Senin 31 Januari 2022, 17:20 WIB

Luhut Sebut Kasus Kematian Pasien covid-19 di Jawa-Bali Meningkat

Humaniora | Humaniora
Luhut Sebut Kasus Kematian Pasien covid-19 di Jawa-Bali Meningkat

MI/ADAM DWI P
Petugas menyiapkan barang milik pasien covid-19 yang akan menempati RSDC Wisma Atlet, Jakarta, Selasa (11/1/2021).

 

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan kasus kematian harian pasien covid-19 di Jawa-Bali mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan kasus di wilayah tersebut.

"Kasus kematian harian di Jawa Bali meningkat yang didorong oleh Provinsi DKI Jakarta, sementara wilayah lain di Jawa Bali masih dalam keadaan yang cukup rendah," kata Luhut dalam keterangan pers hasil ratas evaluasi PPKM secara daring di Jakarta, Senin (31/1).

Berdasarkan data, dari 27 pasien yang mengalami gejala berat atau sedang, 59 persen di antaranya memiliki komorbid, 30 persen lansia dan 63 persen belum divaksinasi lengkap.

Baca jugaMenkes Khususkan Rumah Sakit Bagi Pasien Omicron Bergejala Sedang Hingga Kritis

Baca jugaPemerintah Waspadai Potensi Peningkatan Pasien Rawat Inap

Selain itu, sebagian besar kematian disebabkan oleh penyakit bawaan atau komorbid, lansia dan orang yang belum divaksinasi lengkap.

"Jadi anda yang belum divaksin, anda menjadi sasaran cukup hebat dari Omicron ini. Jadi kalau terjadi sama saudara-saudara yang tidak patuh, anda harus tanggung jawab pada diri sendiri," katanya.

Untuk itu, pemerintah terus meminta kepada masyarakat yang belum melengkapi vaksinasi agar segera melengkapinya dan yang sudah mendapatkan tiket vaksin penguat juga segera mendatangi gerai-gerai vaksinasi yang telah disiapkan pemerintah.

Luhut menyampaikan meski kasus covid-19 di Jawa-Bali terus meningkat, namun terdapat penurunan pertumbuhan kasus harian dalam tujuh hari terakhir.

"Ini juga seperti anomali. Kami akan amati terus perkembangannya dalam satu minggu ke depan," ujarnya.

Luhut menuturkan saat ini kasus konfirmasi masih didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta. Namun, dalam beberapa hari terakhir kasus konfirmasi juga mulai terdeteksi dan naik signifikan di provinsi lain di Jawa-Bali.

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu juga mengemukakan bahwa positivity rate sudah berada di atas standar WHO yakni 5 persen lantaran positivity rate PCR Test yang telah mencapai 24 persen.

"Jumlah orang yang diperiksa dan dites secara harian juga meningkat cukup signifikan dibanding beberapa waktu lalu. Ini kerja keras TNI-Polri yang perlu kita apresiasi," katanya.

Pemerintah pun terus mengimbau masyarakat agar tidak perlu takut untuk segera melakukan pemeriksaan atau tes antigen maupun PCR apabila merasakan gejala flu dan batuk untuk dapat segera mengetahui kondisi pasien, melakukan perawatan dan memutus mata rantai penyebaran covid-19. (Ant/H-3)

Baca Juga

Dok MI

Gemar Begadang Saat Muda Bisa Picu Pikun di Usia Tua

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 30 Januari 2023, 09:15 WIB
Kebiasaan begadang akan menghambat otak yang seharusnya melakukan fungsi perbaikan di malam hari pada saat seseorang...
MI/Agus Utantoro

Keluarga SH Mintardja Persembahkan Perpustakaan SH Mintardja

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Januari 2023, 08:15 WIB
Perpustakaan ini menempati rumah tempat tinggal SH Mintardja di Gedongkiwo MJ I/801, Mantrijeron, Kota...
Dok. IPB University

500 Mahasiswa IPB University Dapat Keringanan UKT

👤Faustinus Nua 🕔Senin 30 Januari 2023, 07:05 WIB
Kebijakan keringanan UKT juga menjadi komitmen IPB dalam menjamin keberlanjutan kuliah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya