Senin 03 Januari 2022, 13:47 WIB

ITS Tawarkan Rumah Hybrid Untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

Faishol Taselan | Humaniora
ITS Tawarkan Rumah Hybrid Untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

MI/Anggora
Ilustrasi

 

TIM peneliti ITS dari Pusat Penelitian Mitigasi, Kebencanaan, dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS, menawarkan konsep hybrid hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) pasca bencana Gunung Semeru.

Kepala Pusat Penelitian MKPI ITS Adjie Pamungkas ST kepada wartawan di Surabaya, menyebutkan konsep hybrid hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) sangat diperlukan, ini dilakukan supaya menghindari potensi konflik akibat delay yang kerap terjadi pada saat pembangunan huntara maupun huntap.

"Selain itu, konsep modular tahan gempa dan abu vulkanik juga bisa diterapkan untuk fasilitas umum, seperti kantor desa, sekolah, puskesmas, dan lain sebagainya," ujar Adjie Pamungkas, Senin (3/1).

Menurutnya, masyarakat desa harus responsif dan resilien terhadap bahaya bencana di kaki Gunung Semeru. Maka dari itu, dengan implementasi konsep resettlement tersebut, masyarakat desa di kaki Gunung Semeru diharapkan dapat berpartisipasi dalam pemulihan pascabencana.

"Mulai dari meningkatkan perekonomiannya, hingga meningkatkan pengetahuannya mengenai mitigasi bencana alam," ujarnya.

Konsep dari rumah tahan gempa dan abu vulkanik. Rumah tersebut dibentuk dengan atap yang mampu menahan curahan abu vulkanik gunung berapi. Selain itu, rumah tersebut harus berbahan material sederhana, kokoh, dan mudah dicari di daerah Semeru.

"Hal ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat desa dalam mengembangkan rumah mereka secara mandiri tanpa keahlian khusus," jelasnya.

Tak hanya itu, rumah yang dikonsep oleh tim ITS ini dapat dibangun dengan cepat dan dapat dipindahkan secara mudah. Oleh karena itu, bahan material yang digunakan harus ringan sehingga dapat dipindahkan dengan mudah dan tidak mudah roboh ketika terkena dampak gempa.

"Rumah tersebut sudah memiliki fasilitas sesuai standar rumah inti, yaitu terdapat kamar mandi, kamar tidur, maupun dapur," ujarnya.(OL-13)

Baca Juga: Presiden Tegaskan tidak Ada Dispensasi Karantina bagi Siapa Pun

Baca Juga

ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Kasus Covid-19 Bertambah 1.434 Hari Ini

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Senin 04 Juli 2022, 16:33 WIB
Pasien meninggal akibat covid-19 bertambah sembilan hari ini. Sehingga ada 156.758 korban jiwa akibat virus...
Antara

Covid-19 Kembali Naik, Perketat Prokes dan Gencarkan 3T

👤Mediaindonesia 🕔Senin 04 Juli 2022, 15:45 WIB
Saat ini 81% varian kasus covid 19 di Indonesia adalah dengan jenis Omicron BA.4 dan BA.5, dan 100% kasus di Jakarta merupakan varian...
Dok. Pullman Jakarta Indonesia

Semarakkan Libur Sekolah, Pullman Jakarta Hadirkan Shcolo HoliYay

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 15:11 WIB
Pullman Jakarta mengadakan berbagai aktivitas menarik bersama tim di Pullman Jakarta Indonesia seperti cooking class, kokoru activities dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya