Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Barekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengajak komunitas dan pengelola desa wisata di Tanah Air untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam dan ekonomi kreatif yang dimiliki dengan terus melakukan inovasi melalui berbagai macam produk wisata.
Inovasi produk wisata tersebut bisa dengan menggabungkan berbagai potensi seperti ecotourism, nature based tourism, atau nature eco wellness adventure yang menjadi paket wisata.
Semua itu merupakan inovasi produk wisata yang akan berkembang cepat dan menjadi mainstream baru di industri pariwisata.
Dengan begitu daya tarik wisatawan akan meningkat, ekonomi bergerak dengan terbukanya potensi lapangan kerja.
“Ini sebuah paket kesatuan yang lengkap apabila semuanya disandingkan untuk menangkap pergeseran preferensi wisatawan. Kemudian ada package innovation seperti hybrid event, staycation, virtual tour, private picnic package, dan lainnya,” ungkap Sandiaga dilansir dari keterangan resmi, Sabtu (15/1).
Sandiaga menjelaskan, untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki, suatu daerah harus mengidentifikasi terlebih dahulu kekuatan yang dimiliki.
Sebagai contoh Kabupaten Magelang yang memaksimalkan potensi tentang 7 gunung, Candi Borobudur, dan beberapa destinasi lain termasuk kulinernya.
“Magelang juga memiliki kopi di dalamnya, di sini (Magelang) salah satu penghasil kopi terbaik tanah air. Tadi saya coba Pawon luwak kopi, dan rasanya luar biasa. Jadi hal itu yang harus dibangun,” ujarnya.
Menparekraf juga mengatakan para pelaku wisata harus beradaptasi di tengah pandemi yang saat ini masih terjadi.
“Domestic micro tourism, di era pariwisata kenormalan baru nantinya tidak hanya pariwisata yang mengandalkan jumlah yang besar, tetapi wisatawan yang berada di sekitar destinasi,” kata Sandiaga.
Kemudian, lanjut Sandiaga, diperlukan kolaborasi yang harus dilakukan semua pihak untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya, dengan terus mendorong kolaborasi pentahelix dalam pengembangan wisata. Bagaimana juga mengembangkan pariwisata berbasis komunitas dengan homestay-nya.
“Investor boleh berinvestasi, namun masyarakat juga harus ikut merasakan hasilnya. Harus bersama komunitas. Harapannya kita akan bangkit, menciptakan lapangan kerja lantaran sektor ini adalah sektor yang memiliki kekuatan lebih dari enam kali lipat dari sektor lain dalam mencari lapangan kerja. Untuk itu, investasilah di pariwisata, investasilah di ekonomi kreatif,” tururnya.
Sandiaga juga mengapresiasi studi banding Pemkab Subang ke BUMDes Graha Mandala Desa Borobudur dalam upaya pengembangan desa wisata yang ada di Subang. Studi banding ini dengan mengajak 104 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Subang.
"Dari 5 destinasi super prioritas, Borobudur yang paling memiliki infrastruktur, penyelenggaraan event, serta sumber daya manusia yang kuat. Ini tidak lepas dari peran serta masyarakat, pemda, serta kolaborasi dan inovasi bersama," kata Sandiaga.
"Teman-teman di Subang jangan khawatir, kalau pengelolaan dilakukan dengan baik, dengan menghadirkan kearifan lokal pasti akan memberikan dampak yang baik buat masyarakat dengan kehadiran wisatawan. Saya berharap studi banding ini akan dapat meningkatkan kerja sama dua daerah," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Subang, Tatang Supriatna, mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus berupaya mengembangkan desa wisata. Diantaranya adalah Desa Wisata Widakarya dan Desa Wisata Sidamulya.
Studi banding atau benchmarking ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan, karena BUMDes Graha Mandala Desa Borobudur telah terbukti berhasil mengembangkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Kita datang ke sini ingin meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam tata kelola manajemen kepariwisataan desa wisata. Kami berharap dari studi banding ini ada kolaborasi program yang dapat dijalankan," kata Tatang.
Sementara itu, Direktur BUMDes Graha Mandala Desa Borobudur, Agus Budi Santoso, menyambut baik studi banding yang dilakukan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Subang dalam pengembangan pariwisata.
Ia pun mengajak pemerintah dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berkolaborasi dalam mengembangkan potensi desa.
"Di Subang potensi sumber daya alamnya lebih banyak dibanding Magelang, jadi seharusnya lebih baik dari Magelang. Teman-teman, ayo kita tingkatkan embrio pariwisata kita untuk kembangkan desa wisata," pungkas Agus. (Des/OL-09)
Ia menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Malaysia raih 42,2 juta wisman di 2025, sementara Indonesia lampaui target dengan 15,3 juta kunjungan. Simak perbandingan strategi pariwisata kedua negara di sini.
Bosan dengan Bali? Temukan 7 destinasi WFA terbaik di Indonesia tahun 2026. Panduan lengkap infrastruktur internet, biaya hidup, dan komunitas digital nomad.
Minat wisatawan Indonesia terhadap perjalanan internasional dengan pengalaman yang lebih personal dan bermakna terus menunjukkan peningkatan.
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame kepada 50 ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama OK OCE Forever Sumatra Barat menyalurkan sembako bagi masyarakat terdampak bencana.
FORUM bisnis Indonesia-Tiongkok bertajuk The Indonesia-China Business Bridge: Your Gateway to Investing in Indonesia digelar di Jakarta, Rabu (21/1).
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
HADIRKAN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gerakan Mahasiswa Wirausaha (Gemawira) dan Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) menggelar Workshop.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Bank Infaq Amanah Banyumanik menggelar Workshop Baking Pizza dan Wingko Singkong bertajuk 'Berkah Melimpah Inovasi Komoditas Lokal'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved