selaku VP Research & Development, Regulato-ry, and Medical Affairs SOHO Global Health menyampaikan bahwa sebagai industri yang bergerak di bidang Kesehatan, SOHO terus berupaya dalam meningkatkan edukasi terkait kesehatan, termasuk di dalamnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan serta menjaga daya tahan tubuh di tengah masa pandemi ini. Tindakan preventif lebih baik dalam mencegah resiko dibanding mengobati.

“Sebagai produsen dari Imboost, market leader no 1 suplemen Daya Tahan Tubuh di Indonesia, kami memperhatikan berkembangnya kebutuhan masyarakat akan produk suplemen imunomodula-tor serta vitamin yang efektif untuk menjaga daya tahan tubuh, dan dengan dosis yang lebih praktis, SOHO mengembangkan dua varian produk Imboost terbaru, yaitu Imboost Extra dan Imboost Force Ultimate,” paparnya.

Imboost Extra merupakan pengembangan formula Imboost, mengandung kombinasi Echinacea purpurea, Zinc, Vitamin C, dan Vitamin D, di mana kombinasi imunomodulator dan vitamin ini memang dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu, Imboost Force Ultimate sebagai varian produk Imboost yang paling lengkap saat ini, mengandung Echinacea purpurea, Black Elderberry, Zinc, Vitamin C lipid metabolit (Pureway – C), Citrus Bioflavonoid, serta Vita-min D3, yang bisa bekerja pada 3 lapis sistem imun tubuh. (RO/A-1)

Baca Juga

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

IDI Komitmen Perkuat Layanan Kesehatan Indonesia

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 25 Mei 2022, 15:00 WIB
IDI juga akan memanfaatkan teknologi Kesehatan untuk memberikan edukasi dan memudahkan masyarakat mendapatkan edukasi terkait upaya...
Ist/DPR

Puan Minta Pencabutan PPKM Harus Miliki Strategi Matang

👤 Sri Utami 🕔Rabu 25 Mei 2022, 14:18 WIB
Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah memertimbangkan rencana pencabutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat...
MI/ADAM DWI

Jamaah Calon Haji di atas 65 Tahun yang Tidak Bisa Berangkat Jangan Tarik Setoran Awal

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 25 Mei 2022, 14:16 WIB
Karena masih ada harapan tahun depan penyelenggaraan haji bisa kembali normal tanpa ada batasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya