Kamis 27 Januari 2022, 16:23 WIB

Waspada, Kasus Covid-19 pada Anak akibat Varian Omikron Meningkat

Ardi Teristi Hardi | Humaniora
Waspada, Kasus Covid-19 pada Anak akibat Varian Omikron Meningkat

medcom.id
Ilustrasi positif covid-19

 

KETUA Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM dr. Gunadi meminta masyarakat untuk tidak menganggap enteng dan tetap mewaspadai penularan covid-19 varian Omikron. Meskipun infeksi varian ini menunujukkan gejala umum yang tidak berat, pasien yang terkena bisa menjadi berat.

Gunadi mengatakan kasus covid-19 pada anak akibat varian Omikron meningkat di beberapa negara. Namun demikian perlu adanya penelitian lebih mendalam terhadap fatalitas yang ditimbulkan oleh varian baru ini.

"Karena data masih minimal yang bisa dilakukan kita semua termasuk pemerintah adalah melakukan vaksinasi pada anak. Harapannya anak di bawah usia 6 tahun, tapi ini masih menunggu WHO semoga bisa segera approve untuk kelompok ini," kata dia dalam siaran pers dari Humas UGM, Kamis (27/1).

Ia menyebutkan adanya populasi yang belum tervaksin menjadi sisi rentan. Populasi ini menjadi titik dimana virus bersirkulasi. Apabila virus semakin sering bersirkulasi di masyarakat maka semakin besar peluang timbulnya mutasi-mutasi baru virus korona.

"Ini terjadi pada Omikron dan Delta dimana virus bersirkulasi cepat maka timbul mutasi baru," imbuhnya.

"Omikron ini gejala umumnya tidak berat, tetapi tidak jinak. Jika kena yang rentan bisa menjadi berat," jelasnya.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun di Palembang Masih Rendah

Ia menyebutkan varian Omikron telah menyebabkan kenaikan okupansi rumah sakit dan ICU di Amerika Serika dan negara-negara maju. Kondisi ini patut diwaspadai oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Tanah Air.

Selain memiliki kemampuan penyebaran yang cukup tinggi, varian Omikron disebutkan Gunadi juga mampu mengelabui sistem imun tubuh. Varian ini mampu menurunkan kadar antibodi dalam tubuh baik setelah vaksinasi maupun mereka yang pernah menjadi penyintas.

"Jangan sampai karena menganggap kurang berat jadi kurang waspada. Varian Omikron memiliki transmisi 70 kali lebih cepat dari Delta. Jika mengenai orang di sekitar kita itu menjadi lebih berat terutama pada lansia, komorbid dan mereka yang belum mendapatkan vaksin atau belum divaksin karen alasan kesehatan," urainya.

Oleh sebab itu, Gunadi kembali mengimbau masyarakat untuk terus wasapada dengan menerapkan protokol kesehatan, melakukan vaksin hingga dua dosis dan booster untuk meningkatkan antibodi Covid-19. Langkah-langkah tersebut penting dilakukan tidak hanya sebagai upaya perlindungan diri, tetapi juga melindungi masyarakat yang masuk kelompok rentan.(OL-5)

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya