Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebanyak 1.061 judul naskah masuk ke Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI) tingkat SMP, yang digelar di Bandung, Jawa Barat 7-13 Desember 2021.
Kompetisi KOPSI Tingkat Nasional Tahun 2021 adalah ajang kompetisi bidang penelitian bagi para peserta didik Sekolah Menengah Pertama atau yang sederajat di Indonesia. Peserta KOPSI SMP Tingkat Nasional adalah peserta didik yang lolos seleksi pada tahap penyisihan.
"Saya cukup terkejut karena pada KOPSI SMP jumlah naskah yang masuk mencapai 1.061 judul. Melalui KOPSI siswa dilatih untuk percaya diri memaparkan hasil penelitiannya. Selain membuat laporan hasil penelitian, mereka juga ditantang untuk membuat poster penelitian," jelas Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas) Asep Sukmayadi saat acara pembukaan, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (9/12).
Total peserta yang mengikuti KOPSI tahun ini adalah sebanyak 2.871 peserta. KOPSI diikuti siswa dari 698 sekolah di 34 provinsi dan 1 Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Riyadh, Arab Saudi. Adapun total peserta tingkat nasional terdiri 291 peserta dan melombakan 40 naskah di tiga bidang.
"Melihat bakat dan hasil penelitian yang masuk, kami harapkan mereka bisa melanjutkan penelitian hingga ke jenjang SMA dan perguruan tinggi. Harapan saya kelak akan lahir peneliti-peneliti andal yang penelitiannya bisa bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Asep.
Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Usia Dini, Dasar, dan Menengah Kemendikbudristek Jumeri menilai KOPSI bisa menjadi wadah bagi para siswa yang memiliki minat dalam penelitian untuk mengembangkan potensi mereka.
"KOPSI menjadi wadah para siswa SMP sederajat untuk mengaktualisasikan bakat, minat, dan mengasah kemampuan mereka meneliti, berinovasi, berkreasi serta menghidupkan api semangat dan kebiasaan meneliti di sekolah," kata Jumeri.
Baca juga : Pesatnya Teknologi Komunikasi Menuntut SDM Mampu Bertransformasi
Dia berharap dari ajang KOPSI akan lahir peneliti andal yang kelak bisa mencetak prestasi internasional. "Saya berharap kelak akan ada lulusan KOPSI yang jadi peneliti hebat yang meraih nobel dan hasil penelitiannya bisa membantu kesejahteraan orang banyak," pungkas Jumeri.
Para peserta berkompetisi terbagi di tiga bidang, yakni Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan dan Seni, IImu Pengetahuan Alam dan Lingkungan, dan IImu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa. Walau masih dalam keadaan pandemi covid-19 upaya maksimal terus dilakukan, agar pelaksanaan KOPSI terus memiliki kredibilitas yang baik.
Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berupaya meningkatkan standar kualitas pelaksanaan KOPSI. Baik dari manajemen dan penilaian, serta terus menjunjung aspek moralitas, seperti kejujuran, sportivitas, empatik, simpatik dalam pelaksanaan lomba, sehingga setiap peserta merasa berkompetisi secara sehat.
Lahirnya gagasan KOPSI untuk mendekatkan peserta didik pada dunia sains. KOPSI merupakan wadah bagi peserta didik dalam mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017, khususnya bidang sains.
Melalui sains dan penelitian peserta didik mampu mengaktualisasikan minat, bakat, kemampuan dalam meneliti dan berinovasi serta menanamkan budaya meneliti di kalangan peserta didik.
Peserta didik diharapkan dapat belajar mengajukan gagasan secara ilmiah, serta dapat menghasilkan inovasi atas fenomena permasalahan yang hadir di lingkungannya yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. (Medcom.id/OL-7)
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Satu hal yang membedakan kompetisi spelling bee tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah pengakuan akademik yang lebih formal.
Siswa yang berhasil melaju ke babak semifinal dan final akan memperoleh sertifikat yang diakui oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Kompetisi Karya Jurnalistik MediaMIND 2025 resmi ditutup setelah proses penjurian final pada Senin (8/12).
Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) untuk pertama kalinya menggelar Kompetisi Internasional Hafalan Alquran Albasira bagi penyandang tunanetra.
JSTO berhasil menarik perhatian yang luar biasa, dengan total 3.767 peserta dari 1.904 sekolah di seluruh penjuru Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved