Senin 06 Desember 2021, 15:30 WIB

PKS Serukan Deklarasi Koalisi Partai Usung Capres Sejak Dini

RO/Micom | Politik dan Hukum
PKS Serukan Deklarasi Koalisi Partai Usung Capres Sejak Dini

Dok PKS
.

 

KETUA DPP PKS Mardani Ali Sera menyerukan agar parpol-parpol berkoalisi sejak awal dan mendeklarasikan calon presiden secepatnya. Dia berharap, capres dan cawapres tak dideklarasikan di menit akhir pendaftaran ke KPU seperti yang terjadi tiap pemilu.

Mardani mengatakan, hal ini bisa membuat masyarakat lebih memahami para calon pemimpinnya. Termasuk soal koalisi yang harusnya dilakukan sejak jauh hari.

“Saya setuju parpol melakukan koalisi dan penjajakan jauh-jauh hari. Sehingga tidak membeli kucing dalam karung,” kata Mardani, Senin (6/12).

Mardani juga yakin, akan ada kejutan besar di Pemilu 2024. Dia tak yakin, capres yang maju pada Pemilu 2024 sesuai dengan prediksi survei kekinian yakni Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Terlebih, kata Mardani, tiket pencalonan saat ini masih belum ada yang pasti didapat dari capres dengan memiliki tingkat elektabilitas tinggi versi survei.

“Waktu masih panjang dan tiket belum ada kepastian. Saat koalisi parpol sudah terjadi dan tiket sudah jelas alokasinya, maka panggung akan berubah,” tegas Mardani.

Dia yakin betul, nama-nama populer di survei akan pudar seiring berjalannya waktu. Salah satunya, karena kondisi pemilu yang terjadi saat ini.

“Kondisi ke depan dengan Pemilu rasa pandemi, rasa resesi dan rasa suksesi sangat volatile (turun naik). Dan jadi ujian ketokohan,” imbuhnya.

Kuncinya, menurut Mardani, ada pada ketokohan seorang pemimpin. Dia yakin, pemimpin akan tetap bersinar menghadapi segala situasi dan kondisi ke depan. Termasuk, masa jabatan pemimpin yang habis jelang Pemilu 2024, dia yakin, tokoh tersebut tetap memiliki magnet kuat di masyarakat.

“Jika leader akan tetap bersinar. Jika bukan leader akan hilang ditelan kebisingan tokoh lain,” ungkap dia.

Sebelumnya, Hal senada diungkapkan pendiri Cyrus Network, Hasan Nasbi mengenai habisnya masa jabatan,  "Itu efeknya bisa luas. Karena nggak punya jabatan itu jangankan dengan partai dengan teman sendiri aja susah," kata Hasan.

Hasan mencontohkan Gatot Nurmantyo yang sempat tinggi angka surveinya kini makin meredup.

Hal lain yang yang dapat mengubah peta dukungan capres menurut Hasan Nasbi adalah koalisi lebih awal antar partai politik dan penentuan calon lebih awal.

"Kalau sudah bungkus (kepastian koalisi dan calonnya)  saya yakin orang akan melihat ooh ini yang sudah punya tiket, " ujar Hasan. 

Namun elit politik kerap menginginkan calon ditentukan di akhir-akhir. " Karena di akhir makin tinggi harga negonya. Padahal publik menginginkan jauh-jauh hari," kata Hasan. (J-1) 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Pemerintah Setuju Pemungutan Suara Pemilu 2024 Digelar 14 Februari

👤 Indriyani Astuti 🕔Senin 24 Januari 2022, 14:31 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyetujui usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pemungutan suara pemilihan umum (pemilu) 2024...
MI/Susanto

Jaksa KPK Sebut Rentenir Nanang Hanya Dalih dalam Kasus Suap Azis Syamsuddin

👤Tri Subarkah 🕔Senin 24 Januari 2022, 13:48 WIB
Dalam persidangan sebelumnya, Robin mengaku mendapatkan uang sebesar US$100 ribu dan Sing$171.900 sebagai peminjam dari...
 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Polda Jabar Belum Berikan Penangguhan untuk Bahar Smith

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 13:06 WIB
Polda Jawa Barat menyatakan belum memberikan penangguhan penahanan terhadap Bahar Smith (BS) yang menjadi tersangka kasus penyebaran berita...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya