Jumat 14 Januari 2022, 07:00 WIB

Inilah Dua Alternatif bagi Penderita Intoleransi Laktosa

Mediaindonesia.com | Humaniora
Inilah Dua Alternatif bagi Penderita Intoleransi Laktosa

healthdigest.com
Ilustrasi

 

Ahli gizi Universitas Andalas dr. Arif Sabta Aji, S.Gz mengungkapkan terdapat dua opsi utama yang dapat menjadi alternatif produk susu bagi penderita intoleransi laktosa, yakni konsumsi susu nabati atau susu sapi bebas laktosa.

“Itu kuncinya untuk masyarakat atau orang-orang di luar sana yang masih tidak bisa mencerna atau konsumsi susu karena intoleran laktosa,” kata dosen Kesehatan Masyarakat di Universitas Alma Ata Yogyakarta dan peneliti Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan itu dalam sesi bincang-bincang virtual bersama media pada Kamis.

Intoleransi laktosa adalah kondisi saat seseorang tidak mampu mencerna laktosa atau gula dalam produk susu sepenuhnya karena kekurangan enzim laktase yang terdapat di dalam saluran pencernaan.

Enzim laktase sendiri berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa, yang bermanfaat untuk sistem metabolisme di dalam tubuh.

Pada umumnya produk susu sapi mengandung laktosa yang tinggi sehingga tidak cocok untuk dikonsumsi bagi orang yang mengalami intoleransi laktosa. Oleh karena itu, Arif menyarankan agar penderita mencari produk susu nabati atau susu bebas laktosa untuk menghindari kandungan laktosa yang berlebihan.

“Jika ingin tetap mendapatkan manfaat dari susu sapi, kita bisa mendapatkannya dari produk susu yang bebas laktosa,” tuturnya .

Susu bebas laktosa, lanjut Arif, telah melalui proses hingga kandungan laktosa di dalamnya tidak begitu tinggi atau bahkan tidak ada sama sekali. Susu jenis ini aman tidak akan memberikan efek buruk terhadap saluran pencernaan penderita intoleransi laktosa.

Ia mengatakan bahwa susu sapi memiliki banyak manfaat sehingga sangat apabila penderita intoleransi laktosa menghindarinya sama sekali.

Manfaat susu sapi antara lain dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan kesehatan tulang. kandungan kalsium pada susu dapat mencegah penyakit osteoporosis.

Susu juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Selain itu, Arif mengatakan bahwa konsumsi susu secara rutin juga dapat membantu menjaga menjaga sistem kesehatan imun, apalagi di masa pandemi seperti sekarang.

“Selain ada kalsium, ada juga ada vitamin D yang sangat bagus untuk kesehatan sistem imun kita,” tuturnya .

Pada umumnya, lanjut Arif, seseorang bisa mengonsumsi susu sebanyak dua gelas atau sekitar 400-500 ml setiap hari.

“Banyak sekali zat gizi yang bisa kita dapatkan. Ada juga biasanya kita konsumsi susu dari susu segar yang langsung diambil dari peternak, itu zat gizinya bahkan sudah dilengkapi atau sudah bisa ditambahkan beberapa zat gizi khusus lewat pengolahan,” kata Arif.

Jika seseorang memilih untuk meminum susu segar dari peternak, memilih agar susu tersebut harus diminum terlebih dahulu untuk membunuh bakteri-bakteri berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.

“Banyak sekali bakteri yang ada di dalam susu tersebut kalau kita tidak proses atau panaskan untuk membunuh bakteri-bakteri tersebut. Nanti kita malah akan mendapatkan dampak negatifnya, karena susu itu paling rentan ditumbuhi bakteri,” kata Arif. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

DOk Tanoto Foundation

Lulusan Perdana Prodi Teknologi Pulp dan Kertas Unri Diserap Industri

👤Widhoroso 🕔Selasa 25 Januari 2022, 21:49 WIB
INDONESIA memiliki pangsa pasar yang sangat besar bagi industri pulp dan...
Dok. Sekretariat Wakil Presiden

Wapres Sesalkan Masih Banyak Pihak yang Identikkan Islam dengan Ekstremisme dan Kekerasan 

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 25 Januari 2022, 21:11 WIB
Indonesia telah diakui keberhasilannya dalam mengelola perbedaan di tengah kehidupan masyarakatnya yang memiliki beragam latar...
Ilustrasi

KPAI : Keluarga Menjadi Klaster Tertinggi Kekerasan Terhadap Anak di 2021 

👤Mohammad Farhan Zhuhri 🕔Selasa 25 Januari 2022, 21:00 WIB
“2021 dengan rincian kasus pemenuhan hak anak 2.971 kasus dan perlindungan khusus anak 2.982 kasus,” ujar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya