Senin 06 Desember 2021, 16:50 WIB

Antisipasi Diperlukan untuk Cegah Korban Jiwa pada Bencana Alam

Mediaindonesia.com | Humaniora
Antisipasi Diperlukan untuk Cegah Korban Jiwa pada Bencana Alam

Antara/Ampelsa
Banjir di Aceh Besar, Aceh

 

PELATIHAN tanggap darurat yang konsisten bagi masyarakat di kawasan rawan bencana penting dilakukan, menghindari terjadinya korban jiwa saat bencana alam terjadi.

"Para pemangku kepentingan harus konsisten membangun kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar memahami pentingnya langkah-langkah tanggap darurat saat terjadi bencana," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/12).

Baca juga: PKS Serukan Deklarasi Koalisi Partai Usung Capres Sejak Dini

Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan pada periode 1 Januari – 18 November 2021 terjadi 2.461 bencana di Indonesia.

Berdasarkan catatan tersebut, Lestari berharap, para pemangku kepentingan di pusat dan daerah selalu mengedepankan upaya antisipatif dalam menghadapi ancaman bencana alam untuk menghindari timbulnya korban.

Langkah antisipasi yang bisa dilakukan, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, antara lain memberi pengetahuan dan pemahaman yang cukup kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan bencana, terkait sejumlah tindakan yang harus segera dilakukan bila terjadi bencana alam. 

Penyebarluasan peta wilayah rawan bencana dan pelatihan terkait langkah tanggap darurat yang ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan bencana, ujar Rerie, harus konsisten dilakukan untuk mengurangi kepanikan masyarakat saat terjadi bencana alam.

Selain itu, jelas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem peringatan dini yang diterapkan juga penting, sehingga cukup waktu bagi masyarakat untuk menghindari dampak bencana yang lebih parah.

Karena itu, tegas Rerie, sejumlah informasi yang bisa dipakai untuk mendukung upaya mengantisipasi bencana alam harus selalu tersedia serta mudah dipahami masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam mengantisipasi ancaman bencana alam.

Rerie berharap, di negeri yang dikelilingi rangkaian gunung berapi ini kolaborasi para pemangku kepentingan yang berperan sebagai penyedia informasi cuaca dan ancaman bencana alam, serta pengorganisasian elemen masyarakat dalam mengantisipasi bencana alam, berjalan dengan baik.

Tanpa kerja sama para pemangku kepentingan dan masyarakat yang baik dalam mengantisipasi bencana alam, menurut Rerie, potensi munculnya korban dalam setiap terjadi bencana alam di tanah air akan terus meningkat. (RO/OL-6)

Baca Juga

MI/depi gunawan

Terjadi Peningkatan Aktivitas Gempa, 729 Kali dalam 20 Hari Pertama 2022

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 12:09 WIB
Jumlah tersebut menunjukkan aktivitas gempa di Indonesia mengalami peningkatan. Rata-rata, wilayah Indonesia hanya mengalami gempa sebanyak...
ANTARA /Aloysius Jarot Nugroho

Kasus Covid-19 Tembus di Atas 2 Ribu, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 11:15 WIB
Apabila memang harus bepergian dan mengunjungi ruang publik yang berisiko bertemu banyak orang, protokol kesehatan sama sekali tidak boleh...
 ANTARA/ Novrian Arbi

Permendikbud 30/2021 Dinilai Tidak Mencerminkan Paradigma Keagamaan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 10:10 WIB
Tidak adanya pasal yang mengatur tentang hak terlapor yang terfitnah. Karena ini membuka peluang kasus terlapor sebagai playing victim dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya