Minggu 26 Desember 2021, 16:15 WIB

Pendidikan Harus Hasilkan SDM Sesuai Kebutuhan Zaman

Faustinus Nua | Humaniora
Pendidikan Harus Hasilkan SDM Sesuai Kebutuhan Zaman

ANTARA/ABRIAWAN ABHE
Seorang guru mengajar siswa dan siswi pada pembelajaran tatap muka di SMA Negeri 1, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (1/11/2021)

 

WAKIL Sekjen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dudung Abdul Qadir mengatakan bahwa pendidikan saat ini harus menghasilkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0. Lantas hal itu dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, komunikatif, kolaboratif dan demokratis yang berbasis pada beragam teknologi terkait ilmu pengetahuan dan teknologi, informatif, bermakna, implementatif, dan menyenangkan.

"Transformasi yang harus segera dilakukan oleh Kemendikbud-Ristek, Dinas Pendidikan provinsi dan kab/kota yang pertama membangun sistem yang kuat terkait pendidikan nasional yang open mind dan open heart dalam berinovasi untuk beradaptasi dan beradopsi dengan dinamika perubahan yang terjadi secara global tanpa meninggalkan budaya lokal dan nasioanal sebagai jati diri bangsa," terangnya kepada Media Indonesia, Minggu (26/12).

Baca jugaEpidemiolog: Varian Delmikron Hoaks

Baca juga: 19 Kasus Omikron, Kemenkes: Sadar Diri Jangan Bepergian Luar Negeri Dulu

Dijelaskannya, untuk mendukung hal itu juga perlu mengembangkan sumber daya manusia melalui transformasi budaya. Begitu juga mengembangkan kebijakan pendidikan yang berorientasi kepada mutu dan tujuan pendidikan nasional.

Lebih lanjut, di tahun 2022 dunia pendidikan harus menata ulang sistem pendidikan nasional dengan melibatkan semua komponen pendidikan nasional. Sebagai pola transformasi tahap pertama harus segera menyusun Peta Jalan Pendidikan Nasional melalui pelibatan semua pihak

"Transformasi tata kelola guru dari hulu sampai hilir mulai dari perguruan tinggi pendidik calon guru, rekrutmen, pembinaan, pengembangan karier, kesejahteraan, penghargaan dan perlindungan guru yang melibatkan organisasi profesi guru," tambahnya.

Masalah guru juga tidak berakhir di situ, PR dunia pendidikan yang belum tuntas harus bisa segera diatasi dengan berbagai kebijakan di tahun 2022. Mulai fasilitas, infrastruktur, SDM, kurikulum hingga komitmen bersama. Sehingga, upaya transformasi di tahun 2022 bisa tercapai, mengingat bila belum dituntaskan juga akan sulit untuk berkembang.

Dia menegaskan bahwa transformasi pendidikan digital bukan hanya tugas Kemendikbud-Ristek, tetapi juga kementarian dan lembaga terkait. Salah satu kementerian yang berperan penting dalam transformasi ini adalah Kominfo, sehingga kolaborasi bersama sangat dibutuhkan. (H-3)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

PDGI Sebut Jumlah Dokter Gigi di Indonesia belum Ideal

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 03 Juli 2022, 13:15 WIB
"Jumlah dokter gigi semua ada 43 ribuan, itu termasuk dokter gigi yang umum dan spesialis. Yang spesialis itu 3.900 sekian. Jadi...
Dok. Banteng Muda Indonesia

Kenalkan Sosok Bung Karno, BMI Sukses Gelar Konser Bersuka Ria

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 13:07 WIB
Konser yang bertemakan bergotong-royong membangun Indonesia itu bertujuan untuk memperkenalkan sosok Presiden Pertama Republik Indonesia,...
Ist

Mabes Polri Gelar Wayang Kulit Semar Mbangun Kahyangan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 12:12 WIB
Mabes Polri menggelar kegiatan pagelaran wayang kulit bertajuk 'Semar Mbangun Kahyangan' di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya