Kamis 02 Desember 2021, 11:00 WIB

Ayo Mengenal Kacamata Lensa Photocromic

Nabil | Humaniora
Ayo Mengenal Kacamata Lensa Photocromic

ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Ilustrasi--Seorang anak menjalani pengukuran lensa kacamata saat bakti sosial LPMK Cokrodiningratan di Jetis, Yogyakarta.

 

BAGI orang yang sehari-hari menggunakan kacamata, aktivitas di luar ruangan boleh jadi sesuatu yang tidak praktis. Pasalnya, mereka perlu menyiapkan kacamata hitam atau sunglass untuk melindungi mata dari paparan langsung sinar matahari, sekaligus membawa kacamata baca untuk keperluan sehari-hari. 

Salah satu alternatif agar lebih praktis dan tak perlu repot membawa kacamata dobel adalah menggunakan kacamata photochromic.

Mengenakan kacamata resep dan kacamata hitam di musim panas bisa sangat merepotkan, selalu harus membawa kedua kacamata dan berganti di antara keduanya saat Anda bergerak dari dalam ruangan ke luar. Namun, berkat lensa photochromic, Anda hanya memerlukan satu pasang kacamata.

Baca juga: Inovasi Dorong Ekosistem Pelayanan Kesehatan yang Efisien

Lensa Photochromic terlihat seperti lensa biasa yang jelas ketika di dalam ruangan, tetapi di luar ruangan, lensa akan secara otomatis berubah menjadi gelap. 

Sinar Ultraviolet (UV) dari matahari mempengaruhi molekul dalam lensa photochromic sehingga mereka berubah warna. Mereka akan gelap dalam cahaya bahkan pada hari-hari mendung karena sinar UV masih dapat menembus awan.

Transitions adalah merek lensa photochromic yang paling terkenal. Jenis kacamata ini sering disebut sebagai lensa transisi. Mereka juga kadang-kadang disebut Lensa Adaptive, Lensa Berwarna Otomatis, Lensa Warna Variabel, Lensa Photochromic atau Lensa photocromic. 

Kacamata hitam biasa menghalangi panjang gelombang cahaya tertentu dengan filter atau polarisasi berwarna. Karena lensa photochromic berbahan dasar karbon, molekul bereaksi terhadap UV; mereka mengubah bentuk dan menyerap cahaya, yang berarti lensa mulai terlihat lebih gelap. 

Semakin banyak sinar UV, semakin gelap lensa akan berubah. Lensa Photochromic hanya membutuhkan waktu sekitar 30 detik di luar ruangan untuk menjadi gelap dan dapat membutuhkan waktu antara 2 sampai 5 menit untuk kembali ke normal saat kembali ke dalam ruangan.

Lindungi mata dari sinar UV dan jaga kesehatan mata Anda dengan lensa photochromic yang tersedia sebagai kacamata resep untuk orang-orang yang memiliki gangguan penglihatan.

Berikut ini adalah 3 manfaat dari lensa photocromic 

1. Lebih Baik 

Membantu mengurangi ketegangan mata, kerusakan mata dan potensi risiko katarak di kemudian hari dengan menghalangi hingga 100% dari sinar UVA/UVB.

2. Lebih Nyaman 

Tidak perlu membawa kacamata dan kacamata hitam, bertukar di antara keduanya.

3. Lebih Hemat 

Meskipun lensa photochromic lebih mahal dari lensa biasa, lensa photochromic sangat efektif sehingga Anda tidak perlu membeli kacamata hitam lagi. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

RUU TPKS akan Disahkan Sebagai RUU Inisiatif DPR

👤 Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Selasa 18 Januari 2022, 11:20 WIB
Sejak tahun 2016, Kemen PPPA telah terlibat dalam diskusi gagasan awal RUU TPKS atau yang sebelumnya dikenal sebagai RUU Penghapusan...
Medcom

Ini Cara Cek Tiket Vaksin Covid-19 Dosis Booster di PeduliLindungi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 18 Januari 2022, 11:15 WIB
Vaksin booster diberikan dengan jarak enam bulan setelah vaksin dosis...
Antara

Solusi Nyata Jokowi Tingkatkan SDM Hadapi Persaingan Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 11:01 WIB
SDM tersebut disiapkan agar mampu bersaing dengan negara luar terutama dalam menghadapi transformasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya