Selasa 30 November 2021, 15:15 WIB

Ini Upaya Sekolah Mencegah Generasi Radikal Sejak Dini

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Ini Upaya Sekolah Mencegah Generasi Radikal Sejak Dini

Antara
Ilustrasi

 

UNTUK menghindari menciptakan pelajar atau generasi yang radikal berbagai upaya dilakukan sekolah untuk menciptakan kegiatan peserta didik yang berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan. Salah satunya yang dilakukan oleh SD Juara Jakarta Selatan dan Yayasan Senja Cibinong.

Kepala Sekolah SD Juara Syamsinar mengatakan banyak upaya yang bisa dilakukan salah satunya adalah mengajarkan pada anak arti cinta terhadap negara dan meneladani arti-arti perjuangan para pahlawan serta menerapkan pembelajaran PKN di dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami juga mengajarkan PKN, dalam materi tersebut nomor satu adalah Ketuhanan Yang Maha Esa bukan spesifik pada satu agama saja. Tapi Ketuhanan Yang Maha Esa yang menandakan bahwa semua agama dan keyakinan itu baik," kata Syamsinar dalam diskusi daring Inklusi Pendidikan: Inisiatif Bersama Membuka Akses Pendidikan Bagi Semua Anak Bangsa dari Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Senin (29/11).

Dalam kegiatan sehari-hari peserta didik harus bisa menerima serta merangkul kepercayaan dan agama yang dianut oleh banyak orang dan merangkulnya sebagai anak bangsa.

Selain itu ada juga program Sedekah Subuh yaitu mengumpulkan dana setiap subuh dan tiap bulan dana tersebut akan dibagikan ke tetangga tanpa melihat latar belakang, agama, dan suku.

"Sehingga ditanamkan hal itu pada anak-anak arti berbagi tanpa melihat latar belakang serta ditanamkan bahwa kita hidup tidak sendiri banyak keragaman yang ada di Indonesia ini. Hal ini salah satu cara kami melatih mereka dari dini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Senja Cibinong Adi Supriyadi mengatakan pembelajaran yang bisa diterima setiap anak paling utama adalah tentang kasih sayang dan moral. Menanamkan perjuangan NKRI dan nasionalisme sehingga setiap anak bisa memahami toleransi setiap agama.

"Karena Indonesia bukan memiliki satu agama tapi berbeda-beda suku, agama, dan sebagainya. Sehingga yang diajarkan adalah arti kedamaian serta jangan mudah terpancing sesuatu sehingga tidak mudah terprovokasi," ungkapnya.

Pendidikan moral Pancasila tentunya harus diajarkan sejak dini, hak dan tanggungjawab sebagai warga negara juga diajarkan kepada anak-anak.

"Sehingga tidak mudah didoktrin dengan hal-hal buruk. Kita harus berbuat baik sesama dan kemudian anak-anak juga bisa saling mengajarkan ke yang lain," pungkasnya. (H-2)

Baca Juga

Ist/Perhumas

Perhumas Ikut Sukseskan Pertemuan G20 Lewat Indonesia Bicara Baik

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 22:27 WIB
Ketua Umum Perhumas Boy Kelana Soebroto mengatakan Perhumas juga ikut ambil bagian untuk mensukseskan pertemuan G20 melalui kegiatan...
Dok. Pahamify

Pahamify Pecahkan Rekor MURI untuk Peserta Try Out Daring UTBK Terbanyak 

👤Meediaindonesia.com 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 22:09 WIB
Pahamify memecahkan rekor atas pelaksanaan Try Out UTBK yang diikuti oleh 64.160 peserta se-Indonesia secara online pada 15 Januari 2022...
DOK MI

Anggota Kowani Dituntut Komitmen Bekerja Bagi Pemberdayaan Perempuan dan Anak

👤Widhoroso 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 21:53 WIB
Anggota Kowani dituntut untuk bekerja keras demi kepentingan perempuan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya