Kamis 06 Januari 2022, 19:28 WIB

Kompolnas Dukung RUU TPKS Segera Diselesaikan

Dhika kusuma winata | Humaniora
Kompolnas Dukung RUU TPKS Segera Diselesaikan

AFP
Ilustrasi

 

KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut mendorong agar pengesahan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) bisa segera dilakukan di DPR. Kompolnas berpandangan beleid itu urgen untuk disahkan sebagai payung hukum dmei menekan kasus kejahatan seksual.

"Mari lah kita mendorong agar DPR segera mengesahkan RUU TPKS. Kalau ini bisa segera terwujud awal 2022 ini, ke depan kita semakin optimistis kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak bisa ditekan karena payung hukumnya ada," kata Ketua Harian Kompolnas Benny Jozua Mamoto dalam konferensi pers daring, Kamis (6/1).

Baca juga: Menkes: RS Perlu Kembangkan Layanan Kesehatan Unggulan

Benny juga menyampaikan penanganan kasus kekerasan seksual di kepolisian kerap tidak mudah. Pertama, menyangkut persoalan kompetensi SDM. Menurutnya, belum semua penyidik di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) memiliki kompetensi memadai sehingga dalam penanganan kerap memunculkan ekses.

Karena itu, Benny mendukung rencana Kapolri yang akan melakukan penguatan Unit PPA menjadi direktorat di tingkat mabes dan polda. Kompolnas berharap penguatan Unit PPA itu bisa sampai ke polres.

"Unit PPA akan ditingkatan menjadi direktorat, maka diharapkan akan berlanjut juga di tingkat polda dan polres. Diharapkan penanganan kasus akan lebih cepat dan profesional," ucap Benny.

Kompolnas juga mendorong Polri untuk membangun pangkalan data atau database DNA. Dengan begitu, kepolisian bisa mengandalkan sampel DNA pelaku meskipun kejadian kasusnya sudah lewat lama.

Benny mengatakan selama ini kasus kekerasan seksual kerap dilaporkan ke polisi tidak setelah kejadian lantaran kerumitan-kerumitan tertentu. Kerap kali tempat kejadian perkara sudah rusak dan barang bukti sulit ditemukan. 

"Kami mendorong dan mari lah kita dukung Polri membangun database DNA. Karena ketika database DNA bisa terbangun, itu DNA yang ditemukan di TKP masih bisa diambil," ujarnya. (OL-6)

Baca Juga

Dok. Meccaya Group

Meccaya Group Libatkan UMKM Dan Warga Dukung Perayaan Trisuci Waisak 2022 Di Candi Pawon

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:34 WIB
Festival internasional ini diawali dengan doa lintas agama, yang dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai tokoh Indonesia maupun...
Ilustrasi

Migrain Muncul Usai Makan Karbohidrat dan Gula, Benarkah?

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:22 WIB
Kemungkinan besar bukan makanan yang menyebabkan migrain, melainkan migrain yang menyebabkan orang menyantap makanan...
Ist

Peningkatan Fasilitas Puskesmas untuk Cegah Penyebaran Hepatitis Akut

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:00 WIB
Ketika sel hati rusak enzim ini dilepaskan dan kadarnya dalam darah menjadi tinggi. Jika nilai SGOT dan SGPT 100 maka harus dirujuk ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya