Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
CIRCULATE Capital Ocean Fund (CCOF) berinvestasi di startup pengelolaan sampah Reciki Solusi Indonesia (Reciki). Perusahaan manajemen investasi itu mendanai usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memerangi polusi plastik di laut dan perubahan iklim dengan memajukan ekonomi sirkular.
"Kami percaya Reciki akan memberikan dampak nyata dan membantu Indonesia mencapai ambisi kepemimpinan dalam pencegahan polusi plastik," kata founder dan CEO dari Circulate Capital Rob Kaplan.
Reciki didirikan pada 2019 dengan konsep solusi homegrown (buatan lokal) yang fokus pada pengelolaan sampah. Reciki berupaya mencapai zero- waste-to-landfill melalui fasilitas pemulihan material atau material recovery facilities (MRF).
Caranya dengan memilah sampah yang berasal dari rumah tangga dan kawasan komersial, lalu memulihkan bahan yang dapat didaur ulang seperti plastik bekas kemasan ataupun botol.
Reciki saat ini mengoperasikan dua MRF di Lamongan (Jawa Timur) dan Badung (Bali) bermitra dengan Danone AQUA. Reciki menawarkan model bisnis pengelolaan sampah yang berpotensi dapat meningkatkan jumlah sampah terdaur ulang secara signifikan.
Hal itu juga untuk mengatasi inefisiensi dan terbatasnya kapasitas di tempat pembuangan akhir (TPA). Oleh sebab itu model bisnis disesuaikan dengan kondisi tiap kota, utamanya dalam proses penyortiran dan distribusi.
Suntikan dana CCOF hendak digunakan Reciki untuk menambah fasilitas hingga mampu memproses lebih dari 1.000 ton sampah per hari. Reciki juga berupaya menciptakan lebih dari 400 lapangan kerja di industri pengelolaan sampah. (OL-8)
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Pendekatan utama yang diusung adalah membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT sebagai percontohan.
Selama dua bulan, sejak 10 Januari 2025 hingga 11 Maret 2025, proyek difokuskan di Banjar Pasedana. Di wilayah ini, terdapat 163 KK yang menjadi sasaran langsung edukasi.
Untuk memperkuat sistem ini, Pemda, Kementerian PU dan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Kondisi geografis Cianjur yang luas dan beragam, meliputi wilayah urban, pedesaan, dan pegunungan, menyulitkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah secara merata.
SAENGGOK Land fill atau tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Distrik Gangseo, Korea Selatan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana tempat pembuangan sampah diubah menjadi aestetik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved