Selasa 30 November 2021, 23:34 WIB

Satgas Aktifkan Pos Pemeriksaan Mobilitas Saat Libur Nataru

Ant | Humaniora
Satgas Aktifkan Pos Pemeriksaan Mobilitas Saat Libur Nataru

Antara
Ilustrasi

 

KEPALA Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-​19 Alexander Ginting mengatakan pergerakan masyarakat di jalur darat saat Natal dan Tahun Baru dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan pengendalian ketat oleh petugas posko pemeriksaan (check point) .

"Kita menerapkan pengawasan dan pengendalian tinggi. Akan ada posko check point, ada Satpol PP, TNI dan Polri. Sifatnya pengawasan dan pengendalian, tidak ada penutupan jalan (sekat)," kata Alexander Ginting, Selasa (30/11).

Menurut Alexander,  posko pemeriksaan akan didirikan di setiap perlintasan wilayah yang menjadi destinasi wisata, perbatasan ibukota provinsi, maupun daerah tujuan pelaku perjalanan darat yang berpotensi menimbulkan kerumunan..Ia mengatakan pengawasan dilakukan petugas terhadap pergerakan masyarakat, khususnya pada tingkat kepatuhan pada protokol kesehatan sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 24 Tahun 2021 yang mengatur aktivitas periode Natal dan Tahun Baru untuk perjalanan dalam negeri.

Ketentuan itu mewajibkan seluruh pelaku perjalanan domestik baik darat, laut maupun udara dapat menunjukan sertifikat vaksinasi COVID-19 minimal dosis pertama serta hasil tes negatif PCR 3x24 jam atau antigen 1x24 jam.

"Kecuali sopir logistik pengangkut barang esensial. PCR yang berlaku 14x24 jam dan antigen 3x24 jam sebab untuk mengantar barang mereka bisa 24 jam di jalan," katanya.

Terhadap pelaku perjalanan yang dicurigai melanggar ketentuan tersebut, kata Alexander, petugas posko akan memberhentikan kendaraan untuk diperiksa kelengkapan persyaratan perjalanan. "Kalau ada yang tidak sesuai, kita pinggirkan kendaraan. Kalau belum vaksin, dicari tempat vaksinasi paling dekat. Kalau Inmendagri bilang vaksinasi terus dikejar, walau libur panjang vaksinator tidak libur," ujarnya.

Petugas posko juga akan mengecek aplikasi PeduliLindungi pelaku perjalanan berdasarkan indikator warna. "Untuk yang merah atau belum vaksin, divaksin di lokasi terdekat, kecuali ada permasalahan kesehatan yang tidak memungkinkan dia divaksin," katanya.

Kalau indikator PeduliLindungi menunjukan warna hitam, kata Alexander, petugas langsung melakukan karantina di fasilitas yang tersedia di posko pemeriksaan "Bagi yang terinfeksi jangan coba terobos pos check point, apalagi sekarang ada varian Delta. Kalau Omicron belum ada," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

Antara

Nasib Haji Tahun 2022, Menag: Semoga Bulan Depan Ada Kejelasan

👤Mediaindonesia 🕔Senin 17 Januari 2022, 16:45 WIB
Yaqut mengatakan hingga saat ini otoritas Arab Saudi belum memberikan kepastian soal penyelenggaraan ibadah haji 1443 Hijriah/2022...
DOK Pribadi.

Yayasan Ufuk Indonesia Usung Sedekah Jumat dan Wakaf Al-Qur'an

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Januari 2022, 16:20 WIB
Program ini bertujuan memperbaiki dan membangun musala atau masjid menjadi lebih baik sehingga jemaah beribadah dengan nyaman dan...
MI/Ferdian Ananda Majni

Media Indonesia Raih Baznas Award Kategori Media Pendukung Gerakan Zakat Indonesia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 17 Januari 2022, 15:50 WIB
MEDIA Indonesia meraih Baznas Award kategori Media Pendukung Gerakan Zakat Indonesia yang diberikan dalam rangka HUT Baznas ke-21....

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya