Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Hukum dan HAM mencopot sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Banten pascaperistiwa kebakaran Lapas Kelas I Tangerang dan kaburnya narapidana Adami Bin Musa. Kemenkumham melakukan evaluasi dan menegaskan tak menoleransi penyimpangan yang terjadi di lapas.
"Tentu ini berkaitan dengan komitmen Bapak Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Beliau menegaskan tidak menoleransi hal-hal seperti ini," kata Sekjen Kemenkumham Komjen Pol Andap Budhi Revianto, Rabu (15/12).
Baca juga: Universitas Terbuka Bangun Minat Kewirausahaan Digital melalui Pendidikan
Rotasi tersebut tertuang dalam Keputusan Menkumham Nomor M.HH-46.KP.03.03 Tahun 2021 tertanggal 14 Desember 2021. Kepala Kanwil Banten Agus Toyib dicopot dan digantikan Tejo Harwanto yang sebelumnya menjabat Kepala Kanwil Kalimantan Selatan.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Banten yang juga Plh Kalapas Kelas I Tangerang Nirhono Jatmokoadi juga dicopot. Dia digantikan Masjuno yang sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Papua Barat.
Posisi Kalapas Kelas I Tangerang kini diisi Asep Sutandar yang sebelumnya menjabat sebagai Kalapas Kelas I Madiun. Adapun Agus Toyib dan Nirhono dibebastugaskan dari jabatan dan sementara ditempatkan di Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham.
Mengenai kaburnya narapidana Adami Bin Musa, kementerian juga berkoordinasi dengan Polda Riau untuk melakukan pencarian. Andap menambahkan inspektorat juga melakukan audit dan pemeriksaan terkait peristiwa tersebut untuk mendalami dugaan persekongkolan.
"Inspektorat saat ini sedang turun mendalami keterkaitan apakah ada persekongkolan jahat," ujarnya.
Andap menyampaikan rotasi tersebut diharapkan membawa perubahan dan untuk meningkatkan kepercayaan publik. Ia pun berpesan agar pejabat yang menggantikan bisa meningkatkan pengawasan dan melakukan deteksi dini atas potensi-potensi penyimpangan.
"Secara internal kita sudah lakukan (evaluasi). Ini jadi komitmen kita, keseriusan kita sudah terlaksana. Secara internal kita tegak dan kita keras," ucapnya. (OL-6)
Dalam disertasinya yang berjudul Konfigurasi Resiprokal Determinan, Pencegahan, dan Penanganan Kerusuhan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di Indonesia.
Meskipun diterjang bencana alam, Lapas Sibolga memastikan seluruh proses pengamanan berjalan baik.
PRODUKSI berbagai macam produk berbasis serabut kelapa di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jawa Barat menunjukkan capaian signifikan.
Banjir setinggi kurang lebih 50 cm masih menggenangi lingkungan lapas dan rutan di Sumatra Utara.
Saat ini terdapat sekitar 250.000 hingga 280.000 warga binaan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen telah terlibat dalam berbagai program kerja produktif di lapas.
Komisi XIII DPR RI sepakat membentuk panitia kerja (panja) untuk membenahi sistem pengawasan di lapas dan rutan usai maraknya peredaran narkoba
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved